
(+18 tahun ke atas)
Pagi hari.
Kediaman ardha.
"Assalammualaikum bang.. "Sapa dhina.
Yang saat itu ardha sedang sarapan..
"Waalaikumsalam.. "Balas ardha tersenyum.
Dhina pun langsung duduk dan ikut sarapan..
"Baang.. "Ucap dhina pelang..
"Iya dek.. "Balas ardha
"Bang,, dedek sudah memutuskan akan menikah dengan angga... "Ujar nya..
"Uhuk.. Uhuk.. Apa dek??.. Tanya ardha ardha sangat terkejut. Mendengar ucapan dhina.
"Apa ini dek,, kenapa dedek bisa menyimpan hal sebesar ini,, kenapa enggak bilang sama abang dari kemarin.. "Ujar ardha
"Apa keluarga mereka sudah mengancam dedek.. "Sambung ardha sedikit kesal.
"Tidak bang,,mungkin ini semua takdir dari tuhan.. "Tutur dhina..
"Dek.. Menikah itu hanya sekali jadi abang ingin dedek menikah dengan laki laki yang dedek cintai..bukan menikah karena keterpaksaan.. "Ucap ardha..
Dhina pun langsung tertunduk diam
Ardha pun langsung menghentikan ucapan nya.
"Deek, apa dedek benar benar serius dengan keputusan dedek.. "Ucap ardha
Dhina mengangguk
"Hemmm, kalau memang itu keputusan dedek,, lagian dedek sudah memikirkan nya kan, abang hanya ingin lihat dedek bahagia,, abang setuju kalau itu memang keinginan dedek sendiri.. "Sambung ardha tersenyum
Dhina pun langsung memeluk ardha.
"Makasih bang,, dedek akan berusaha untuk bisa hidup bahagia bersama angga.. "Balas dhina.
**
Seminggu kemudian.
Kediaman sastrawijaya.
Di ruang keluarga.
"Angga, besok kamu akan menikah., jadi mama sama papa minta, kamu harus bisa jadi suami yang bertanggung jawab ya.. "Ujar anggi..
Sambil memegang tangan angga
"Iya maa, angga janji.! Angga akan berusaha jadi suami yang baik.. "Ucap angga tersenyum
"Nah gitu dong,ini baru anak papa.. "Sambung alam sambil menepuk pundak angga.
Kakek hanya dudu diam mendengarkan ucapan anggi dan alam.
__ADS_1
"Sekarang kamu boleh bahagia alam,, tapi kebahagian itu tidak akan bertahan lama!! Tak lama lagi aku akan membuat angga menjadi anak yang membangkak dan tidak akan pernah menuruti semua ucapan mu... "Batin kakek dengan senyuman jahat di bibir nya..
"Angga,, setelah kamu menikah papa sama mama akan kembali keluar negri untuk mengurus surat pindah kita, mama sama papa akan tinggal disini bersama angga, dhina dan kakek.. "Ujar alam.
"Bener paa.. Papa sama mama akan tinggal disini bareng angga lagi... "Ucap angga dengan semangat..
Anggi dan alam tersenyum.
Angga pun terlihat sangat bahagia..
"Kek,, apa kakek dengar apa yang papa bilang tadi,, mereka akan tinggal bersama kita lagi.. "Ucap angga tersenyum
"Iya kakek dengar.. "Balas kakek tersenyum..
"Alaam,, lihat lah perbuatan mu, kamu membuat cucu ku begitu menyayangi kalian, meski aku sudah memisahkan kalian begitu jauh dan lama.. Tapi kenapa dia tidak pernah membenci mu.. "Batin kakek dengan raut wajah kesal.
****
Hari pernikahan..
Semua tamu sudah hadir dan memenuhi ruangan.
Angga sudah siap dengan kemeja putih nya.
Tak.tak. tak
Suara langkah dan sepatu dhina. .
Semua orang menatap dhina.
Anggi yang berada di sebelah dhina.
Anggi pun mempersilahkan dhina duduk di samping angga.
Anggi bersama alam, keisya,rian dan sarah pun ada
Ardha lah yang mewakili pernikahan adik nya.
"Langsung saja kita mulai ya. "Ucap pak penghulu.
Angga pun mengangguk.
Penghulu pun mengucap kan iqrar pernikahan
Angga pun melanjutkan ucapan penghulu.
"Saya terima nikah dan kawin nya ARDHINA RIANDRA dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar seratus juta di bayar tunai.. "Ucap angga dengan lantang.
Semua orang pun langsung mengucap SAH dan membaca doa.
Kini angga dan dhina sudah sah menjadi suami istri.
Kakek angga sangat kesal melihat pernikahan ini.
"Selama gadis itu tinggal di sini aku akan membuat hidup nya seperti di neraka, hingga membuat dia ingin bercerai dengan cucu ku angga.. "Gumam nya lirih.
Pesta pun berakhir..
Malam pengantin.
Di dalam kamar angga.
__ADS_1
Dhina sudah mengganti pakaian nya dengan piyama..
Kleekk...
Angga pun masuk
Dhina yang melihat angga masuk tiba tiba.
Membuat nya teringat kejadian dua bulan yang lalu..
"Ka.. Kak... "Ucap dhina Dengan gugup.
"Kakak kenapa kesini.. "Tanya dhina
Angga yang dari tadi berdiri di dekat pintu pun langsung menghampiri dhina.
Dhina pun langsung mundur.
"Kak.. Kakak mau ngapain.. "Ucap dhina ketakutan.
"Heh.. Kamu lupa ya kalau kita sekarang sudah menikah.. "Ujar angga
"Kalau memang kamu takut,, seharus nya kamu sudah tau dari awal jika kita menikah maka akan terjadi hal seperti ini dan akan melakun hubungan .. "Sambung angga dengan senyuman licik nya..
"Maksud kakak, hubungan seperti apa..... "Ucap dhina.
"Hubungan seperti ini...... "Balas angga.
Ia pun langsung menindih dhina dan ******* bibir dhina dengan penuh nafsu.
".... (Uuhh.. Emmm.. Aahh) ... "Rintih dhina.
Angga terus melakukan nya dengan penuh nafsu..
"Kaak..ana mohon pelan pelan.. Ana kesakitan..... "Gumam dhina memohon. ..
Tapi angga tetap tidak mendengar permohonan dhina
ia tefus melakukan aktivitas malam nya..
****
Pagi hari.
Dhina sudah bangun ia pun segera pergi Mandi. .
"Kak,, bangun dudah waktu nya sholat subun.. "Ujar dhina membangunkan angga.
"Aaahhkk,, kamu aja sana yang sholat jangan ajak ajak aku,,, aku masih ngantuk mau tidur.. "Ucap angga.
Dhina pun langsung mengerjskan sholat tanpa angga..
"Huuhhh,, dasar berisik... "Gumam angga.
Ia pun melanjutkan tidur nya..
Kini dhina tidak kuliah lagi..
Angga kuliah dan ikut alam mengurus pekerjaan kantor...
....
__ADS_1