Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
ketulusan


__ADS_3

kediaman ardha..


ardha sedang sibuk dikamar mempersiap kan kebutuhan kuliah nya begitu juga dengan dhina..


tok..tok..tok..


"hemm..suapa yang datang sepagi ini...."guman ardha


ia pun segera turun untuk membukakan pintu.


klekkk...


"pamaaan.."ujar ardha tersentak.


"pagi ardha.."sapa rian dan tersenyum.


"pagi juga paman,silah kan masuk paman.."balas ardha.


rian pun mengikuti ardha.


"duduk dulu paman,ana buatkan air dulu.."ucap ardha


rian pun mengangguk dan rian pun segera ke dapur untuk membuat air.


"hmmm..sekarang ardha dan dhina sudah dewasa,mulai besok mereka sudah mulai kuliah,,fahmi zara gue bangga dengan anak anak kalian,mereka begitu mandiri,tegar,dan pintar,bagi gue mereka sudah seperti anak gue sendiri gue dan sarah begitu menyayangi mereka.."guman rian sambil memandang foto fahmi dan zara yang terpajang dengan besar di dinding..


"ini minum nya paman,oh iya paman kesini pagi pagi ada apa ya.."tanya ardha penasaran..


"mmm..kalian kan sudah kuliah sekarang..paman ingin menyampaikan pesan abi kalian sebelum ia wafat.."ujar rian sambari mengeluarkan berkar dari dalam tas kantor nya.


"abii...."ucap ardha tersentak.


"iya,abi kalian ingin kalian mengurus perusahaan di dalam kota.."ujar nya.


"abi kalian minta paman untuk menyerahkan perusahaan sama kalian saat kalian sudah berusia tujuh belas tahun.."sambung nya..


dan memberikan berkas wasiat pada ardha.


ardha pun langsung membaca nya..


"paman..tapi ana belum faham tentang bisnis,lagi pun ana belum sanggup menanggung perusahan sebesar itu pamam..ana harus banyak belajar..."ucap ardha..

__ADS_1


ia pun langsung meletakkan berkas nya di meja..


"paman..ana mohon tolong untuk sementara ini paman dulu yang mengurus.ana akan sering kekantor untuk belajar bisnis..sebelum ana faham tolong ajari ana belajar bisnis paman.."ucap nya.


"tentu..tentu saja ardha..kapan pun kamu siap mengambil alih perusahaan..paman pasti dengan senang hati langsung paman serah kan..kapan pun kamu mau..cari paman saja.."ucap rian


ardha pun mengangguk.


"terimakasih paman,..paman sudah banyak membantu ana dan dedek.."ucap ardha tersenyum


"iya sama sama..ya sudah paman ke kantor dulu..kalian juga akan ke kampus kan.."tanya rian..


"iya paman..sekarang lgi nunggu dedek..dedek masih di kamar sedang bersiap.."ucap ardha.


"ya sudah paman pamit dulu..assalammualaikum.."ucap rian


dan ia pun segera pergi


"waalaikumsalam.."balas ardha..


"dedeeekk...."panggil ardha dari bawah.


"iya abaaang.."jawab dhina


"tunggu bang.."ucap nya dari atas


"cepat dek..nanti kita telat abang pagi ni ada kelas.."ucap ardha..


"iya bang..ana sedang mencari cadar ana.."balas nya..


di kamar dhina sedang mencari cari cadar nya..


ardha yang menunggu di bawah segera menyusul dhina di atas.


"emmmm,,di mana ya ana taruh cadar ummi..hari ini ana ada praktik jadi ana ingin pakai cadar nya ummi.."gumam nya.


kleekkk..


ardha pun membuka pintu.


"dedek apa apaan ini,kenapa kamar jadi berantakan.."tanya ardha sambil meletakkan barang barang ke dalam laci lgi.

__ADS_1


"ana cari cadar nya ummi,ana lupa meletakkan nya dimana.."ucap dhina dan terus mencari.


ardha pun ikut bantu mencari.


ardha pun membuka laci lemari..


"nah ketemu juga..dek ini cadar nya.."ucap ardha..


"waaah..sukron bang.."ucap dhina


rian pun tersenyum dan mengangguk.


"ya udah yuk kita berangkat.."ajak ardha.


dhina pun segera turun.


"neek..neneek.."panggil dhina pada si mbok yang mengurus nya dari kecil..


"iya non ada apa.."tanya si mbok


sambil membawa sapu pel.


"neneeek..kan sudah ana bilang nenek gak usah kerja lagi?..lagian kan ada pembantu lain yang masih bisa mengerjakan semua tugas.."ucap dhina.


"ana sama abang sayang sama nenek..ana gak mau nenek jadi sakit karena kecapean..mulai sekarang ana gak mau lihat nenek masih mengerjajan ini itu.."sambung nya


ia pun langsung memeluk si mbok..


"ya udah nek ana berangkat dulu..assalammualaikum.."ucap dhina


si mbok pun mengangguk dan tersenyum.


setelah ardha dan dhina pergi.


si mbok langsung terduduk di sofa dan dua pelatan lain yang masih sedikit muda itu pun langsung menghampiri si mbok.


"ya allah..engkau begitu besar..engkau menciptakan sepasang manusia yang sifat nya begitu sempurna..saya bukan siapa siapa saya hanya pelayan tapi mereka memperlakukan saya bukan seperti pelayan namun seperti keluarga nya.."ujar nya


"semoga engkau selalu memberi meraka kebahagian.."sambung nya.


para pelayan pun mengangguk...

__ADS_1


semua orang menyayangi ardha dan dhina meski mereka tidak ada hubungan darah..


__ADS_2