Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
kembali


__ADS_3

angga dan fahmi masih duduk di ruang tengah sedangkan dhina dan zara masih di kamar.


jam baru menunjukkan pukul delapan malam.


"paa,angga sangat sayang papa dan mama,angga berharap di kehidupan selanjutnya nya papa dan mama bisa menjadi orang tua kandung angga."ujar angga memelas.


"iya angga,papa dan mama juga sayang kamu,selama ini papa dan mama selalu menganggap angga seperti anak kandung papa,"ucap nya tersenyum


angga pun membalas senyuman fahmi.


TOK TOK TOK...


(pintu di ketuk)


"siapa yang datang malam malam seperti ini?"gumam fahmi.


ia pun bangkit dari tempat duduk nya.


"paa,biar angga saja yang buka pintu nya,"ucap angga menghentikan fahmi


"hmmm, baik lah " balas fahmi mengangguk dan tersenyum.


angga pun segera berjalan menuju pintu.


KLEEKK...


"selamat malam!!"ucap seseorang dari depan pintu.


angga pun tertengun diam.


"siapa nggaaa? ?"tanya fahmi dari dalam


namun angga tidak menjawab.


"siapa sebenarnya yang datang?hingga membuat angga tidak menjawab panggilan. .?"batin fahmi penasaran


ia pun bergegas menyusul angga.


"siapa yang daaaaaa...tang??"tanya fahmi


ucapannya terhenti saat melihat siapa yang datang.


"kaa..kek..!!"ucap angga terbata bata.


"selamat malam cucu dan putraku,apa kabar?"tanya tuan sastrawijaya dengan senyuman sinis nya.


ia pun langsung masuk bersama pengacara nya.

__ADS_1


"hmmm, di mana putri kesayangan ku anggi,"sambung nya.


"mama di atas,dia lagi kurang sehat!"balas angga.


"baik lah aku akan ke atas!'"ucap tuan sastrawijaya.


ia pun langsung menaiki tangga.


"uuhhh!!!"gumam fahmi mengepal tangan nya.


di hati nya penuh dengan amarah.


ia dan angga pun menyusul ke atas.


di dalam kamar.


KLEEKK. ..


tuan sastrawijaya masuk dengan wajah penuh dendam.


"gara gara gadis sialan ini aku harus masuk penjara dan cucu ku sendiri membenci ku."batin tuan sastra dengan penuh dendam.


zara dan dhina pun terkejut saat melihat tuan sastra.


"selamat malam cucu dan putri ku.."sapa nya pada dhina dan zara.


"kakeeek!!!"ucap dhina


"dedek,siapa dia?"tanya zara bingung saat tuan sastrawijaya memanggil diri nya putri nya sendiri .


"diid..diiia kakek nya angga,tuan sastrawijaya mii,ayah angkat ummi?"jawab dhina pelan.


"anggii,ada apa dengan muu nak,ini papa sayang,"ujar nya dengan wajah cemas penuh kepalsuan.


ia pun berjalan mendekat.


"STOOPPP!!jangan mendekat lagi kek,ana tau kalau kakek itu bukan orang baik.kakek berencana membunuh ana!!"ujar dhina dengan tegas.


"waahhh,gadis sialan ini rupa nya sudah berani melawan ku ya,apa yang kemari itu belum cukup??"ucap tuan sastrawijaya dengan senyuman jahat nya.


ia pun berjalan pelan menghampiri dhina dan zara.


"KAKEEK..sudah cukup kek,,"teriak angga kesal.


fahmi pun berusaha menahan emosi nya.


ia tidak mau membuat masalah dengan orang tua yang sudah berumur tujuh puluh lima tahun (75).

__ADS_1


"sekarang kamu pun sudah berani melawan kakek yang angga??"ujar tuan sastrawijaya dengan kesal.


"maaf kakek,Tapi selama ini kakek lah yang selalu membuat masalah untuk kami,bahkan kakek pun tega Ingin membunuh cucu dan calon anak angga.!"teriak angga membentak.


"ANGGGAAA! !!,kamu berani membentak kakek,"ucap tuan sastrawijaya membalas.


"maaf kek,sekarang kakek sudah boleh keluar,mama dan dhina mereka sudah lelah,waktu nya untuk beristirahat."ujar angga mempersilah kan.sambil tangannya menunjuk arah pintu.


"cihh,"gumam nya.


ia pun berjalan ke arah pintu penuh dengan kekesalan.


"lihat saja,aku akan menghancur kan kehidupan kalian semua,"batin tuan sastra.


setelah ia pergi angga dan fahmi pun menghampiri zara dan dhina yang terduduk di tepi ranjang dengan penuh ketakutan.


"sayang? maa,tolong maaf kan kakek ya,karena sudah membuat mama dan dhina ketakutan,"ucap angga memohon.


"iya sayang,enggak apa apa,mama sudah memaafkan kan nya kok,"balas zara dengan senyum penuh ketulusan.


"ya sudah sekarang mama beristirahat lah,"sambung angga.


zara pun mengangguk.


"mii,dedek kembali ke kamar dulu ya,!"ucap dhina.


"iya " balas zara.


angga dan dhina pun pergi ke kamar nya sendiri.


di dalam kamar angga.


"bii,kenapa kakek bisa keluar dari penjara??"tanya nya pada angga.


"abi juga belum tau ummi,besok abi akan tanya kakek,sekarang ummi juga istirahat ya,"ucap angga tersenyum.


"iya bii,selamat selamat malam,"balas dhina.


cuupp. .


angga pun mencium kening dan perut dhina dengan penuh cinta.


dhina pun segera tidur.


sedang kan angga belum bisa tidur.


"kakek sudah kembali,semoga kakek tidak berencana untuk mencelakai dhina lagi,aku begitu takut ya allah,"batin angga.

__ADS_1


"abi gak mau kehilangan ummi,abi sayang ummi dan calon anak kita.semoga allah selalu melindungi kalian berdua,"ucap nya sambil mengecup kening dhina dan mengusap lembut rambut nya .


angga pun segera pergi tidur memeluk dina dengan penuh kehangatan.


__ADS_2