
ke esokan nya..
zara dan bibik masih sibuk di dapur..
"ummi..ana sudah siaap.."jerit dhina sambil berlari turun
"dedek tunggu..kan sudah abang bilang jangan lari lari.."panggil ardha.
karena senang nya ia gak mendengar panggilan ardha..
"pagi semua.."ucap fahmi sambil menuruni tangga..
"pagi juga abii.."balas dhina sambil berlari ke arah fahmi dan langsung memeluk nya..
"waah..anak abi pagi ini semangat banget sih..."ucap fahmi tersenyum dan menggendong dhina ke meja makan..
"iya dong bii..kan hari ini kita akan pergi jalan jalan..ya kan bang.."ucap nya dengan semangat..
"zara adalah wanita hebat,ia mampu merawat dan mendidik ansk anak..sekarang dhina tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik,baik,pintar,soleha dan periang..
sedang kan ardha tumbuh menjadi anak yang baik,pintar,soleh,pendiam namun sangat tegas..terima kasih ya allah engkau telah memberi ku istri yang begitu sempurna.."batin fahmi sambil memandangi wajah istri nya..
"abii...."panggil dhina..
fahmi pun terkejut.
"ada apa sayang.."tanya fahmi
dengan cepat..
"kenapa abi diam aja."tanya dina..
"apa kakak sakit..."sambung zara sedikit cemas.
"aku gak apa apa kok,tadi cuma kepikiran sedikit tentang masa lalu.."jawab fahmi tersenyum.
"syukur lah,,ya udah sekarang kita makan.."ucap zara..
"waaaahh...ummi hari ini masak udang goreng kesukaan dedek..."ujar dhina sambil mengambil udang goreng nya.
setelah makan mereka pun duduk di teras depan...
"abiii,,ayok kita berangkat.."ajak dhina menarik tangan fahmi..
"iya sayaang..bentar lagi.."ucap fahmi tersenyum melihat dhina merengek manja dengan nya...
"dedeeek.."panggil zara.
"iya ummi.."balas dhina dan langsung melihat zara.
"cadar dedek mana..kenapa gak di pakai"tanya zara.
"heheeheee...sanking semangat nya ana sampe lupa pasang.."ucap nya
ia pun langsung berlari ke kamar nya..
"sudah ummi..."ucap dhina.
"yuk..berangkat.."ujar fahmi
mereka pun segera berangkt..
sesampai nya di taman..
__ADS_1
"ayo bang kita main disana.."ucap dhina dengan semangat nya.
"dedek tunggu,kan udah abang bilang jangan lari lari.."ucap ardha sedikit cemas
fahmi dan zara hanya tersenyum melihat tingkah anak anak nya..
"semoga kita bisa bersama seperti ini terus.."ucap fahmi
"amiin bii.."sambung zara..
"oh iya ummi..mulai besok rian akan bekerja sama lagi dengan ku..dia dan istri nya akan tinggal di rumah ku yang baru..."ujar fahmi
"benarkaah.."balas zara sedikit terkejut...
"hmmm.."gumam fahmi mengangguk..
"zaraa..aku sangat mencintai mu..aku ingin hidup selama nya bersama mu hanya maut ya dapat memisahkan.."ucap fahmi sambil memegang tangan zara dan mencium nya..
...
tanpa terasa zara dah fahmi sudah hidup bersama lagi selama dua tahun.
....
pagi hari kediaman zara..
"pagi ummi abii.."ucap dhina dan ardha bersamaan...
"pagi juga sayaang.."balas mereka.
ardha dan dhina sudah siap untuk pergi ke sekolah..
"sayaang hari ini kalian ke sekolah nya di antar kakek yaa,abi sama ummi mau ke luar kota pagi ini disana ada sedikit pekerjaan,,mungkin nanti malam kami baru pulang.."ujar fahmi sambil menyantap makanan nya..
fahmi pun tersenyum.
"makasih ya..kalian memang anak anak yang pengertian,dedek sama abang mau abi belikan apa nanti.."ucap fahmi..
"kita gak minta apa apa bik..tapi abi sama ummi harus cepat pulang yaa.."balas dhina.
zara dan fahmi pun saling memandang dan tersenyum.
"hemmmm...baik lah kalau gitu,abi sama ummi usahain pulang sebelum makan malam.."ujar fahmi.
mereka pun mengangguk.
"cepat selesaikan makan kalian..nanti telat sekolah nya.."ujar zara.
"iya ummi.."balas mereka bersamaan..
setelah makan mereka pun bergegas berangkat.
setelah mencium tangan dan pipi kedua orang tua nya ardha dan dhina pun langsung berangkat.
setelah mereka berangkat fahmi dan zara pun bersiap untul pergi ke luar kota..
"yuk ummi..semakin cepat semakin bagus..supaya kita bisa kembali sebelum makan malam nanti...
zara pun mengangguk.
mereka pun langsung berangkat
hari ini fahmi dan zara pergi tanpa supir.
__ADS_1
biasa nya kemana pun pergi nya jika itu tentang pekerjaan mereka selalu memakai supir.
tapi hari ini entah apa yang fahmi pikir kan sebab hari ini fahmi merasa ingin pergi hanya berdua dengan zara...
...
...
...
di sekolah ardha..
sekolah masih berlangsung.
dan ini jam akhir pelajaran.
rian datang menjemput ardha dan dhina dengan tergesa gesa dengan raut wajah serius..
tok..tok..tok..
rian mengetuk pintu kelas tempat ardha dan dhina belajar..
"iya siapa.."tanya guru kelas
"permisi..saya kesini ingin menjemput keponakan saya,ardha dan dhina.."ucap rian..
"tapi kenapa ya pak,jam pelajaran belum berakhir.."ujar guru nya.
"bisa ibu keluar sebentar,ada yang ingin saya bicarakan.."ucap rian.
ibu guru pun menganggu dan keluar mengikuti rian..
"ada apa ya pak.."tanya ibu guru.
rian pun langsung menceritakan masalah yang sedang di hadapi keluarga nya..
setelah hampir dua puluh menit mereka berbincang.
akhir nya ibu guru dan rian kembali ke kelas..
"ardha,dhina,sini sayaang.."panggil ibu guru.
ardha dan dhina pun menghampiri nya.
"sayang,kalian pulang duluan ya,paman kalian sudah jemput.."ucap ibu guru..
"kalian anak yang habat,kalian harus kuat ya dalam menghadapi masalah ini.."sambung nya lagi..
ardha dan dhina sedikit bingung.
"ayo sayang kita pulang.."panggil rian..
ardha dan dina pun langsung menghampiri rian.
dengan tiba tiba rian langsung memeluk kedua anak yang masih polos itu..
"ada apa paman,kenapa paman memeluk kita berdua dan menangis.."tanya ardha sedikit bingung.
rian tidak bisa berkata kata ia terus memeluk ardha dhina sambil menangis..
mamang supir yang terlihat hanya berdiri di samping mobil pun ikut menangis melihat ardha dan dhina..
dan itu semua membuat anak anak yang polos ini semakin kebingungan..
__ADS_1
....