Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
memulai masa depan


__ADS_3

akhir nya ardha dan dhina ikut bersama sarah pergi ke rumah rian .


"abang sama dedek,malam ini tidur di rumah bibik ya..revan pasti seneng ada kalian.."ujar sarah


berusaha memulai percakapan.


sepanjang perjalana ia lihat ardha dan dhina hanya diam.


ada rasa sedikit cemas di hati sarah..


"iya bik..kita akan tidur tempat bibi,lagi pun ana kangen sama revan!sudah lama ana gak main sama revan.."ucap dhina


cuppp


dhina mencium kening revan


yang tertidur di pangkuan dhina..


mereka pun sampai di kediaman rian..


sarah pun langsung menggendong revan yang tertidur..


klekkk


sarah pun masuk di susul ardha dan dhina..


"bik paman belum pulang ya dari kantor.."tanya ardha..


"hmmm..biasa nya sih paman kalian pulang pukul tujuh malam.."ucap sarah


"kalian duduk aja dulu disini,kalau mau cemilan ambil di dapur aja ya..bibik mau bawa revan ke atas dulu.."sambung nya..


"iya bik.."balas dhina.


mereka pun langsung duduk di sofa.


"permisi den,ini minun nya.."ucap salah satu pelayan di rumah sarah.


sambil melatakkan air..


"iya mbok..terimakasih.."ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


si mbok pun mengangguk dan kembali kedapur.


brumm..


suara mobil..


rian sedang memasukkan mobil kedalam garasi nya..


rian pun langsung masuk ke dalam.


kleekkk..


pintu di buka.


"eh..ardha dhina,kapan kalian datang..."tanya rian yang baru kembali dari kantor..


"pamaan..baru saja kami sampai.."ucap dhina tersenyum


"oh iya,,di mana bibi kalian..?"tanya rian 2e22


"bibik di atas sedang menidurkan revan.."ucap ardha.


"hmm..ya udah paman ke atas dulu ya..paman ingin mandi dulu nanti baru kita makan.."sambung nya.


sarah pun segera turus setelah menidurkan revan..


"kakak sudah pulang.."ucap rian menyapa saat bertemu di tangga..


...


mreka pun segera makan malam..


rian hanya bisa tersenyum..


setelah makan ardha dan dhina bermaim dengan revan..


"fahmi zara..sekarang mereka sudah bisa senyum lagi..gue tau hati mereka sangat hancur..terutama ardha gue tahu dia sangat hancur tapi demi adek nya ia berusaha retap tegar dan kuat.."gumam rian saat melihat ardha dhina dan revan tertawa bersama saat bermain.


sarah pun tersenyum


...

__ADS_1


hari berganti bulan,bulan berganti tahun..


sekarang ardha dan dhina sudah tumbuh dewasa.


malam hari


kediaman ardha...


rian,sarah,dan revan sedang bekumpul di rumah ardha..


"sayang bentar lagi kan ardha dan dhina akan lulus SMA dan usia ny sudah tujuh belas tahun..apa kamu sudah membicarakan tentang perusahaan fahmi dengan nya.."tanya sarah saat mereka sedang duduk santai di ruang tengah..


"nanti setelah kelulusan nya baru aku akan bicara dengan nya.."balas rian


sarah pun mengangguk


ia tahu apa pun keputusan suami nya ia tahu itu semua demi kebaikan ardha dan dhina.


"meski ardha dan dhina bukan keluarga kita..


tapi karena persahabat ku dan fahmi tambah lagi atas semua kebaikan fahmi terhadap keluarga kita selama ini..yang kita lakukan sekarang ini belum cukup untuk membalas nya..kebutuhan ardha dhina selama sepuluh tahun ini adalah hasil dari perusahannya sendiri.."ucap rian


"iya kak.."balas sarah tersenyum.


"memang selama ini kita menghidupi ardha dhina dengan penghasilan dari kantor ardha sendiri.."batin sarah


"bang..kita akan kuliah dimana nanti..."tanya dhina.


"hmm..mungkin kita akan kuliah di universitas ITB.."jawab ardha..


"wah ardha dan dhina kita akan masuk jurusan teknologi .."ujar sarah senang


semua pun bertepuk tangan.


ardha dan dhina pun tersenyum senang..


"terimakasih ya allah..meski abi dan ummi telah tiada tapi paman rian dan bibi sarah begitu menyayangi nya seperti anak nya sendiri..mereka tidak pernah membanding bandingkan antara ana,dedek dan revan..makasih paman bibi ana sayang kalian.."ucap batin ardha..


dan ia pun tersenyum melihat dhina yang sudah mulai seperti dhina yang dulu.


yang selalu tersenyum dan ceria..

__ADS_1


...


__ADS_2