
"zara.."panggil seseorang..
zara pun melihat dan terkejut..
..
"kak ameeel.."panggil zara ia pun langsung berlari dan memeluk amel..
amel adalah istri ilham dan teman masa kecil zara..
"sudah sepuluh tahun kita gak pernah ketemu,..zara aku sudah mendengar apa yang terjadi dengan kehidupan mu..."ucap amel memeluk zara..
"iya kak..sekarang ana berusaha untuk bangkit dan melupakan masalalu ana.."balas zara tersenyum
"o ya..mana ica.."tanya zara
"tuu..bersama ilham.."ucap amel menunjuk ica yang bersama ilham, ardha dan dhina..
zara dan amel sedang berbincang bincang di kursi taman.
sedangkan anak anak dan ilham sedang bermain bola.
ica melempar bola terlalu jauh dhina pun tak bisa menangkap
"bang bial ana yang ambil bola nya.."ucap dhina dan ardha pun mengangguk.!.
dhina pun berlari mengejar bola..
__ADS_1
brukkk..
dhina menabrak seseorang dan terjatuh...
"heyy..kalau berlari lihat lihat jalan.."ujar seseorang dengan kesal..
dhina pun langsung bangun dan menatap paman tersebut..
"warna mata kecoklatan iniii.."gumam orang tersebut terus memandang gadis kecil bercadar yang memiliki mata kecoklatan seperti yang di miliki zara.
"huu..uu..."dhina pun menangis..
rian yang melihat langsung berlari mendekati mereka.
"kamu gak kenapa napa kan nak.."tanya rian menenangkan anak itu
"dedek..."panggil ny mendekat.
ardha pun langsung mendorong rian..
"paman..jangan dekat dekat dedek..."marah ardha..
"dedek gak apa apa kan..mana yang cakit abang liat.."tanya ardha khawatir..
"gak ada yang cakit bang.."jawab dhina.
"paman cudah bikin dedek jatuh,cekalang paman halus minta maap cama dedek.."marah ardha..
__ADS_1
"abang,gak boleh gitu,kata ummi kita halus copan cama yang lebih tua.."ucap dhina menarik tangan ardha..
"anak ini seperti fahmi waktu kecil,pemarah dan tegas.."batin rian yang terus membandingkan sift anak itu dengan sifat fahmi..
"ayo dek kita ke ummi..."ajak ardha memegang tangan dhina..
"ana minta maap ya paman.."ucap dhina dan pergi mengikuti ardha..
"apa lo gak ngerasa anak bercadar itu sangat mirip zara.."ujar fahmi
"gue tadi gak memperhatikan anak perempuan bercadar itu,gue lebih tertarik dengan anak cowo itu..wajah dan sifat mirip banget sama lo.."sambung rian..
"apa mungkin mereka anak lo.."ujar rian..
"aahh ..sudah lah.. yuk kita kembali ke hotel.."ajak fahmi dan rian pun mengangguk..
"ummi..tadi ana ketemu paman aneh.."ucap ardha kesal..
"paman aneh.."tanya zara sambil tersenyum.
"iya..ummi dia yang numbul dedrk tapi gak mau minta maap,.."ucap nya masih merasa kesal..
"ya udah..kita pulang ya.."ujar zara mereka pun mengangguk...
"kak amel kak ilham,,kalian harus makan siang di rumah ana ya.."ucap zara mengajak mereka pulang bersama..
"hmmm,,baik lah.."balas amel tersenyum..
__ADS_1
mereka pun segera pulang..