Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
Kejutan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Angga sudah keluar hotel tanpa sepengetahuan Dhina.


"Hemm,"gumam Dhina saat bangun tidur.


Ia pun langsung bangkit dari tempat tidur nya.


"Emm, kemana kak Angga?"ucap nya pelan, ia pun melihat sekeliling kamar bahkan sampai kebalkon kamar.


derrtt..


Ponsel dhina berdering.


"Ah, siapa pagi-pagi menelfon ana?"ujar nya.


Dhina pun berjalan ke arah tempat tidur.


"Assalammualaikum,"ucap nya via telfon.


"Wa'alaikummasalam sayang,!"jawab seseorang di seberang telfon.


"Abii? abi dimana?"tanya nya


"maaf yaa, abi pergi enggak bilang dulu, tadi ada urusan mendadak, tadi umi tidurnya nyenyak banget, jadinya abi gak tega banguninnya."ujar angga.


"oh,iya gak apa-apa bik,! nanti malam abi mau makan apa? biar umi pesankan,"tanya dhina.


"Umi enggak usah masak apa-apa,beli aja makanan nya untuk umi sendiri?"ucap angga


"kenapa bi?"tanya nya sedikit bingung.


biasa nya angga selalu ingin makan berdua dengan nya.


"Umi gak usah nunggu abi ya, mungkin abi pulang terlambat?"celetuk angga.


"Ya udah abi tutup dulu ya telfon nya, assalamualaikum,"ucap Angga.


"Wa'al......


belum selesai dhina menjawab ucapan angga, Angga sudah terlebih dahulu mematikan ponsel nya.


"Wa'alaikummasalam.."sambung nya lagi.


Dhina sedikit cemas dengan kelakuan suami nya itu.


***


Di salah satu mol terkenal di bali.


angga dan viona sedang berjalan berdua menuju toko berlian.


angga dan viona pun masuk kedalam.


"Selamat pagi pak buk,ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan toko.


"emm, saya ingin mencari cincin yang sederhana namun tetap elegan."ujar angga.


"baik pak,silahkan di tunggu."ucap pelayan toko.


angga pun mengangguk.


viona terlihat asik melihat-lihat dan sesekali melihat sepasang Kalung berbentuk hati.


"ini pak, cincin ini sederhana namun tetap terlihat elegan dengan batu rugi merah di bagian tengah."ujar pelayan toko memberikan.


angga pun mengambil cincin itu dan mengamatinya dan senyum kecil terukir di bibir nya.


"Vi.." panggil angga.


"Ah, iya,"Viona pun menghampiri nya.


"maaf, bisa jujur kan tangan mu?"tanya angga sedikit Ragu-ragu.


"Ah,oh, iyaa.."jawab viona sambil memberikan tangan ya.


Angga pun menyematkan cincin itu di jari viona.


viona pun terkejut.


"Astaga..angga membelikan ku cincin,!"batin nya kegirangan.


"Apa ini indah?"tanya angga.

__ADS_1


viona pun mengangguk.


"iya indah, aku suka."jawab viona tersenyum.


"sudah ku kira,pasti cocok!"ucap angga bahagia.


"oh iya mbak, tong bungkus cincin ini dan sepasang Kalung itu."ujar angga sambil melepas cincin di jari viona.


"kenapa di lepas, bukan nya ini untuk ku,"batin viona kecewa.


"ini pak,"ucap pelayan toko.


"berapa mbak semua nya."tanya angga.


mengambil dompet nya.


"total semuanya, 88.000.000 pak!"ujar pelan toko.


angga pun langsung membayar nya.


setelah selesai mereka pun bergegas keluar toko.


"kita ke CAFE yuk,ngopi ngopi, sudah lama kita tidak pergi minum kopi, setelah lulus kuliah."ujar angga.


"Iya, !"balas viona..


"pelayan."panggil angga.


pelayan Cafe pun menghampiri nya.


"mocalate dingin dua ya, itu aja?"ujar angga.


"baik pak silahkan di tunggu."ucap nya.


angga pun mengangguk.


Angga pun mengeluarkan sebuah kotak.


"Ah, ap-appa angga akan menyatakan cinta nya padaku "batin viona girang.


"makasih ya hari ini lo sudah mau nemenin gue keluar,"ucap angga.


"ini buat lo,"sambung nya lagi.


"ini untuk tanda terimakasih gue, gue harap lo menemukan pria baik dan memberikan sebelah kalung ini untuk nya."ujar angga sambil memberikan kotak berisi kalung.


Viona tertegun diam tanpa kata di wajah nya terlihat raut kecewa.


"vii, lo gak kenapa - napa kan?"panggil angga menepuk pundak sahabatnya itu.


viona yang sedari tadi melamun pun terkejut.


"Ah, iya gak apa-apa,! makasih ya buat kalung nya."ucap viona dengan hati kesal.


angga pun mengangguk dan tersenyum.


"Ini pak,"ucap pelayan Cafe menghentikan obrolan mereka berdua.


angga pun langsung menikmati minumannya.


"Maaf ya Vi, aku gak bisa antar kamu pulang,soalnya aku masih ada urusan di luar,"ucap angga.


angga pun melambaikan tangan pada pelayan dan membayar pesanannya.


"Duluan yaa, makasih buat hari ini,"ucap angga.


viona pun mengangguk.


Angga pun bergegas pergi meninggalkan Viona sendiri.


Viona terus memandangi pundak pria yang pernah ia cintai.


"Kak, apa lo sudah melupakan semua kenangan kita dulu,kita sudah bersama selama lima tahun,dengan mudahnya lo melupakannya, elo bersama wanita itu baru satu tahun tapi lo melupakan hubungan kita selama lima tahun..!"ucap viona pelan.


"Gue, viona akan buktikan dalam setengah tahun gue pasti akan buat lo mencintai gue lagi, dan meninggalkan wanita aneh itu yang elo sebut istri.."sambung nya menggertak kan dengan kesal.


ia pun langsung pergi dari Cafe.


***


malam hari.

__ADS_1


Dhina terlihat gelisah dengan berjalan mundar mandir(bulak balik).


"Kemana kak angga pergi, seharian enggak ada ngabarin ana,bahkan perginya pun engak bilang-bilang,"gumam dhina dengan cemas.


derrtt..derrtt. ..


ponsel nya pun berdering.


"Halo, assalamualaikum,"ucap nya via telfon.


"sayang,sekarang kamu turun ya,"ujar angga di seberang telfon.


"Abii, abi dimana sekarang?"tanya nya.


"sekarang kamu turun dan pergilah ketaman belakang hotel, abi tunggu ya!"ujar angga menutup telfon.


"Abii,!!


belum selesai dhina bicara.angga sudah terlebih dulu menutup telfon nya.


membuat dhina menghela nafas dalam-dalam.


"ada apa sih dengan abi, kenapa tiba-tiba bersikap seperti itu?"gumam dhina bingung.


Ia pun bergegas mengenakan hijab lengkap dengan cadar nya dan meraih ponsel nya.


Dhina pun langsung turun menuju life.


Sesampai nya di lobi hotel,ia pun langsung keluar hotel menuju taman.


Sesampai nya di taman hotel,ia langsung mencari angga.


"Dimana abi? kenapa taman disini sangat gelap ya?"celetuk nya.


kreekkk..


Dhina pun terkejut dan memutar tubuhnya.


"Abii!"panggil nya dengan nada takut.


"Abii, dimana?"panggil nya.


Namun angga tidak menjawab panggilan nya.


Drap..Drap..


Lampu taman mulai menyala satu-satu dengan warna-warna yang indah.


Perasaan dhina yang tadi ketakutan berubah kagum saat lampu taman menyala dengan indah dan kembang api bertaburan dilangit bak bintang berwarna.


Angga yang datang tiba-tiba langsung berlutut dihadapan dhina dengan seikat karangan bunga mawar merah.


Dhina pun terkejut.


Angga pun memberikan bunga tersebut dengan tersenyum.


Dhina mun menerima dengan senyuman haru di bibirnya.


Angga pun mengeluarkan sebuah kotak kecil berbentuk hati dari dalam kantong jas nya.dan membuka nya.


"Selamat ulang tahun pernikahan,makasih buat semuanya selama ini, maaf abi terlambat memberi kejutan nya.?"ucap angga mengambil cincin dan menyematkan nya di jari manis Dhina.


para pelayan hotel pun keluar dari tempatnya dan menaburi mereka dengan kelopak mawar ini.


pelayan tersebut ikut bagian dalam kejutan angga.


Dhina pun tersenyum dengan air mata menetes di sudut matanya.


Angga pun berdiri dan mengusap air mata dhina dengan lembut.


"Jadi Abi keluar seharian ini buat nyiapin semua kejutan ini.??'tanya dhina.


Angga pun mengangguk dan tersenyum.


Dhina pun langsung memeluk Angga.


"Makasih bi, buat semuanya, ana sangat bahagia,"ucap dhina.


Angga pun membalas pelukan istrinya dengan erat.


Para pelayan pun tersenyum dan bertepuk tangan dengan kompaknya.

__ADS_1


malam yang begitu indah bagi dhina.


BERSAMBUNG..


__ADS_2