Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
Rindu


__ADS_3

Pagi hari


"Kak hari ini kita pergi ke rumah bang ardha ya.. "Pinta dhina dengam manja


"Enggak bisa hari ini di kantor banyak yang harus ku kerja kan, kau sendiri saja sana yang pergi. "Ujar angga


Sambari mamakai jas kerja nya.


"Tidak mauu, aku mau pergi bersama kakak"ucap dhina merengek


"Ku bilang tidak ya tidak,, "ujar angga dengan tegas.


"Huu,, uuu,, "dhina pun menangis dengan manja.


Angga yang saat itu sudah akan keluar dari kamar nya pun langsung menghentikan langkah nya dan ia pun langsung berbalik.


"Hedeeeh,,"gumam angga sedikit kesal


"Ya sudah hari ini kita pergi ke tempat abang mu "sambung nya


"Yeeyyy,, "ujar dhina girang dan langsung memeluk angga.


DEG,, DEG,, DEG


jantung angga berdetak tak beraturan


Saat dhina memeluk nya dengan erat.


"Ya udah yuk, kita berangkat sekarang,"ajak dhina


Ia pun langsung mengambil handphone dan tas nya


Dhina pun langsung keluar kamar dengan berlari kecil


"Dhina, jangan lari lari nanti jatuh,,"ucap angga menasehati


"Iya kak anggaaa,, "balas dhina tersenyum.


"Huuhh, dasar kekanak kanakan."sambung angga


Angga pun segera turun mengikuti dhina.


"Anggaa,, tungguu, "panggil kekek


Angga dan dhina pun menghenti langkah nya dan berbalik.


"Iya kek,, "jawab angga


"Mau kemana kamu. "Tanya kakek


"Aku akan pergi ke luar bersama dhina kek,, "jawab angga

__ADS_1


Dan dhina hanya menunduk


"Memang nya kamu tidak ke kantor! "Tanya kakek dengan tatapan tajam


"Tidak kek, hari ini aku akan mengantar dhina pergi ke rumah ardha,, "ucap angga


"Enggak perlu, biar dhina di antar supir"ujar kakek menatap dhina dengan tatapan ancaman.


Dhina pun langsung tertunduk


"gimana dhin, kamu mau kan di antar supir"tanya angga


Dhina langsung menatap angga dan kakek.


Kakek terus menatap nya dengan tatapam sinis.


"Emmm,gak perlu kak ana nggak jadi pergi kok,, "ucap dhina


"Lah kenapa gak jadi, katanya tadi mau pergi"tanya angga dengan heran


"Gak apa apa kak, gak ada yang penting juga ana hanya kangen sama abang aja enggak ada yang lain"ucap dhina dengan lirih


"Emm, ya sudah kalau gitu aku kekantor yaa"ujar angga tersenyum


Dhina pun membalas senyuman angga


Setelah mengambil tas angga pun langsung berangkat.


"Iya"balas kakek angga


Dhina pun segera naik ke atas.


"Huuh, dasar gadis kampung jangan harap kamu bisa mengendalikan angga, karena angga akan selalu menuruti kata kata ku selama alam tidak ada bersama nya.. "Ucap nya pelan dengan terus melihat dhina berlalu.


Ia pun segera kembali ke ruang baca


Di dalam kamar


Dhina memegang foto zara dam fahmi


"Ummi abii ana kangen, Sekarang dedek sudah menikah dengan angga,mama anggi sama papa alam sangat sayang dengan dedek tapi kakek angga sampai sekarang tetap membenci dedek dia berusaha memisahkan dedek dan kak angga,apa yang harus dedek lakuin untuk menghadapi nya. "Ucap dhina dan memcium foto kedua orang tua nya.


Kantor ardha.


"Pamaan, apa hari ini di kantor banyak pekerjaan,, "Tanya ardha


"Tidak Ada bang, hari ini hanya ada miting pukul 11:00 siang ini, "ucap rian


"Hemm, syukur lah kalau begitu"ujar dhina tersenyum


"Emang nya kenapa bang, apa telah terjadi sesuatu, "tanya rian sedikit cemas dan menghapiri ardha.

__ADS_1


"Enggak apa apa kok paman, ana hanya kangen dedek.. "Ucap nya.


Rian pun langsung tersenyum


"Ya sudah langsung saja telfon"ujar rian


Ardha pun mengangguk.


Tuut,, tuut,, tuut(ponsel dhina berdering)


"Haloo assalammualaiku,, "ucap dhina via telfon


"Waalaikumsalamam dedek, apa kabar"tanya ardha.


Tanpa ia sadari air mata nya menetes karena senang.


"Alhamdulillah baik bang, abang gimana,, "tanya dhina.


"Abang baik,, "balas ardha


Mereka pun saling mengobrol.


Tak terasa mereka sudah lama berbincang bincang nya.


"Oh iya, ada yang ingin abang tanya kan,, "ujar ardha bertanya


"Iya bang apa yang ingin abang tanyakan,, "ucap dhina


"Dedek jujur sama abang, selama dedek menikah dengan angga, apa dia dan keluarga nya ada menyakiti dedek,, "tanya ardha dengan serius


Dhina pun tertegun dan terdiam


"Dek,, dedek,, "panggil ardha via telfon


"Eh, emm iya bang"ucap dhina gugup


"Abang tanya apa mereka ada menyakiti dedek, kenapa dedek langsung diam"ujar ardha


"Enghak ada bang angga baik sama dedek apa lagi mama dan papa nya sayaaang banget sama dedek, dedek jadi merasa kalau mereka seperti ummi sama abi dedek,, "ucap dhina


"Syukur lah kalau mereka sayang sama dedek, ya udah abang kwrja lagi ya, wassalammualaikum.. "Ucap ardha


"Waalaikumsalam,, "balas dhina menutup pangguian nya


"Bang maafin dedek,, dedek udah bohong sama abang, dedek enggak mau bikin abang khawatir lagi.. "Gumam dhina


Ia duduk terdiam di tepi ranjang tidur nya.


Ia memikirkan semua hal yang sudah terjadi di rumah ini dan yang ia alami


..

__ADS_1


__ADS_2