
tak terasa waktu terus berjalan kini usia ardha dan dhina sudah lima tahun
dan mereka pun sudah masuk sekolah TK..
"sayaang..sudah siap belum!!.cepat turun kita harus cepat berangkat nanti telat.."panggil zara..
"iya ummi ana datang.."bakas ardha bergegas turun dan di susul dhina..
"yuk mii..kita belangkat cekolah.."ajak dhina memegang tangan zara..
"salam dulu sama bibik dan yang lain nya.."ujar zara.
zara mendidik anak anak nya dengan baik..
meski mereka baru berusia lima tahun mereka sudah begitu pintar ..
"pagi non zara,den ardha non dhina..."sapa mamang
"pagi juga mang..."jawab mereka bersamaan...
mereka pun langsung berangkat..
..
kediaman fahmi..
"kita sudah mencari zara selama tiga tahun..tapi sampai sekarang kita gak dap."ujar rian..
"iya gue tau..mungkin ini semua hukuman buat gue,karena gue dah begitu jahat terhadap zara. "balas nya tertunduk..
"mungkin sekarang zara bahagia dengan kehidupan baru nya.."ucap fahmi
"hemmm..yang sabar ya bro.."ucap rian menghibur..
"oh iya..sekertaris lo bilang..ada perusahaan besar di luar kota..dan kabar nya perusahaan itu dulu hampir bangkrut tapi semenjak direktur baru ini yang mengurus..sudah banyak prusahaan lain yang bekerja sama dengan prusahaan itu.."ujar rian.
"oke lah..besok kita pergi.."ucap fahmi
dan meninggalkan rian...
di dalam kamar fahmi terus memandang dan mengusap foto zara..
"ummi..karena kejadian itu apa sekarang kamu membenci ku.."gumam nya..
__ADS_1
"tentu saja benci!!..mungkin sangat sangat benci..!!"sambung nya sendiri..
"meski kita sudah lima tahun berpisah,tapi aku tetap mencintai mu.karena ku terlalu cinta membuat perpisahaan itu terjadi.."gumam nya.
dan berbaring.
ia melihat sekeliling kamar dan masih ada bayangan dan kenangan zara..
"aku merindukan mu zara.."ucap nya menangis..
..
pagi nya
mereka bersiap untuk pergi ke luar kota...
perjalanan selama dua jam akhir nya mereka pun sampai di kota di mana zara tinggal.
mereka pun segera mencari hotel.
sesampai nya di hotel
"huuhh..akhir nya sampe juga.."ujar rian
merekapun segera pesan kamar..
"ini kunci kamar nya pak,kamar no dua ratus sepuluh lantai tiga,semoga bapak nyaman tinggal di hotel kami.."ujar petugas hotel tersenyum
"iya terimakasih..."balas fahmi tersenyum..
mereka pun segera naik ke lantai tiga..
sesampai nya di kamar hotel.
"aahh..lelah nya..perjalanan cukup jauh tambah hotel yang nyaman membuat ku mengantuk.."ucap ny dan rian pun langsung berbaring.
.
"seperti anak kecil saja.."ejek fahmi tersenyum..
"oh iya..lo sudah ada buat janji rapat dengan perusahaan itu.."tanya fahmi..
"sudah,mereka bilang kita bisa ikut rapat hari dua hari lagi.."jawab rian.
__ADS_1
"baik lah kalau gitu,sebelum rapat di adakan aku bisa pergi jalan jalan dulu.."gumam fahmi..
"andaikan semua itu tak pernah terjadi,,mungkin aku pergi kesini bersama zara dan anak ku.."batin fahmi.
fahmi tidak mengetahui jika zara mengandung anak kembar..
malam hari
...
di kediaman zara.
"ummi besok kan kita gak cekolah..kita pelgi ke taman yaaa.."pinta dhina memohon..
zara pun mengangguk.
"sekarang pergilah tidur..."ujar zara
"cupp"zara mencium kedua anak nya itu..
dan mereka pun tersenyum..
...
pagi ny mereka bersiap untuk ketaman.
jam menujukan pukul delapan pagi.
"abang.dedek kita sarapan dulu baru pergi.."panggil zara dari bawah..
"iya ummi ana cegela tuluun.."balas ardha,dhina pun menyusul dari belakang..
dihotel fahmi dan rian pun bersiap untuk pergi jalan jalan juga..
di taman kota...
zara duduk di kursi taman melihat ardha dan dhina bermain.
"zaraa.."panggil seseorang..
zara pun menoleh dan terkejut..
...
__ADS_1