Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
menerima


__ADS_3

malam hari!!..


kediaman Ardha..


di dalam kamar..


Ardha sedang mengemasi barang barang nya.


"baang..siapa mereka,kenapa mereka harus mirip ummi..dedek kangeen banget sama ummi.."ucap dhina lirih


Ardha yang sedang sibuk berkemas langsung berhenti saat dhina bertanya tentang dua orang yang mirip dengan orang tua nya itu.!


Ardha pun langsung duduk di samping dhina..


"dedeek..manusia yang sudah tiada itu tidak akan pernah kembali lagi..mereka sudah kembali ke sisi ALLAH...mereka itu hanya mirip..coba dedek lihat ummi kita begitu cantik dengan gamis lengkap dengan hijab dan cadar nya..sedangkan tante anggi itu berbeda..ummi tidak akan pernah mau mengenakan pakaian terbuka seperti tante anggi...jadi gak mungkin itu ummi.."ujar Ardha sambil mengusap lembut rambut dhina.


"tapi kenapa harus mama nya angga,kenapa bukan orang lain.."ucap dhina menangis.


Ardha pun sebenar nya masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat pagi tadi..


"deek..besok abang sama paman akan pergi ke australia.."ujar Ardha.


dhina pun langsung melepas pelukan nya..


"abang mau ke luar negri..!mau ngapain bang..?"tanya dhina.


"ada sedikit masalah dengan perusahaan abi yang di sana..."ujar Ardha


"jadi untuk sementara dedek tinggal dengan bibi sarah ya.."sambung nya.


"tidak usah bang,ana akan tinggal disini sama nenek dan yang lain nya.."balas dhina.


"tapi dedek gak papa kan,.."tanya Ardha


dhina pun tersenyum dan mengangguk..


*cuuppp!!..


Ardha pun langsung mengecup kening adik nya..


"ya udah,,sekarang dedek kemar dan istirahat lah..besok abang pagi pagi sekali berangkat.."ujar arda


dhina pun mengangguk.


"selamat malam baang.."ucap dhina


"malaaam.."balas Ardha twrsenyum.


dhina pun segera kembali ke kamar nya.


.


kediaman sastrawijaya!!


keluarga jaya sedang berkumpul di ruang tengah..


untuk menyelesaikan masalah angga..


"alam,,dasar kamu menantu tidak tahu diri,,angga adalah cucu ku kamu gak berhak mengatur tentang masa depan nya.."ujar kakek.


"angga bukan hanya cucu papa,,tapi dia juga anak kami,kami ingin kehidupan terbaik untuk nya di masa depan,,lagi pun gadis itu cukup terlihat cantik dan baik,,cukup pantas untuk angga.."ucap alam .


"tapi dia gadis miskin,kita juga kan tidak tahu bibit,bebet,bobot nya.."ucap kakek.


"aku sudah mencari tahu tentang gadis itu..mereka adalah anak kembar,mereka memiliki perusahaan di dalam dan luar negri..,mereka adalah anak yatim piatu orang tua nya meninggal saat mereka berusia tujuh tahun ..."balas alam..


angga pun langsung tercengang mendengar semua nya..

__ADS_1


"jadi mereka yatim piatu,,ya allah aku sudah membuat kesalah,aku telah menghancurkan kan kehidupan anak yatim.."batin angga.


ia merasa sangat bersalah..


"pantas saja mereka tidak tahu diri,ternyata mereka tidak ada yang mendidik.."celetuk kakek.


"cukup kakek!!..angga sudah memutuskan,angga akan menikahi dhina.."ujar angga dengan tegas


semua langsung tercengang dengan keputusan angga yang tiba tiba.


"anggaa!!.kamu bodoh yaa..untuk apa kamu mengorban kan masa depan mu untuk gadis kampung itu.."ujar kakek kesal.


"enggak kek..itu semua kesalahan angga,angga yang sudah menghancurkan masa depan dhina..jadi angga harus bertanggung jawab.."balas angga.


kakek pun merasa kesal dengan keputusan angga.


ia pun langsung pergi dan meninggalkan alam dan yang lain nya..


anggi pun langsung memeluk angga..


"mama bangga sama angga,,ternyata anak kesayangan mama sudah dewasa yaa.."ujar anggi.


angga pun langsung membalas pelukan mama nya.


..


pagi hari!!..


Ardha sudah bersiap siap untuk berangkat ke luar negri.


"apa abang akan lama disana.."tanya dhina dengan lesu..


"enggak kok..abang pergi hanya sepekan..."ujar ardha.


"emmmm,,baik lah.."balas dhina.


"pagi bibik.."sapa Ardha.


"pagi juga abang ."balas sarah.


"eh..bibik!! apa bibi juga akan ikut dengan abang dan paman.."tanya dhina terkejut saat melihat sarah ada di dalam mobil


"hehee...enggak kok..bibi hanya mengantar sampai bandara. ."balas sarah tersenyum


dhina pun membalas senyuman sarah..


"berangkat yuk.."ajak rian


ia pun langsung masuk mobil


"abang berangkat ya dek..dedek baik baik di rumah ya.."ucap Ardha.


dhina pun mengangguk..


"hati hati di jalan paman...daaah.."ucap dhina melambaikan tangan.angga dan sarah pun membalas..


ini untuk pertama kali nya angga pergi tanpa dhina...


semenjak orang tua nya tiada..


**


dhina pun bersiap untuk ke kampus..


ia melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang


sesampai nya di kampus ia pun segera pergi ke kelas..

__ADS_1


di tempat parkiran ia bertemu dengan angga..


dhina pun langsing mempercepat langkah nya untuk menghindari angga.


"dhiiin...dhinnaa.."panggil angga.


dhina terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan angga..


"dhinaaa..tunggu sebentar.."panggil angga.


ia berlari mengejar dhina..


dhina pun menghentikan langkah nya.


"dhina..aku mau ngomongin sesuatu dengan mu.."ujar angga


"mau ngomong apa kak..apa kakak belum cukup puas sudah menghancurkan kan kehidupan ana,apa dendam kakak sudah terbalas.."ucap dhina.


"aku ingin minta maaf atas kejadian waktu itu.."ujar angga..


"sudah kak,,ana sudah maafin kakak.."balas dhina..


"kamu tidak marah atau benci dengan ku.."tanya angga dengan semangat.


",ana benci kaka,ana marah,,tapi ummi ana pernah bilang,jika ada seseorang meminta maaf..kewajiban kita adalah memaafkan nya. .sampai sekarang luka yang kakak buat masih terasa sakit nya..."balas dhina.


angga pun hanya terdiam.


"dinaaaa!!.."panggil keisya dari jauh..


"maag kak..ana duluan.."ucap dhina.


ia pun berlalu meninggal kan angga di parkiran.


"iyaaa.."balas dhina.


ia pun langsung menghampiri keisya.


"pagii dhinn."sapa keisya..


"pagi juga ukhtii.."balas nya tersenyum.


krisya melihat ke arah mobil dhina..


"ukhtii kenapa??.."tanya dhina melihat kearah keisya melihat tadi.


"eh,emmm..gak kok gak kenapa napa.."jawab nya dengan gugup.


dhina langsung tersenyum ia mengerti apa yang keisya cari..


"emmm..ituu..."ucap nya terbatas bata.


"nang Ardha.."ujar dhina.


"haah..apa!!"ucap keisya tercengang.


"ukhti cari bang Ardha kan.."tanya dhina.


"ehh..enggak kok.."balas keisya ia langsung memalingkan wajah nya dan


tersenyum kecil..


dhina pun ikut tersenyum.


"apa ukhti kei menyukai bang ardha..kalau memang iya ana akan usahakan supaya mereka bisa dekat.."batin dhina..


mereka pun langsung masuk kelas..

__ADS_1


__ADS_2