
Kelas pun selesai.
dhina sedang mengemasi buku buku nya..
"hey dhiin.."panggil keisya di depan pintu kelas..
"iyaa.."dhina pun langsung mendongak ke arah pintu.
"eh,ukhti keisya.."balas dhina dan ter senyum kecil dari balik cadar nya..
setelah beres ia pun langsung menyusul keisya..
mereka pun langsung keluar.
"dhinaaa..."panggil seseorang dari kejauhan.
dhina dan keisya pun langsung berhenti dan berbalik..
"kak angga!!!.."guman dhina pelan.
angga pun langsung berjalan mendekati dhina dan keisya..
"ada apa kak angga..?"tanya dhina..
"emmm,,bisa kita bicara empat mata....."ujar angga melihat keisya.
keisya pun mengerti maksud angga.
"ya udah,aku tunggu di parkiran ya dhiiin..."ucap keisya dan ia pun belalu meninggalkan dhina dan angga.
"apa yang mau kakak bicarakan dengan ana..?"tanya dhina.
"kita duduk dulu yuk,baru bicara.."ujar angga sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di bawah pohon dekat taman kampus..
dhina pun mengangguk dan mengikuti angga dari belakang..
**
mereka pun langsung duduk.
"langsung aja kak...."ucap dhina sedikit tidak nyaman karena hanya ada mereka berdua di taman.
"dhinaaa..."ujar angga sambil berjongkok di hadapan dhina.
dhina pun sedikit heran melihat sikap angga.
"dhina mau kah kamu menikah dengan ku.."sambung angga sambil mengeluarkan sebuah cincin dari kantung celana nya..
dhina pun terkejut mendengarnya..
"maksud kakak apa..??"tanya dhina untuk memastikan semua nya..
"maksud ku,,aku ingin kamu menjadi istri ku..."ujar angga.
"tapiii..iii.."balas dhina sedikit ragu..
"gak perlu di jawab sekarang,yang terpenting kamu terima cincin saja dulu..."ujar angga tersenyum..
"jika dalam dua hari ini kamu memakai cincin ini berarti kamu menerima ku.,tapiiii,,jika kamu menolak kamu bisa kembali kan cincin nya..."sambung angga.
**
dhina pun hanya diam tanpa ada jawabam dari mulut nya..
angga pun langsung menarik tangan dhina.
"eeh!!..kakak gapain..."tanya dhina sedikit terkejut.
sebab dengan tiba tiba angga menarik tangan nya,dan memberikan cincin nya..
"ya udah,gue balik duluan...."ujar angga
ia pun langsun pergi.
"huhh..jika bukan karena papa mama mengancam akan kembali ke luar negri dan tidak akan kembali kesini lagi,,aku tidak akan pernah mau memohon pada seorang wanita....."batin angga.
raut wajah nya terlihat sedikit jesal..
***
dhina pun langsung pergi menyusul keisya yang menunggu di parkiran..
"dhiiin..."panggil keisya.
dhina pun langsung menghampiri keisya..
"maaf ukhtii,ana lama..."ucap dhina.
"iya gak apa apa kok dhin.."balas keisya tersenyum.
"ya udah yuk,kita pulang sekarang..."ajak kaisya..
dhina pun nengangguk.
mereka pun langsung pulang...
***
sesampai nya di rumah.
dhina langsung naik ke atas..
di dalam kamar ia duduk di tepi tempat tidur dan memegang foto zara dan fahmi...
"ummi..abii...ana kangen kalian..."gumam dhina lirih dan memeluk foto
__ADS_1
air mata dhina mulai menetes.
tok..tok..tok...
seseorang mengetuk pintu kamar nya.
***
"non..non dhinaa,sarapan nya sudah siap.."ujar si mbok dari luar kamar..
"nooon,,non dhinaa...."sambung nya dan terus berusaha memanggil dhina..
"iya neek,,sebentar lagi ana turun..!!"jawab dhina..
ia langsung mengusap air mata nya..dan segera turun untuk makan siang...
****
kediaman sastrawijaya..
"bik..apa angga sudah kembali.."tanya kakek angga.
"sudah tuan besar,tuan mudah sudah pulang dan sekarang masih di kamar..."jawab pembantu nya.
"emmm,,panggil dia suruh temui saya di ruang baca..."ujak kakek angga.
pembantu itu pun mengangguk dan segera pergi ke kamar angga..
tok..tok..tok..
"tuan ..tuan besar memanggil..."ujar nya..
angga pun keluar.
"di mana kakek.."tanya nya.
"tuan besar menunggu di ruang baca.."jawab pembantu tersebut.
angga pun langsung turun.
"oh iya bik...mama sama papa dimana.."tanya angga menghentikan langkah nya.
"nyonya di kamar dan tuan pergi ke kantor..."jawab bembantu itu.
angga pun langsung segera turun dan menemui kakek nya.
tok..tok..tok..
angga pun langsung mengetuk pintu nya..
"masuk lah..."jawab kakek.
angga pun segera masuk.
"kakek manggil aku..ada apa..."tanya angga.
"iya kek,,aku akan menikahi nya.."jawab angga..
"kenapaa!!!..."sambung kakek dengan nada tinggi..
angga langsung terdiam..
"anggaa...kakek sedang bertanya.."ujar nya sambil menepuk nepuk pundak angga
"karenaaa..."ucap nya dengan ragu..
"karena apa angga..!!!"bentak kakek nya yang sudah terlihat marah.
"karena?..papa sama mama akan pulang ke luar negri lagi,jika aku tidak menikahi gadis itu.."jawab angga
"sekarang kamu boleh keluar.."ujar kakek.
angga pun mengangguk dan segera keluar.
"kurang ajar!!!...berani berani nya mereka mengancam cucu kesayangan ku..."ujar nya dengan sangat marah..
...
malam hari.
kediaman ardha..
setelah belajar dhina pun segera turun untuk makan malam.
"waaahh!!!...enak nya.."ujar dhina dengan semangat saat melihat lauk makan malam nya..
si mbok hanya tersenyum melihat tingkah dhina..
meski dhina sekarang sudah dewasa
tapi terkadang sikap dan tingkah nya manja seperti anak anak..
"ayo non di cobain..."ucap si mbok sambil menambilkan nasi untuk dhina..
"iya nek..yuk semua nya dudu disini kita makan sama sama.."ajak dhina kepada pembantu pembantu..
mereka semua pun mengangguk..
meski mereka hanya pembantu.
tapi dhina dan ardha tidak pernah memperlakukan mereka seperti pembantu.
bagi dhina dan ardha mereka sudah seperti keluarga.
begitu juga dengan pembantu pembantu di rumah dhina.
__ADS_1
mereka sanyat menyayangi dan menghormati dhina dan ardha..
setelah makan dhina pun segera keatas..
tuuut...tuuut..tuuut...
(ponsel ardha berdering)...
"assalammualaikum..."jawab ardha via telfon.
"waalaikumsalam bang.."balas dhina.
"ada apa dek?..malam malam menelfon abang.."tanya ardha sedikit cemas.
karena tidak biasa nya dhina menelfon malam malam..
"gak ada apa2 bang!..dedek hanya kangen abang.."ujar dhina.
"dedeeek..abang baru pergi dua hari,masa sudah kangen aja.."balas ardha
dan ia pun tertawa kecil..
"oh iya bang..tadi siang angga memberi dedek cincin..dan dia ingin dedek bisa jadi istri nya.."ujar dhina..
"apaa!!.."ucap ardha terkejut.
"terus dedek terima gitu..?"tanya ardha.
"belum bang,angga memberi ana waktu dua hari untuk kasih jawaban nya.."balas dhina.
"kata nya dia ingin menebus kesalahan yang ia perbuat dan ingin bertanggung jawab.."sambung nya..
ardha pun hanya diam mendengar ucapan adik nya..
"baang..."panggil dhina.
tapi ardha tetap masih terdiam..
"baang..bang ardha.."panggil dhina.
ardha pun lterkejut dan langsung tersadar dari lamunan nya
"iya deek kenapa.."tanya ardha.
"apa dedek harus menolak atau menerima nya..."tanya dhina.
ardha pun sedikit bingung..
"abang gak tau dek,mana yang baik dan enggak untuk dedek?tapi ALLAH pasti tau...?lebih baik dedek sholat (isti' khoroh) minta sama allah untuk memberi jalan menuju kebenaran..."ujar ardha
"iya bang dedek akan sholat ..dedek tutup ya telfon nya bang.."ucap dhina.
"iya dek...assalammualaikum..."ucap ardha.
"waalaikumsalam bang.."balas dhina.
setelah menutup telfon nya ia pun segera pergi mengambil air wudhu.
dan mengerjakan sholat (isti khoroh)
dan didalam sujud nya iya terus terbayang wajah angga..
***
setelah selesai sholat ia pun langsung duduk di sofa sambil nerenung dan memikir kan hal apa yang barusan iya alami saat sedang sholat.
"ya allah..apa ini adalah pilihan mu..jika menang itu pilihan mu..ana menerima nya dengan ikhlas ya allah.."gumam dhina....
dhina pun lansung menambil cincin yang di kasih angga siang tadi..
ia pun langsung memakai nya.
"wah..ternyata kak angga tau ukuran jari ana.."gumam dhina.
saat dhina akan melepas cincin itu.
ternya tidak bisa lepas dari jari nya..
"ya allah...apa lagi ini kenapa gak bisa lepas?..."ujar dhina panik.
ia pun langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci tangan nya dengan sabun...
ia terus menarik cincin tersebut.
tapi tetap tidak terlepas..
ia pun langsung mengosok nya dengan minyak..
"awww...gimana ini..ana gak bisa melepas ny..."jerit dhina kesakitan saat ia menarik paksa cincin dari jari nya..
**
sudah hampir dua jam dhina berusaha melepas cuncin dari jari nya.
namun tetap tidak bisa.
"huuhh...."gumam dhina sedikit kesal
ia pun sudah mulai putus asa..
"udah aahk..besok lagi,ana capek .."ucap nya.
dan ia pun langsung tidur..
entah apa yang akan terjadi jika ia tidak bisa melepas cincin angga dari jari manis nya..
__ADS_1
....
********