
masih di rumah sakit.
angga masih terduduk lemas di depan ruang operasi.
ardha dan keluarga membawa dhina ke ruang rawat.
"saya mau ruang VIP sus,untuk adik saya.."ujar ardha pada salah satu perawat tersebut.
"baik pak.."jawab nya.
saat tubuh dhina di bawa keluar dari ruang operasi angga pun berjalan pelan mendekat.
ardha pun langsung menghentikan langkah angga.
"STOOPPP!!!mulai sekarang kamu jangan pernah mendekati adik ku lagi,aku akan segera mengirim kan surat perceraian kalian.."ujar ardha.
"tapi kamu tidak bisa memutuskan begitu saja,aku akan bercerai dengan dhina saat dhina mendatangani dulu surat cerai kami...saat itu juga aku akan langsung meninggal kan nya.?"balas angga tegas.
"aku ardha pasti akan membuat dhina menyetujui nya,karena gara gara kamu dia kehilangan bayi yang selama ini dia harap kan..?"ucap ardha dengan nada tinggi.
"sudah cukup!!!"ujar fahmi dengan keras.
membuat ardha dan angga berhenti berdebat.
"ardha bawa ummi dan istrimu duluan ke ruang rawat dedek.."ucap fahmi.
ardha pun mengangguk.
fahmi pun berjalan mendekat,menghampiri angga yang terduduk lemas .
"angga,untuk masalah ini papa gak bisa bantu,kamu kan tau kalau kakek sudah sering berusaha untuk menyingkir kan dhina!! papa setuju dengan pendapat ardha,karena papa tidak mau membahayakan nyawa dhina!!"ucap fahmi.
"meski nanti kamu berpisah dengan dhina,papa dan mama akan tetap menjadi orang tua mu..kapan pun kamu merindukan kami,datang lah kerumah.."sambung fahmi.
angga pun menangis sendu setelah mendengar ucapan papa nya itu.
fahmi pun langsung memeluk angga.
"sekarang kamu kembali lah,,"ucap fahmi
"tapi paaa!!!"balas angga dengan lemah
"kamu jangan khawatir,kami akan menjaga dhina.."sambung fahmi
angga pun mengangguk.
"iya paa!!!angga permisi.."ucap angga.
fahmi pun mengangguk dan tersenyum.
angga pun pulang dengan perasaan hancur.
ia pun mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.
sesampai nya di rumah.
"KAKEEEK! !!!.."teriak angga.
para pelayan pun menghampiri angga yang terlihat marah.
"di mana kakek!!"tanya nya dengan penuh emosi.
"tuan besar ada di ruang baca.."jawab pelayan.
angga pun segera berjalan ke arah ruang baca.
"tuan muda,tungguuu! !"panggil salah seorang pelayan.
__ADS_1
namun angga tidak menghentikan langkah nya.
ia terus berjalan dengan penuh amarah.
BRAKKK..
angga pun membuka pintu dengan paksa.
tuan sastra pun langsung tersentak.
"anggaa!!!apa yang kamu lakukan?"bentak tuan sastra.
"semua yang terjadi itu gara-gara kakek??"ucap angga dengan nada tinggi.
"apa maksud kamu?"tanya tuan sastra.
"kakek sengaja kan mengatakan hal buruk tentang dhina?supaya angga dan dhina berpisah??"sambung angga dengan kesal.
"iyaa!karena kakek sangat membenci gadis sialan itu?"ujar tuan sastra tanpa merasa bersalah sedikit pun.
angga pun mengepal tangan nya kuat kuat.
ia menahan amarah karena kakek nya.
"tapi kenapa kek?kenapa kakek membenci dhina??"tanya nya memelas.
"karena gara gara dia,masa depan cucu kakek hancur?"balas tuan sastra dengan serius.
"tapi angga bahagia hidup dengan dhina,angga sangat mencintai nya.."ucap angga.
"jika dengan menyingkir kakek angga bisa kembali lagi dengan dhina lagi,pasti akan angga lakukan!!!"sambung angga dengan penuh kekesalan.
PLAAKK! !!!
Tuan sastra pun menampar angga dengan kuat.
"dasar cucu tidak tau di untung,"bentak tuan sastra dengan emosi.
ia pun langsung bergegas pergi.
"angga!!tunggu??"panggil tuan sastra.
namun angga tidak memperdulikan panggilan kekek nya tersebut.
di dalam kamar.
BRUUGG. .
ia pun menghempas kan tubuh nya di atas tempat tidur nya.
"AAAAHHKK! !!"teriak nya.
"kenapa aku bisa sebodoh ini?kenapa !!!"jerit angga kesal.
di wajah nya angga terlihat sangat menyesal .
ia terbaring lemah dengan perasaan penuh penyesalan.
***
sudah satu minggu dhina di rawat dalam keadaan tak sadar kan diri.
"emmm!!uuhhh sakit nya kepala ana?"gumam dhina.
"ummi di sini?"sambung nya dengan pelan.
saat melihat zara yang tertidur lelap di samping nya.
__ADS_1
"kenapa kak angga tidak datang melihat ana?apa di benar benar tidak mencintai ana lagi."gumam dhina.
sambil memegang perut nya.
"bayi ana?dimana bayi ana??"ucap dhina terkejut ia baru menyadari nya jika perut nya tidak lagi membesar.
"UMMIII, !!!"jerit dhina.
jeritan nya membuat zara terbangun.
"dedek sudah sadar?"ucap zara tersenyum
"ummiii di mana bayi dedek??dedek mau lihat??"tanya dhina dengan lirih.
zara pun terdiam ia tidak langsung menjawab pertanyaan dhina.
"UMMIII,!! kenapa umi diam aja?di mana anak dedek??"tanya nya lagi.
zara pun langsung memeluk putri nya itu sambil menangis.
dhina pun terlihat bingung.
"ada apa ummi?di mana bayi dedek?"tanya dhina pelan.
"dedek yang sabar ya,"ujar zara menenangkan.
dhina pun semakin bingung.
"ada apa dengan bayi dedek,bayi dedek gak kenapa napa kan?"tanya nya.
"bayi dedek!!!"zara pun tidak langsung melanjutkan ucapan nya.
"ummi jawab?kenapa diam??"ucap dhina yang mulai terlihat cemas.
"bayi dedek?bayi dedek gak bisa di selamat kan,karena terjadi benturan keras di bagian perut dedek!"ucap zara dengan mata berkaca-kaca.
"gak mungkin? "balas dhina.
ia pun langsung melepas pelukan nya.
"gak!!!gak mungkin bayi dedek meninggal!!gak mungkiiin, ,??"jerit nya.
dengan air mata yang mulai menetes dari pelupuk mata nya dengan sekujur tubuh gemetaran.
"TIDAAAK, ,"teriak nya dengan tangisan yang tersendu.
zara pun tidak sanggup melihat putri nya itu menangis terisak-isak.
ia pun langsung memeluk dhina.
"kenapa kamu meninggal kan ummi sendiri sayang, "gumam nya.
ia pun terdiam cukup lama.
"di mana kak anggaa???ini semua gara-gara kak angga.ana benci kak angga.."teriak nya.
ardha dan fahmi pun segera masuk
"lihat bii,apa yang sudah laki-laki itu lakukan pada dedek? aku akan membuat hidup nya lebih menderita??"ucap ardha dengan penuh emosi
fahmi pun menepuk pelan pundak putra nya itu.
"biar allah yang memberi nya hukuman?"balas fahmi tersenyum.
ardha pun menganggu.
ia terus memandangi adek nya itu.
__ADS_1
"aku akan membalas semua penderitaan yang adik ku alami..tunggu saja Angga sastrawijaya. ."batin nya.
kini hati ardha penuh kemarahan dan kebencian.