
Pagi hari nya
Kediaman sastrawijaya.
"Dhin, apa aku juga harus ikut kalian ke pesantren, "ucap angga sedikit kesal
Tapo tetap membantu dhina mengemasi pakaian untuk pergi ke pesantren
"Iya harus"balas dhina
"Kenapa!!!"tanya angga
Dhina pun langsung menghampiri angga
"Kakak suami siapa? "Tanya dhina tersenyum
"Hemm, suami nya ardhina riandra"jawab angga
"Nah yang menikah itu kan abang nya dhina jadi ya kakak juga harus pergi"ucap dhina tersenyum nakal
"Aku hanya bisa menurut saja toh mama papa pun ikut juga."gumam angga pelan.
Setelah beres semua angga dan dhina pun segera turun
Alam dan anggi pun sudah menunggu.
"Anggaa, apa kamu juga harus pergi, "tanya kakek
"Iya kek, aku harus pergi, gimana pun juga ardha adalah kakak ipar angga, jadi angga akan datang"ucap angga.
Kakek pun hanya diam
Tapi dalam diam nya ia terus mengumpat
Mereka pun berkumpiul untuk sarapan
Ardha sudah siap dengan mobil nya
Rian,sarah dan revan pun sudah menunggu di rumah ardha.
"Paman, bibik ana akan jemput kaisya dan papa nya dulu ya"ujar ardha
"Emm, baik lah kamu tunggu di sini
Ardha pun langsung pergi memjemput keisya di rumah nya
Setelah ardha pergi mobil dhina pun sampai juga di rumah ardha.
"Assalamuakaikum bibik paman,"sapa dhina
"Waalaikumsalam dedek, "jawab sarah dan rian bersamaan
"Selamat malam pak rian buk sarah, "sapa alam dan anggi.
"Selamat malam juga, "balas rian sarah pun mengangguk dan tersenyum.
Setelah mereka saling menyapa
Mereka pun pergi duduk sambil minum teh
Alam dan rian asik mengobrol dan anggi, sarah dan dhina pun hanya duduk saja
Menunggu ardha.
Ardha pun tiba di kediaman keisya
Tok tok tok
"Assalammualaikum, "ucap ardha
"Waalaikumsalam"balas keisya
Meski belum masuk islam ia sudah belajar tentang hukum islam.
"Masuk bang"ujar kei mempersilah kan ardha masuk
Ardha pun mengangguk
"Pagi om, tante"sapa ardha
"Pagi juga ardha"balas papa kei
Mama nya pun hanya mengangguk
"Ardha mama merestui kalian tapi kamu harus janji, kamu harus mencintai kei dan membahagiakan nya"ujar mama kei
"Insyaallah maa"balas ardha
Manya pun langsunh tersenyum
"Ardha, mulai sekarang nama keisya adalah KEISYA FATMA karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang muslim, "ujar papa kei sambil mengelus ngelus kepala putri semata wayang nya itu
__ADS_1
"Iya om"balas ardha
Keisya pun tersenyum dengan malu malu
"Ya sudah berangkat yuk, nanti kesiangan, maa papa berangkat ya"ujar papa kei berpamitan pada istri nya itu
Mama kei pun mengangguk.
"Saya berangkat dulu tantee, assalamualaikum, "ucap ardha mencium tangan mama kai.
Ia pun tersenyum.
"Maa kei berangkat ya, restui kei ya maa"ujar kei berpamita
Mama pun mengangguk dan ia pul langsung memeluk putri nya itu
"Hati hati ya sayang"ucap nya.
Keisya pun mengangguk.
Merekapun segera berangkat
Sesampai nya di rumah arsha
Mereka semua pun berangkat bersamaa
Setelah perjalan lebih dari dua jam akhir nya mereka pun sampai di pesantren almarhum ustad irfan kakek ardha dan dhina
Mobil pun masuk ke parkiran pesantren
"Assalammualaikum,"ucap ardha dan dhina memberi salam.
"Waalaikumsalam"balas ustad dan para pengurus pesantren.
Ardha dan dhina pun langsung menyalami semua tetua.
"Subhanallah zaraa famii, kalian masih hidup, "ujar bibik ustadzah tersentak
Ia pun langsung memeluk anggi yang saat itu ia kira zara, ustadzah itu pun langgsung menangis di pelukan anggi.
"Maaf saya bukan zara, saya anggi mertua nya dhina dan ini suami saya alam bukan fahmi, "ucap anggi
semua pun langsung terdiam mereka masih ridak percaya.
"Iya nek, mereka mertua dedek"ucap dhina
Melerai kesalah fahaman tersebut.
Mereka pun mengangguk
Mereka pun langsung berkumpul di ruang aula pesantren.
"Kek, ini om alam dan tante anggi, mereka orang tua angga suami dedek"ujar ardha
"Maaf tadi langsung peluk tanpa mendengar penjelasan nya"ucap ustadzah.
anggi pub mengangguk dan tersenyum.
Setelah membicarakan acara besok pagi mereka pun pergi beristirahat.
Dikamar.
"Dhin,apa acara nya besok akan lama, "tanya angga
"Enggak kok hanya beberapa jam saja"jawab dhina
"Apaaa!! Beberapa jam saja"ujar angga terkejut.
Gubrak..
Angga pun langsung menjatuhkan diri ke atas ranjang
"Hahaaa!! "Dhina tertawa melihat tingkah angga.
Mereka pun segera pergi tidur
Setelah pejalan yang cukup lama membuat dhina dan angga kelelaha
"Ana mau tidur juga capek"ucap dhina
Ia pun langsung tidur menghadap angga dan memeluk angga ia tidur di lengan angga yang kekar.
"Apa sih dhin, sakit tau, "ujar angga
"Diam aah, ana mau tidur, kakak juga pergi tidur sana, selamat malam"ucap dhina
Cupp
Dhina pun mengecup bibir angga dengan manja
"Haahhh!! "Angga hanya bisa menghela nafas.
__ADS_1
Mereka pun langsung terlelap dalam tidur nya..
**
"Kak bangun, sudah waktu nya sholat subuh, "ujar dhina membangun kan
"Apa sih aahh, kan kamu tau aku gak pernah sholat"jawab angga
"Ia ana tau, tapi sekarangkan kita bukan lagi di rumah tapi pesantren, kalau kakak gak turun nanti semua orang nanyain"ucap dhina menarik selimut angga
"Iya iyaaa aku banguun.,, cerewet banget "celoteh angga mengomel.
Dhina pun hanya tertawa kecil melihat sikap angga
Meraka pun berkumpul di masjid pesantren
Untuk melaksanakan sholat subuh ber jama'ah.
"Dhin, dimana angga"tanya anggi
"Kak angga masih mengambil wudhu ma"jawab dhina
Anggi pun tersenyum
"ALLAAHU AKBAR"ucap pak imam memimpin sholat
Semua pun mengikuti nya.
Angga pun lari tergesa gesa sebab ketinggalan.
"Akhir nya "gumam angga senang saat tiba di dalam masjid
Ia pun segera menyusul sholat.
"ASSALAMUALAIKUM WARAHMUTULLAH"ucap pak imam
Setelah berdoa mereka pun bersalaman.
"Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatu"ucap pak ustad
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu"balas para jama'ah bersamaan
"Sekarang langsung aja kita mulai acara nya ya. "Ujar ustad.
"Iya"jawab semua orang.
Keisya dan ardha pun mendekati pak ustad.
"Nak keisya, sebelum saya mulai acara nya saya ingin bertanya sekali lagi, nak keisya ingin masuk islam dan menjadi seorang muslim itu karena niat dari hati atau ada yang memaksa.. "Tanya nya.
"Itu niat dari hati saya sendiri pak ustad, tanpa pemaksaan"ujar keisya.
"Alhamdulillah"balas ustad
Akhir nya acara pun di mulai.
*kini keisya sudah masuk agama islam dan menjadi seorang muslim dan muslimah.
Semua pun terlihat senang terutama papa nya keisa.
"Sekarang Kita langsung saja lanjut ke acara selanjut nya, ya itu ijab qobul"ucap pak ustad
ardha dan keisya pun langsung menghampiri pak penghulu.
penghulu pun menjabat tangan ardha dan mengucapkan ikran
Ardha pun melanjut kan ucapan pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawin nya keisya fatma binti budi handoyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat lima puluh gram emas di bayar tunai, "ucap ardha dengan sangat lantang
"Sah"ujar penghulu
"Saah"balas semua orang
"Alhamdulillah"ucap penghulu
Keisya pun langsung mencium tangan ardha dan ardha membalas dengan mencium kening keisya dengan mesra
Penghulu pun membacakan doa
Keisya terus memandang ardha
Ia masih tidak percaya pria di samping nya kini sudah sah menjadi suami nya.
Dhina, anggi, sarah, alam, rian dan pak budi ayah keisya
Mereka merasa terharu dan lega
Mereka pun menangis meneteskan air mata kebahagian.
..
__ADS_1