
kediaman angga..
di dalam kamar.
tok tok tok..
"anggaa!!!"panggil tuan sastra wijaya.
"iya kek,masuk"balas angga.
angga terduduk diam di tepi ranjang.
tuan sastra pun mendekat dan duduk di sebelah angga.
"angga,adalah cucu kesayangan kakek,dan kebanggaan kakek.!kakek tidak mau jika kehidupan cucu kakek hancur karena seorang wanita."ujar tuan sastra.
angga pun tersentak dan menoleh ke arah kakek nya.
"maksud kakek?"tanya angga
tuan sastra pun tersenyum.
"apa kamu tidak curiga.kalian menikah sudah delapan bulan usia kandungan nya pun delapan bulan sedangkan kamu kemarin hanya melakukan nya sekali,gak mungkin kan bisa langsung hamil?"ujar tuan sastra.
"maksud kakek anak yang di kandungp dhina itu bukan anak angga?"tanya angga
"emmm, bisa saja kan,setelah dia melakukan itu dengan mu,dia pun melakukan nya dengan pria lain"ucap tuan sastra dengan senyum sinis nya.
wajah angga kini terlihat memerah menahan amarah.
"ya sudah pergi lah tidur,toh istrimu itu besok baru kembali."ucap tuan sastra meninggal kan angga dan segera pergi keluar.
di luar pintu kamar.
"anggaa,di dunia ini ,kakek hanya memiliki kamu saja,kakek tidak mau jika kamu menjauhi kakek,gara gara gadis Dan kedua orang tua nya itu membuat mu jauh dari kakek,jadi kakek terpaksa membuat mu berpisah dengan mereka..kalian harus berpisah!!"gumam tuan sastra pelan.
ia pun berlalu meninggal kan kamar angga.
di dalam kamar angga masih duduk terdiam di atas tempat tidur nya.
"besok aku harus tanya dhina,dan minta penjelasan nya."batin angga.
ia pun segera pergi tidur dengan banyak pertanyaan di otak nya.
***
pagi hari nya.
angga sudah bersiap untuk pergi kerja.
kleekk. .
dengan berlahan dhina pun membuka pintu kamar.
"pagi bii. ."sapa dhina.
"pagi!!"balas angga dengan dingin nya.
dhina mengangguk.
ia pun membuka lemari pakaian dan mengambil kan angga dasi dengan lembut ia pun memasang kan nya di leher angga.
"kok sudah pulang?"tanya angga lagi.
"gak apa apa kok,ummi kan tempat bang ardha cuma antar abi dan ummi aja."jawab dhina tersenyum saat memandang wajah angga.
"nah sudah,"sambung dhina tersenyum.
dhina pun bergegas membuka hijab nya.
"bii,ana akan pergi mandi,jika abi sudah lapar,turun dan sarapan lah duluan.."ujar dhina sambil mengambil baju ganti nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"TUNGGUU!!!..."panggil angga
dhina pun langsung menghentikan langkah nya dan berbalik.
"iya bii..!!"jawab dhina
__ADS_1
"ada yang ingin ku tanyakan,kemari Lah " ucap angga
dhina pun mengangguk.
ia pun berjalan mendekat dan duduk di samping dhina.
"ummi,sekarang ummi sudah hamil berapa bulan ?"tanya nya.
"delapan bulan bii,"jawab dhina tersenyum.
"dan kita sudah menikah berapa lama lama?"tanya nya nya
"kita sudah menikah selama delapan bulan bii,masa abi lupa siah " balas dhina sedikit bingung dengan sikap angga.
"ada apa bi,kenapa abi bertanya seperti itu,"tanya dhina.
angga pun memegang tangan dhina dengan erat.
"lalu.....lalu yang di kandungan ummi sekarang ini.........!!!anak siapa??"tanya angga terbata bata.
dhina pun tersentak ia pun segera berdiri dari tempat duduk nya.
"apa!!!apa maksud abi?"tanya dhina sedikit bingung dengan ucapan angga.
"kamu hamil sudah delapan bulan dan kita menikah baru delapan bulan?tapi kenapa kamu sudah hamil??'"ujar angga membentak.
"apa ini bii,?apa maksud abi,?ana gak ngerti,??"ucap dhina.
air mata mulai menetes dari pelupuk mata dhina.
"aku mauu!!!..setelah anak itu lahir kamu harus meninggal kan nya."ucap angga dengan kasarnya.
"ini anak abi?.ini darah daging abi,?ana gak bisa ninggalin anak ini..!"balas dhina dengan tegas.
ia pun langsung berlari ke luar kamar.
"ummiii,tungguuu,,berhenti sekarang??"panggil angga.
dhina terus berlari tanpa menghiraukan panggilan angga.
ia pun berlari ke arah tangga.
"AAAAHHKK. !!!!"jerit dhina.
tubuh dhina terus bergulir di atas anak tangga.
tanpa sengaja angga mendorong dhina hingga terjatuh.
"ummmiiii? ??"teriak angga dari atas.
BRUUGG. ..
tubuh dhina terjatuh ke lantai dengan benturan sangat kuat.
angga pun segera berlari turun.
"ummi bangun,maafin abii?"ujar angga memeluk tubuh dhina.
dengan cepat ia punmembawa dhina ke RS (rumah sakit).
Sesampai nya di rumah sakit.
"dok!!!..tolong istri saya dok,tolong selamat kan dia dan anak ??"pinta angga.
"insyaallah pak,kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk istri dan anak bapak!!"balas dokter tersebut.
"sus!!!..siap kan ruang operasi, kita harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan ibu dan anak nya.."ucap dokter dengar serius.
para suster dan dokter kini sibuk satu persatu dokter bedah masuk kedalam ruangan operasi..
***
dengan cemas angga menunggu di depan ruangan.
setelah angga menelpon ardha.kini angga ada sedikit rasa takut.
drapp drapp...
__ADS_1
suara langkah kaki.
terlihat ardha,fahmi,zara dan keisya berlari mendekat membuat angga semakin cemas..
DUUAAG..
dengan keras nya ardha meninju pipi angga.
"apa yang udah lo lakuin sama adik gue,kenapa dedek Bisa jatuh dari tangga dan sekarang harus menjalani operasi? ?"tanya ardha.
angga hanya terisak-isak.
"jawab looo? jangan hanya diam..?"bentak ardha.
namun angga tetap terus diam.
ardha terus memukul angga dengan penuh amarah.
zara pun menangis dengan sedu.keisya terus berusaha menghibur nya.
"sudah cukup!!!"ucap fahmi melerai.
"sekarang kita ini sedang di rumah sakit??jadi bisa gak kita omongin masalah ini lagi di rumah?"sambung nya.
ardha pun dengan kesal melepas tangan nya dari kerah baju angga..
KLEEKK...
dokter keluar dengan wajah yang terlihat kurang puas.
ardha dan fahmi pun segera menghampiri dokter tersebut.
"dokter!gimana keadaan adik dan anaknya? apa mereka tidak apa-apa? ?"tanya ardha dengan cemas.
"maaf pak,kami sudah berusaha keras?tapi kami tidak bisa menyelamat kan bayi nya."ujar dokter tersebut.
"apa maksud dokter. ?"tanya fahmi.
"karena terjadi benturan yang sangat keras pada bagian perut nya!!membuat bayi nya meninggal di dalam? ?"balas dokter tersebut.
"TIDAAAK. .!!!!"jerit angga.
syuutt. .
tubuh angga terjatuh lunglai di lantai.
zara dan keisya menangis dengan sendu.
ardha dan fahmi terenyut(syok) saat mendengar hasil operasi.
ardha pun langsung melihat ke arah angga dengan penuh amarah.
ia mengepal kan tangan nya dengan kuat.
ia pun berjal
nya menghampiri angga.
"ini semua gara-gara lo. .?gara gara lo adik gue kehilangan bayi nya, yang sebentar lagi akan lahir,hanya satu bulan lagi,dhina begitu mengharap kan nya..tapi sekarang bahkan dia belum melihat bayi nya,dia sekarang sedang berusaha melawan takdir antara hidup dan mati di dalam sana!!!!.."bentak ardha.
ia pun memukul angga dengan sangat kuat.
namun angga tetap diam dalam tangis nya.
"sudah sudah,kamu harus sabar?sekarang kita lihat dedek dulu?"acap fahmi.
ardha pun mengangguk.
angga pun berjalan mengikuti mereka dengan langkah lunglai. ..
"lo jangan ikut,diam disini??mulai sekarang lo jangan deketin adik gue lagi,setelah sehat gue akan bawa dia bersama gue dan gue akan kirimkan surat perceraian kalian.?"ucap ardha.
fahmi hanya menepuk pundak angga.
"angga maafin ardha ya,dan maaf mama dan papa gak bisa bela kamu,karena menurut papa di sini yang salah itu kamu??"ujar fahmi.
"ia paaa " jawab angga
__ADS_1
fahmi dan yang lain pun pergi masuk kini hanya angga yang berdiri lemah di luar.
ia masih tidak percaya kejadian apa yang barusan terjadi..