
Hari ini adalah hari dimana persidangan perceraian dhina dan angga.
di luar ruangan angga terduduk lemas dia masih tidak percaya jika pernikahan antara diri nya dan dhina akan berakhir seperti ini.
"kakeek..! apa angga telah berbuat salah selama ini,yang membuat dhina tidak bisa untuk kembali bersama angga??."tanya nya pada tuan sastra yang saat itu duduk di samping nya dengan senyum penuh kemenangan.
"tidak cucu ku,! kamu tidak bersalah,semua itu salah wanita itu dan keluarga nya.."jawab tuan sastra
angga pun langsung memeluk kakek nya itu.
"hari ini kakek sangat bahagia,karena kamu akan bercerai dengan wanita sialan itu..!!"batin tuan sastra dengan senyuman licik nya.
..tak..tak..tak..
(suara langkah kaki)
ardha pun datang bersama dhina,zara,dan fahmi.
mereka berusaha untuk menyemangati dhina dan membaringkan nya suport.
angga yang saat itu melihat dhina datang pun langsung beranjak dari tempat duduk nya.
ia pun langsung menghampiri nya.
namun dengan sigap ardha menghentikan langkah angga.
"jangan per-naah kamu mendekati dedek lagi,karena Aku tidak ingin kehidupan adik ku semakin menderita..!!"ucap ardha dengan tegas.
dhina hanya berdiri diam di belakang ardha bersama zara.
angga pun melihat ke arah dhina dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan.
"..umiii.."panggil angga dengan suara yang sedikit sendu.
dhina pun langsung menatap wajah angga dengan mata berkaca-kaca.
"maaf abi,ana gak bisa kembali lagi,ini semua keputusan bang ardha,ini demi kebaikan kita bersama.."batin dhina.
ia berusaha menahan air mata nya agar tidak tumpah ke pipi .
"umi..kasih abi kesempatan untuk memperbaiki semua nya,! abi mohon.??"ucap angga memohon.
"sudah cukup....sekarang juga kamu...
ucapan ardha terhenti saat tangan zara memegang tangan nya.
ardha pun melihat ke arah ummi nya .
zara hanya menggeleng kan kepala nya.
"jangan abang..emosi itu adalah salah satu sifat saytan.."ujar zara dengan lembut.
dhina pun mengangguk.
ardha pun langsung mengucapkan istighfar.
"bang,biarkan ana bicara sebentar dengan kak angga,beri ana waktu.?"ujar nya menatap ardha.
ardha hanya diam tanpa berkata-kata.
"pergi lah sayang.."sambung zara tersenyum.
__ADS_1
dhina pun menghampiri angga.
tatapan mata angga berkaca-kaca saat dhina mengajak nya bicara berdua.
"..anggaa..
Panggil tuan sastra.
angga pun menghentikan langkah nya.
"maaf kek,angga butuh waktu untuk bicara berdua dengan dhina.."jawab angga.
ia pun langsung pergi gitu aja membuat perasaan benci tuan sastra kepada dhina semakin besar.
mereka pun duduk di salah satu kursi taman.
setelah sekian lama,ini adalah hari di mana mereka bisa duduk berdua.
pergi berdua dan saling bicara.
angga pun melirik ke arah wanita yang sangat ia cintai .
ia pun langsung terduduk jongkok di depan dhina.
"ummi,maafin abii. .?selama ini abi sudah menyakiti ummi.."ucap angga memegang tangan dhina.
...cupp...
ia pun mengecup lembut tangan dhina.
dhina pun menutup mata untuk menahan air mata nya.
"abi sangat mencintai ummi,abi gak bisa hidup tanpa ummi,.."sambung nya dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya .
membuat hati dhina menjadi iba.
tanpa ia sadari air mata nya tumpah se tumpah tumpah nya membasahi cadar nya.
"..Sayaang kamu kenapa..?"tanya angga terkejut.
ia pun bangkit dan langsung memeluk tubuh mungil wanita yang sangat ia cintai.
"tubuh yang berisi itu kemana? sekarang yang ada hanya tubuh yang mungil dan kurus..apa dia begitu tidak bahagia nya hidup bersama ku.."batin angga.
dhina masih menangis sendu.
"Sayaang, abi sangat-sangat mencintai ummi,abi gak mau kehilangan ummi,abi ingin melihat ummi bahagia..?? apakah ummi mau.?"tanya nya dengan menatap tajam mata dhina.
"ummiii,jawab abii..?"ujar nya lagi.
dhina masih diam tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut nya.
...haahh...
angga pun menarik nafas panjang.
ia pun mulai menyerah.
"baiklah..jika memang dengan pergi nya abi membuat hidup umi bahagia...a-bii..akan berusaha menerima perceraian ini.."sambung nya.
ia pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan dhina yang masih terduduk diam.
__ADS_1
..greppp ...
dhina pun langsung memeluk angga dari belakang.
angga pun langsung menghentikan langkah nya.
"kaak..maafkan ana,..sebenarnya ana tidak mau bercerai dengan kakak? ta-pii.....
dia pun menghentikan ucapan nya.
angga langsung berbalik.
"..tapi apaan? ??
tanya nya...
"ini semua karena kakek,,selama ini ana selalu di siksa oleh kakak.,dia tidak pernah memperlakukan ana dengan baik saat kakak tidak di rumah..."jerit dhina
angga pun terlihat syok.
dhina pun menangis terisak-isak..
angga pun langsung memeluk erat tubuh wanita mungil itu..
"abi,janji setelah ini kita akan pergi ke rumah kita sendiri.."ucap nya.
dhina pun langsung memandang wajah tampan angga.
"abi sudah memutuskan..kita harus tetap memperjuangkan dan mempertahankan pernikahan kita.."sambung nya.
dhina pun mengangguk dan tersenyum.
mereka pun saling berpelukan..
setelah kurang lebih setengah jam mereka bicara akhir nya mereka pun memutuskan..
mereka pun kembali ketempat kedua keluarga menunggu.
"Kakeek,bang ardha,ummi,abii..kami berdua sudah memutuskan...ji-ka kita berdua tidak akan ber-piisah."ucap angga dengan lantang.
membuat semua tercengang.
"...apaaa.....
teriak ardha dan tuan sastra bersamaan.
zara dan fahmi saling pandang dan tersenyum.
"ya sudah sekarang kita kembali kerumah,dan kita selesai kan masalah ini dirumah.."ajak fahmi.
dhina dan angga pun setuju.
"...tidak..saya tidak setuju,saya mau hari ini juga angga dan dhina bercerai.."tolak tuan sastra
"kakek,,ini keputusan angga,.! angga mohon terima keputusan angga untuk kali ini,dan ini adalah keputusan akhir angga..."ujar angga menyela.
akhir nya mereka pun kembali kerumah.
sedangkan tuan sastra pergi dengan perasaan kesal.
BERSAMBUNG...
__ADS_1