
KHUSUS HARI INIππ
setelah mengantar keisya dan Ardha pulang
angga pun membawa dhina kembali ke rumah nya.
"sayang ingin makan apa,biar sekalian kita beli?"tanya angga dengan penuh perhatian
"emmm,ana ingin makan rujak sayur,asinan sayur,emmm?? dan mangga muda?"jawab dhina tersenyum
"hmm,baik lah kita beli sekarang,"ujar angga menggenggam tangan dhina
mereka pun membeli semua yang ingin dhina maka.
setelah membeli semua yang di ingin kan istri nya ia pun segera pulang.
sesampai nya di rumah
"yuk turun"ucap angga membuka kan pintu mobil
dhina pun turun dengan wajah penuh kebahagiaan.
ia pun berjalan masuk
"sayaang!!"panggil angga
"iya kak?"jawab dhina menghentikan langkah nya
angga pun segera menyusul istri nya itu
"pelan pelan aja jalan,sini biar bantu jalan!"ujar angga
"kaak,ana gak kenapa napa!ana bisa jalan sendiri kok ana gak sakit?"jawab dhina dengan sedikit heran
angga hanya tersenyum ia pun menggandeng tangan dhina
"assalamualaikum!"ucap dhina
"waalaikumsalam"balas anggi
yang saat itu tengah duduk santai di ruang tengah bersama alam dan tuan sastrawijaya.
"sore ma,paa,kek,"ujar angga menghampiri
"sore juga"balas mereka
"duduk sini sayaang"ucap angga mempersilah kan
dhina pun terlihat malu dengan perlakuan angga pada nya.
"sayaang,apa kamu sakit?"tanya anggi dengan tangan yang tiba tiba memegang kening dhina.
"enggak kok maa,ana cuma sedikit pusing karena..aa."ucapan dhina terhenti karena angga memomotong ucapan nya dengan cepat.
"karenaaa!!dhina sekarang lagi hamiilll!!"celetuk angga yang dengan tiba tiba memeluk dhina sangking senang nya.
"apa!!"ujar anggi dan alam bersamaan.
praangkkkk...
gelas teh yang di tangan tuan sastrawijaya tiba tiba terjatuh dan pecah saat ia mendengar kabar kehamilan dhina.
"paa,papa gak kenapa napa?"tanya anggi cemas
alam,anggi dan dhina pun melihat ke arah tuan sastrawijaya karena terkejut.
"ehemm,gak apa apa tadi teh nya terlalu panas dan sedikit kena tangan jadi gelas nya terjatuh"ujar nya
"syukurlah!!"ucap anggi dengan lega
kakek itu pun memalingkan wajah nya.
anggi pun memeluk dhina dengan penuh kasih sayang.
alam dan angga hanya tersenyum.
"papa ke atas duluan"ujar kakek angga
ia pun berlalu dan bergegas pergi meninggal kan mereka dengan raut wajah kesal.
"ya udah sana bawa istri mu ke atas untuk istirahat"ujar anggi
angga pun mengangguk.
"maa,paa,dhina ke atas duluan ya"ucap dhina
"ia sayang"balas anggi dan alam bersamaan dan twrsenyum.
angga pun langsung menggendong dhina menaiki tangga.
"kaak,apa yang kakak lakukan?turun kan ana"ujar dhina ketakutan karena angga menggendong nya menaiki tangga.
"udaah,kamu diam aja,biar aku gendong supaya gak capek"balas angga tersenyum.
dhina pun membalas senyuman angga dan menyandarkan kepala nya di dada angga.
"mas,semoga kebahagian seperti ini akan terus ada di kehidupan kita ya"ucap anggi memeluk suami nya itu
"amiin"balas alam
cuppp!!
ia pun mengecup kening istri nya itu.
"aku berharap kamu bisa segera mengingat masa lalu mu zara"batin alam mengusap usap rambut anggi.
***
setelah makan malam semua orang kembali ke kamar masing masing.
kamar angga.
"kak,ana capek mau tidur duluan"ujar dhina
ia pun bersiap siap untuk tidur,sebelum tidur ia membuka cadar dan hijab nya terlebih dulu.
sreeeetttt(suara resleting)
"kak apa yang kakak lakukan"tanya nya dengan raut wajah terkejut.
"gak ngapa ngapain"ucap angga menggoda sambil membuka pelan resleting baju dhina.
cuppp!!
angga pun langsung mengecup pundak dhina dengan lebut
dan membuat angga membangun kan rasa syahwat nya.
"aahh!! cukup kak"ujar dhina dengan desahan yang membuat syahwat angga semakin naik.
__ADS_1
angga pun membalik kan tubuh dhina
ia pun langsung ******* bibir dhina dengan lembut, dhina pun membalas nya.
"ya sudah tidur lah,aku masih kerjaan banyak berkas yang harus ku tandatangani untuk besok"ujar angga sambil mengecup kening istri nya itu.
dhina pun mengangguk
setelah mengganti pakaian nya ia pun bergegas pergi tidur,sedangkan angga mengerjakan pekerjaan kantor nya.
***
dikamar alam.
alam dan anggi sudah terlelap tidur
kini waktu menunjuk kan pukul 22:40 malam.
"AAAAAAHH!!!!"teriak anggi dalam tidur nya
itu membuat nya terbangun
alam pun terbangun mendengar teriakan istri nya itu.
tubuh anggi berkeringat dengan nafas yang ter engah engah.
alam pun segera mengambil kan segelas air dan memberikan nya pada anggi.
dengan cepat anggi pun meneguk nya dan berusaha menenangkan diri.
"sayaang,kamu kenapa?kamu mimpi buruk lagi"tanya alam dengan cemas
anggi mengangguk.
"sudah tiga malam aku selalu memimpikan hal yang sama,aku selalu bermimpi mas berlumuran darah dan ada satu wanita yang berusaha membangun kan mas,tapi aku gak tau siapa wanita itu?aku tidak bisa melihat wajah nya karena ia mengenakan pakaian tertutup seperti dhina"ujar nya dengan perasaan takut
"aaahhh sakiit"ringis anggi kesakitan sambil memegangi kepala nya.
ia selalu kesakitan saat mengingat semua detail kejadian dalam mimpi nya itu.
"sayang,ini minum lagi,kamu harus tenang dulu"ucap alam menenang kan
"tapi aku takut,aku takut semua kejadian dalam mimpi kuternyata kenyataan"ujar nya dengan cemas.
alam pun berusaha menenangkan nya.
"zara pasti melihat kejadian sepuluh tahun yang lalu"batin alam.
"aku berharap dia segera ingat masa lalu nya"sambung nya
alam pun berusaha menenangkan anggi.
***
pagi hari nya.
setelah Angga dan alam selesai sarapan mereka pun pergi ke kantor.
"sayang aku berangkat sekarang"ucap angga
dhina pun mengangguk dan mencium tangan angga
setelah semua orang pergi sekarang anggi pun pergi untuk ke salon.
"sayang mama keluar ya sebentar"ujar anggi
dhina pun mengangguk
"bibiik!!"panggil tuan sastrawijaya dari ruang baca.
"iya tuan,anda memanggil"tanya pembantu nya
"panggil nona dhina kemari katakan pada nya ada yang ingin saya bicarakan"ujar nya
"baik tuan"ucap nya sambil mengangguk
ia pun segera pergi ke kamar dhina.
"kalian sudah boleh masuk!!"ucap tuan sastra via telfon
ia pun segera menutup telfon nya
tok..tok..tok..
pelayan rumah pun mengetuk pintu kamar dhina
"non,tuan besar memanggil anda di ruang baca"panggil nya dari luar pintu kamar.
"iya bik,ana akan segera turun"jawab dhina
ia pun segera turun menghampiri tuan sastrawijaya.
tok.tok.tok.
"kakek manggil ana"tanya sambil mengetuk pintu.
"masuk lah"jawab nya
dhina pu membuka pintu dan segera masuk kedalam.
"tutup lagi pintu nya"ujar kakek dengan sinis
dhina pun mengangguk
"kalian berdua kemari"panggil tuan sastrawijaya pada bodygart nya
mereka berdua pun menghampiri nya
"bawa wanita ini pergi,kiya lakukan rencana yang ku buat tadi!"ujar nya
mereka pun mengangguk dan langsung menangkap dhina.
"apa yang kalian lakukan!! lepas kan ana!"teriak dhina ketakutan
"bawa dia"ucap tuan sastrawijaya
mereka berdua pun membawa dhina keluar
para pembantu hanya melihat mereka takut dengan tuan sasyrawijaya.
"dan kalian,jangan pernah memberi tahu angga,jika kalian berani bilang!kalian semua akan mati!!!"ujar nya mengancam
semua orang pun tertunduk takut
"kakek,lepas kan ana kek! apa yang akan kakek lakukan"tanya dhina yang ketakutan dan berusaha memberontak.
"diam kamu!! kalau gak akan ku habisi sekarang juga!!"ujar nya membentak
"kek ampun kek"ucap dhina memohon
__ADS_1
namun kakek tua itu tidak menggubris permintaan dhina ia dan kedua suruhan nya pun membawa nya pergi
"kak anggaa!! toloooong!!!"teriak dhina memanggil manggil angga
ia terus menjerit memanggil angga
Plaakkk!!!
"DIAAAMM"ujar tuan sastrawijaya sambil menampar dhina dengan kuat hingga bibir nya berdarah dan hijab nya rusak.
"kalau kamu berani teriak lagi akan ku lempar dari dalam mobil sekarang juga!!"ancam nya
dhina pun hanya bisa menangis terisak isak.
"ya allah tolong ana,lindungi lah ana dan bayi ana ya allah"ucap dhina lirih.
tuan sastra pun membawa pergi jauh dhina dari kota.
di kantor ardha,angga,alam dan rian sedang mengadakan rapat.
Derrttt..Derttt...
ponsel angga terus berdering.
"angga,angkat telfon nya mungkin penting"ucap alam
angga pun mengangguk
"iya pa"balas nya
"haloo"Jawab angga
"tuaaan,nona dhinaa"ucap bibi dengan gugup
"ada apa bik,kenapa dengan non dhina"tanya angga
"non..non dhina di bawa tuan besar dan dua anak buah nya pergi dengan paksa"ucap nya
"apaaa!!!"ucap angga terkejut
ia pun langsung berdiri dan pergi
"angga tunggu"panggil ardha
"maaf saya tida bisa melanjut kan rapat ini,"ujar nya sambil pergi dengan tergesa gesa.
semua orang yang berada di ruangan itu hanya saling pandang.
"angga apa yang terjadi?"tanya alam sedikit cemas
"dhina pa!"ucap nya
"kenapa dengan dedek,?"tanya Ardha cemas
"dhina di bawa kakek dan anak buah nya pergi"jawab angga
semua orang pun terkejut.
Ardha pun mengikuti angga.
"mohon maaf bapak bapak,kiya akan lanjut kan rapat nya esok hari,di karenakan ada urusan keluarga!"ujar alam memohon maaf.
"baik lah pak kalau gitu kami permisi dulu"ucap salah satu klien mereka.
setelah semua orang pergi alam dan rian pun menyusul Ardha dan angga
angga melakukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi
"gaa,hati hati"ujar Ardha
"iya bang"ucap angga
alam dan rian di belakang menyusul kendaraan mereka di berdua.
sesampai nya di kediaman sastrawijaya
angga pun segera turun dari mobil dan berlari masuk rumah.
"biik,"panggil angga
"iya tuan"jawab salah satu pembantu
"dimana kakek dan dhina"tanya angga
mereka hanya diam.
"jawab bik,di mana adek saya"tanya Ardha penuh emosi
"maaf tuan,non dhina di bawa tuan besar pergi"Jawab nya.
"di bawa pergi kemana"bentak angga
"saya tidak tau tuan,saya tadi ingin memberi tahu tuan,tapi tuan besar mengancam kamu semua"ucap nya
"aaahhh!!!!"teriak angga
ia pun langsung pergi dan Ardha pu menyusul nya
angga pun segera melakukan kendaraan nya ia berusaha mencari dhina.
'lo harus tenang,biar gue aja yang nyetir "ucap Ardha.
"aah iya,gue ingat handphone dhina gue pasang pelacak,semenjak kakek pernah mengancam dhina"ujar angga dengan semangat
ia pun langsung mengecek hp nya dan langsung melacak keberadaan dhina.
"ketemu bang,kakek membawa dhina keluar kota"ucap angga
Ardha pun sedikit lega.
"gue akan hubungi paman alam dan paman rian"ucap Ardha
angga pub mengangguk.
"halo paman,kita sudah tau lokasi dedek,sekarang kami kirim lokasi nya"ujar ardha via telfon
"syukur lah,paman akan menyusul bersama polisi"balas alam
Ardha pun menutup telfon nya.
dengan kecepatan tinggi angga pun meluncur ke lokasi yang di tunjuk GPS milik dhina.
selama perjalanan ia terus gelisah.
"kakek,apa yang kakek lakukan!! aahh!"teriak angga sambil memukul stir mobil
"lo harus tenang,semoga tidak terjadi apa apa sama dedek"ucap Ardha menenangkan angga
mereka pun langsung pergi ke lokasi tersebut.
__ADS_1
sedang kan alam menyusul di belakang bersama polisi.