
Mata Dhina masih terpaku,ia masih tidak percaya dengan yang apa ia lihat.
"kakak!!"gumamnya tersentak.
"kak Angga?apa yang kakak lakukan di sii...!"ucapan nya terhenti saat tangan kekar Angga menutup mulut nya dengan lembut.
mata mereka pun saling bertemu dan saling memandang.
Angga yang tidak dapat lagi menahan rasa rindu nya pun langsung memeluk dhina dengan erat.
"Kak,ana sangat merindukan pelukan kakak,"batin Dhina
"Ummi abi sangat merindukan ummi,"ujar Angga dengan keadaan masih memeluk Dhina.
dhina hanya diam tanpa membalas pelukan angga dan tanpa sepatah kata pun terucap dari bibir indah nya.
Dhina pun langsung mendorong Angga dengan keras dan membuat Angga terjatuh ke lantai.
"Kakak merindukan ana,tapi apa kakak juga merindukan anak kita?"tanya Dhina dengan nada sedikit sendu.
Angga pun tersentak kaget mendengar pertanya dhina.
"Aku!! aku minta maaf? aku tidak bermaksud melukai anak kia"ucap nya terbata bata.
"Kakak bukan hanya melukai nya,tapi kakak sudah membunuh nya.kenapa kakak bisa sekejam ini!!"ujar dhina dengan nada membentak
"aku!!"gumam angga
ia tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat kemarahan di mata dhina.
"jika kakak dari awal memang tidak menginginkan anak ini,kakak bisa jujur sama ana? tapi apa,bahkan sebelum dia melihat dunia ini kakak sudah merenggut kehidupan nya,kakak tidak pantas menjadi seorang suami bahkan kakak pun tidak pantas menjadi seorang ayah,"teriak dhina dengan keras.
angga pun tersentak,ia belum pernah melihat kemarahan dhina yang sebesar ini.
"MAAF!!!"hanya ucapan itu yang terus keluar dari mulut angga.
"sekarang ana mohon,kakak pergi dari sini?"ujar dhina dan memalingkan wajah nya.
"apa ummi begitu membenci abi?"tanya angga.
dhina tidak langsung menjawab nya.
"ummi?,panggil angga
"ana tidak membenci kaka,ana sangat mencintai kakak"?jawab dhina dengan tegas.
angga pun tersenyum mendengar jawaban dhina
ia pun langsung ingin memeluk dhina,namun dengan keras dhina menolak pelukan dari angga.
angga pun terlihat sedikit bingung.
"itu dulu,sekarang cinta ana sudah terkubur rapat bersama anak kita!!"sambung dhina.
"sekarang ana mohon,sebelum ada orang yang datang,ana mohon kakak cepat keluar dari kamar ana " ucap dhina
"abi sangat mencintai ummi,abi tidak ingin pergi jauh dari ummi!"balas angga yang tetap keras kepala.
"KELUAARR!!!.."teriak dhina.
ia pun segera mengambil gunting yang tergeletak di atas meja kamar nya.
angga pun terkejut melihat sikap dhina
"apa ummi begitu membenci ku, hingga ummi puntidak ingin lagi aku dekat dengan mu,semua ini memang salah ku,tapi kenapa ummi ingin aku menjauhi ummi " batin angga.
__ADS_1
air mata dhina mulai mengalir dari.angga pun segera menghampiri nya dan berusaha mengusap air mata nya.
"KELUAAAR,,ana bilang keluar,"ucap dhina menunjuk ke arah jendela.
angga pun kehabisan kata kata.
ia pun berjalan mendekati jendela dengan langkah lunglai..
"TUNGGUU! !!"panggil dhina.
angga pun menghentikan langkah nya dan langsung berbalik.
"iya umi " tanya nya dengan penuh harapan.
"besok!! besok bang ardha akan mengirimkan surat perceraian kia"ucap dhina dengan kepala yang tertunduk.
ternyata ia berusaha menutupi kelemahan nya dari angga.
angga pun langsung memeluk dhina.
"abi tidak akan membiarkan ummi meninggalkan abi,abi akan berjuang untuk tetap mempertahankan pernikahan kita,meski bang ardha menghabisi abi,,ummi tunggu aja,abi pasti kembali?"ujar angga dengan penuh keyakinan.
ia pun langsung pergi meninggal kan dhina.
setelah angga pergi
dhina pun langsung tertunduk lemas.
"hiks-hiks.."tangis nya terdengar sangat sendu.
bagi yang mendengar tangisan dhina pasti akan merasakan kesedihan mendalam yang dhina rasakan sekarang.
***
pagi hari.
tok tok tok
tapi tidak ada jawaban.
"deek..!dedeek??"panggil nya lagi namun masih tetap tidak ada jawaban.
zara pun mulai cemas.
dengan cepat ia pun berlari ke kamar nya untuk mengambil kunci cadang.
tak tak tak..
suara laci yang terbuka tutup.
zara pun terus mencari kunci cadang.
"yaa allah dimana kunci nya"ucap nya pelan dengan wajah penuh kecemasan.
ia terus mencari.
sreekk...
ia pun membuka salah satu laci di lemari pakaian nya.
"ALHAMDULILLAH YA ALLAH!!!"ucap nya penuh syukur.
ia pun bergegas lari kekamar dhina.
dan ia pun berusaha membuka kunci.
__ADS_1
kleekk.
akhir nya pintu kamar terbuka.
"dedeek! !!"panggil nya.
ia pun tersentak saat melihat dhina yang sedang duduk di depan meja rias nya.
"ummiii..?"ucap dhina tersenyum
zara pun terlihat lega setelah melihat senyum putri nya itu.
"kamu mau kemana sayang,?"tanya nya.
"ana mau pergi kerja di kantor bang ardha?tadi malam dedek sudah memberi tahu bang ardha,dan bang ardha setuju buat dedek kerja di kantor nya?"jawab nya.
zara pun langsung memeluk putri nya dengan erat.
"alhamdulillah..!!akhir nya dedek ummi sudah kembali " ujar nya menahan tangis.
"ya sudah ummi,ana berangkat dulu ya,assalamualaikum. ."ucap dhina sambil mencium tangan zara.
tanpa sadar air mata zara menetes.
"waalaikumsalam. .?'balas dhina
"alhamdulillah ya allah,ana tau jika putri ku itu adalah seorang wanita tangguh."batin nya tersenyum haru.
sesampai nya di kantor .
para karyawan pun terlihat heran saat meliha penampilan dhina.
"assalammualaikum, selama pagi,?"sapa dhina pada salah satu pegawai ardha.
"selamat pagi buuuk "balas mereka
dhina pun langsung menuju ruang kerja ardha.
tok tok tok..
"assalammualaikum.."ucap dhina mengetuk pintu ruangan ardha.
"waalaikumsalam!! masuk? "jawab ardha
dhina pun segera masuk.
"pagi bang ?"sapa dhina ia pun tersenyum kecil di balik cadar hitam nya.
"ALHAMDULILLAH.."balas ardha.
"mulai sekarang dedek jadi sekretaris abang ya?"ujar ardha.
"iya bang,ana akan berusaha dengan keras,"ucap nya.
"mulai sekarang dedek harus melupakan semua nya,dedek harus bangkit."ujar ardha sambil mengusap lembut kepala dhina.
dhina pun mengangguk dan tersenyum
"iya bang..'"ucap dhina.
"mulai sekarang aku akan membuat dedek melupakan angga,keluarga sastrawijaya dan masa lalu nya..?"batin ardha.
ardha begitu sangat membenci angga.
ia bertekat akan membuat dhina dan angga berpisah.
__ADS_1
BERSAMBUNG