
Tok.. Tok.. Tok..
"Keii, buka pintu nya sayang,, "panggil papa nya sambil mengetuk pintu kamar kaisya.
Klekkk..
Kei bun membuka kan pintu..
"Anak papa ni kenapa sih, dari tadi mengurung diri aja,, "tanya papa membelai lembut kepala putri satu satu nya itu.
"Coba cerita sama papa, kenapa sih,"sambung nya..
"Paa, kei sangat mencintai bang ardha, kei enggak bisa kalau harus berpisah seperti ini. "Ujar kei lirih
Ia masih sangat sedih dengan kejadian tadi.
"Kalau begitu kejar lah, kalau kei benar benar serius, jangan buat dia meninggal kan tuhan dan agama nya.. "Ucap papa.
Kei pun tercengang dan menatap wajah papa dengan tatapan bungung.
"Maksud papaaa?? "Tanya nya sedikit bingung
Papa pun tersenyum.
"Kejar lah dia, jangan pernah membuat orang lain meninggal kan agama nya demi seseorang, papa gak mau buat lamu menyesal nanti, karena papa sampai sekarang maeih menyesal. "Balas papa sedikit sedih.
"Papa menyesal..! karena apa? "Tanya kei penasaran.
"Papa dulu ber agama seperti ardha, nenek dari mama tidak merestui hubungan kami, tapi papa sangat mencintai mama mu, akhir nya nenek memberi syarat agar papa ikut keyakinan mama mu dan papa pun setuju, sampai sekarang papa masih menyesal, jadi papa tidak ingin kei menyesal seperti papa,,, papa merestui kalian... "Ujar papa tersenyum
Keisya pun langsung memeluk papa nya
"Tapi mama paa"Tanya Kei khawatir
"Tenang saja mama biar papa yang urus.. "Balas nya.
keisya pun mengangguk.
Ia pun mengambil kunci Mobil dan pergi..
...
Kediaman angga.
Di dalam kamar
Kini angga sudah mulai mencintai dhina.
Entah kenapa sekarang sikap dhina sering berubah ubah.
Kadang pemarah, manja, pendiam.cerewet.
Terrkadang angga pun kewalah menghadapi sikap dhina.
"Kak ana pengen makan do suapin kakak.. "Ujar dhina dengan manja.
"Ihh, manja banget sih, kaya anak kecil aja, "ucap angga menggelengkan kepala nya.
Angga pun menyuapi dhina makan.
"Makasih kakaaak,, "ucap dhina dengan tawa lecil...
"Hemm,,"guman angga mengangguk.
Derrtt.. Derrtt..
__ADS_1
Ponsel dhina berdering.
"Halo assalammualaikum,, "ucap dhina via telfon.
Prakk..
Handphone dhina langsung terjatuh setelah menjawab panggilan.
Angga pun terkejut dan langsung berdiri.
"Astaghfirullahal adzim.. "Gumam dhina sambil menangis.
"Dhin,, dhinaa kamu kenapa,, "tanya angga sedikit cemas..
Dhina pun langsung mengambil kunci mobil angga ia pun pwrgi dengan terburu buru.
"Dhinaa tungguuu, "panggil angga
Namun dhina tetap tidak menghentikan langkah nya.
"ada apa dengan dhina. Kenapa begitu cemas setelah menerima panggilan telfon.
Dhins pun mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Dhina langsung masuk ke dalam rumah sakit dengan tergesa gesa.
"Abaang,, "panggil dhina saat masuk sebuah ruangan.
"Dedeek,, "jawab ardha.
Dhina pun langsung menghampiri nya
"Abang gak kenapa napa kan.. 'Tanya dhina dengan cemas.
Ardha pun tersenyum..
"Alhamdulillah"ucap dhina dengan lega.
"Dek, tolong telfon keisya untuk abang ya.. "pinta ardha.
Dhina mengangguk dan tersenyum.
...
Derrttt.. Derrtt..
Ponsel kisya berdering.
"Bang ardha"gumam keisya saat melihat layar ponsel nya.
"Halo, "jawab keisya via telfon
"Halo ukhti ini dhina,, Abaang!! "Ucap dhina dwngam nada khawatir.
Kei pun langsung cemas setelah mendengar suara dhina yang terdengar sangat khawatir..
"Ada apa dhin, kenapa dengan abang.. "Tanya keisya cemas.
"Ukhti bang ardha kecelakaan.. "Ujar dhina
Keisya pun sangay terkejut.
Setelah mendapat alamat RS yang di tuju
Keisya pun segera pergi ke RS.
__ADS_1
Sesampai nya di RS kei pun langsung mencari ruangan ardha dengan berlari.
Klekkk..
Kei pun masik ke dalam ruangan ardha.
Di dalam ada dhina yang sedang menangis.
"Dhinaa,, apa yang terjadi. "Tanya keisya.
Ucapan nya terhenti saat melihat ardha yang terbaring dengan tubuh tmyang tidak bergerak dan terlihat pucat.
Ia pun langsung berlari menghampiri ardha.
"Bang,, bang ardha kenapa,, "ucap kei dengan mengguncang tubuh ardha.
"Dhina, apa yang terjadi sama abang, kenapa abang dari tadi hanya diam saja.. "Sambung keisya dengan cemas.
Ia pun langsung memeluk tubuh ardha yang terbaring.
Ia pun langsung menangis terisak isak.
"Bang, jangan tinggalin aku, abang jangan seperti ini, kata nya abang ingin menikah dengan kei sekarang abang harus bangun, papa dan mama sudah merestui kita dan abang tidak perlu pindah keyakinan karena demi bisa bersama abang kei yang akan pindah keyakinan, mengikuti tuhan yang selalu abang junjung tinggi keberadaan nya, kei gak tau siapa tuhan abang tapi sekarang kei ingin tau siapa tuhan abang, kei mau ikut masuk islam.. Tapi sekarang abang banguuun,, "teriak keisya dengan sedu..
"Emm, sayang baju ku basah karena air mata mu dan sekarang ini kita lagi di rumah jangan teriak teriak nanti pasien yang lain marah.. "Ucap ardha pelan.
Keisya pun terkejut dan langsung melepas pelukan nya..
"Abang bohongin kei,"tanya keisya cemberut.
Dhina pun tertawa pelan.
"Dhinaa kamu bekerja sama ya dengan abang.kalian sudah bohongin aku.. "Sambung keisya dengan kesal dan langsung memajukan bibir nya yang kecil
Ardha pun tersenyum
"Iya den aku salah, aku mints maaf ya.. "Ucap ardha meminta maaf dengan tawa kecil di bibir nya.
"iihhh, abang jahat.. "Ujar Kei sambil memukul dada ardha dengan kesal.
"Aawww sakiiit,, "teriak ardha meringis...
Kei pun langsung berhenti memukul
"Dimana yang sakit bang,, "tanya keisya sambil menggosok dada ardha bekas ia memukul tadi.
Ardha pun langsung menangkap tangan keisya.
Keisya pun berhenti menggosok.
"Abang ngerjain kei lagii,, iihh abang jahat.. "Ucap keisya.
CUUPPP...
ardha langsung mencium tangan gadis yang sangat ia cintai itu..
Pipi kei langsung merona karena malu.
Dhina yang melihat pun langsung tersenyum.
"Ya allah semoga kebahagiaan mereka ini tidak akan pernah berakhir dan akan selalu bahagia selama nya.. Aamiin.. "Batin dhina
Ia pun tersenyum senang.
"Ehem.. Eheem.. Bagi orang yang sedang Jatuh cinta itu seperti dunia ini milik berdua,, sampai sampai dari tadi dedek di cuekin.. Ya udah deh dedek keluar dulu dedek jadi ini melihat nya.. Daah dedek gak ganggu lagi. "Ujar dhina ia pun berlalu dan langsung keluar ruangan.
__ADS_1
Ardha dan keisya pun tersenyum bahagia..
Kebahagiaan yang tak bisa di ungkap kan dengan kata kata.