Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
Kepercayaan


__ADS_3

Pernikahan Dhina dan Angga sudah hampir dua tahun.


Ardha dan Keisya sudah memiliki seorang putri berusia 9 bulan,putri yang cantik dan lucu.


Kebahagian mereka sungguh membuat orang-orang yang melihat merasa iri.


Mereka menyambut satu Ramadhan bersama-sama dengan penuh kebahagiaan.


Kediaman Ardha.


Mereka semua sedang berkumpul di ruang depan.


"A.a.a.aa!!" gumam Annisa putri dari Ardha dan Keisya.


"Waah, lucunya ponakan kecil bibik!" ucap Dhina sambil mencubit gemas pipi Annisa.


"Sayang,pelan-pelan dong,nanti dedek nya kesakitan kalau ummi cubit gitu pipi nya,?!"ujar Angga menggoda Dhina.


"Abii!!.."ucap Dhina kesal sambil memanyun kan bibir kecilnya itu.


"Hahaa!!" semua orang tertawa melihat tingkah Dhina yang kekanak-kanakan.


"Abii!,coba lihat kak Angga? dia mengejek."ucap Dhina manja pada Fahmi.


Zara dan yang lainnya hanya tersenyum- senyum melihatnya.


"Abii!!.."teriak dhina menghampiri Fahmi dan memeluk dengan manja.


Fahmi pun tersenyum dan berbalas pelukan putri nya itu dengan penuh kasih.


"Iihh, bibi kecil tidak malu dengan Annisa,!"ucap Ardha menambah.


Membuat semua orang tertawa terkekeh-kekeh.


Dhina pun semakin manja pada abi nya.


Angga pun tersenyum kecil.


"Sudah begitu lama aku tidak melihat Dhina sesenang ini setelah menghadapi semua kejadian satu tahun yang lalu, Yang maba membuatnya kehilangan bayi nya,aku harap kamu selalu bahagia sayang,"gunam Angga p..


Dia terus memandangi Dhina dengan penuh kebahagiaan.


***


Tanpa terasa jam Sudah mendekati waktu berbuka.


Didalam kamar Dhina.


Angga masih sibuk dengan laptop nya


kleekk.


Mata Angga langsung tertuju kearah pintu kamar mandi.


Dhina yang saat itu baru selesai mandi hanya mengenakan handuk membuat angga tertegun.


Glupp..


Membuat Angga menelan ludah nya sendiri.


Dhina melihat Angga yang tertegun yang sedari tadi terus memandangi.


"Abii!!.., ingat loh sekarang sedang puasa?"ujar Dhina membuyarkan lamunan Angga.


Angga pun tersenyum kecil.


"Iyaa,iyaa!"jawab Angga.


Dhina pun sengera bersiap untuk turun kebawah.


"Ya sudah umi kebawah dulu ya?"ucap Dhina.


Angga pun mengangguk.


Dhina pun bergegas turun.


Tring..


ponsel Angga berdering tanda pesan masuk.

__ADS_1


Angga pun menghentikan pekerjaan nya sejenak dan melihat ponselnya.


ISI PESAN.


"Sore bang Angga,Viona ganggu enggak niihh?"ucap Viona via pesan.


Angga pun tersenyum kecil membacanya.


Angga pun membalas pesan singkat Viona.


"Enggak kok,aku lagi santai sambil sedikit mengerjakan tugas kantor."balas Angga.


Tanpa Angga sadari dia telah terhanyut dalam pesan singkat dari Viona.


Tok tok tok.


"Abii,turun yuk bentar lagi waktunya berbuka,yang lain sudah menunggu dibawah."panggil Dhina dari luar membuat Angga tersadar.


"Iya sayang, aku akan segera turun,"jawab Angga.


Ia bun bergegas keluar dan turun bersama Dhina.


Yang lain sudah berkumpul di meja makan.


"Sore semua,"sapa Angga.


"Sore juga,"jawab mereka bersamaan


Angga pun langsung duduk.


Dhina dan Keisya sibuk menyiapkan menu berbuka.


Dug-dug.


(suara bedug)


"Alhamdulillah!!"ucap mereka bersamaan.


Setelah berbuka mereka pun pergi sholat berjamaah.


Sedangkan Dhina yang saat itu sedang datang bulan.


Setelah berkemas ia pun langsung pergi keatas.


"Abi,kebiasaan deh, kalau habis kerja pasti engak langsung di beresin lagi!!"gumam Dhina sambil merapikan meja kerja Angga.


Ting.


Pesan masuk.


"Ah,terkejut ana, ternyata ponsel abi,! tapi siapa ya yang kirim pesan di jam segini.?"gumam nya


Dhina mengambil ponsel tersebut dan membuka isi pesan tersebut.


Tanpa ia sadari air matanya menetes dari pelupuk mata nya.


"Astagfirullah..!!Apa ini abi??" Gumam dhina.


"Sayaang,!!"panggil angga dari luar.


Dengan cepat Dhina mengusap matanya dan meletakkan kembali ponsel Angga.


"Iya abii,ana dikamar!!"jawab Dhina.


Angga pun tersenyum dan langsung masuk.


"Abi sudah sholat nya?"tanya Dhina tanpa memandang wajah Angga.


"Lagi sibuk ya istri abi ini,"tanya Angga sambil memeluk Dhina dari belakang.


"Enggak mungkin kak Angga berbuat seperti itu,ana enggak boleh berprasangka buruk dulu,mungkin aja itu hanya candaan nya dengan temannya bisa aja kan!!"batin Dhina.


"Kok diam terus sayang,?"tanya Angga ia pin memutar tubuh Dhina.


"Umi habis menangis?"tanya Angga.


saat melihat pelupuk mata Dhina basah.


"Ahh, tidak apa-apa kok, ana hanya teringat anak kita,"ujar Dhina sambil mengusap matanya dengan cepat.

__ADS_1


"Maaf kak,ana terpaksa berbohong, ana enggak mau langsung menuduh kak Angga tanpa bukti, ana sangat mempercayai nya ya allah! semoga kepercayaan ana ini selalu ada dan tidak akan pernah hilang,"batin Dhina.


Angga pun langsung memeluk Dhina.


"Maafin abi ya,abi belum bisa membuat umi bahagia,"tutur Agga sambil mengecup pelan kening Dhina.


***


Pagi hari.


"Kalian benar akan pulang?"tanya Keisya saat Dhina dan Angga berpamitan pulang.


"Iya kak,tapi kami akan sering-sering datang untuk melihat Annisa,"ucap Dhina sambil mengambil Annisa dari tangan Keisya.


"Annisa harus jadi anak yang soleha dan pintar ya,!"ucap Dhina sambil mencium gemas pipi keponakan nya itu.


"Umi,abi!, ana pulang dulu ya,"Ujar Dhina.


Zara dan Fahmi pun mengangguk dan tersenyum.


Dhina dan pin mencium kedua tangan kedua orang tua nya itu.


"Kalian hati-hati di jalanya?"ujar Ardha sambil menepuk pundak angga.


"Iya bang!!"jawab Angga seraya mengangguk.


Angga dan Dhina pun kembali ke kediaman milik mereka sendiri.


Selama perjalanan Dhina hanya duduk terdiam.


membuat Angga sedikit cemas.


"Sayaang! !"panggil Angga.


Dhina pun menoleh dengan cepat.


"Kamu kenapa sayang,capek?"tanya Angga.


"Enggak kok bii,ana cuma merasa kurang enak badan aja."jawab Dhina


"Ya sudah umi istirahat aja ya?"ucap Anguc tersenyum.


Dhina pun mengangguk.


"Yaa allah kenapa ana masih kepikiran soal isi pesan kak Angga? ana enggak mau kalau ana memiliki prasangka buruk terhadap suami ana sendiri kak Angga.!"batin Dhina sambil memejamkan matanya.


***


ISI PESAN.


Bang,Vii mau jujur ni?


Ujar Viona.


Jujur soal apa Vi?.


Tanya Aangg.


Sebenarnya dari dulu sampai sekarang Vi masih mencintai bang Angga?.


Viona mengungkapkan perasaannya pada Angga.


Angga pun (tersenyum kecil).


Apa kita bisa kembali seperti dulu?


Tanya Viona lagi.


Tapi abang sudah menikah.!


Vi rela kok kalau Vi jadi yang kedua.


Balasnya sembari tersenyum kecil.


Hmm,abang pikirin dulu yaa?.


Jawab Angga.


Dhina masih mengingat isi pesan tersebut.

__ADS_1


Membuatnya sedikit kecewa pada Angga.


.BERSAMBUNG.


__ADS_2