Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
kehilangan


__ADS_3

setelah angga dan ardha melacak keberadaan dhina


mereka pun menemukan lokasi nya.


***


"kek,ana mohon lepas kan ana,!sekarang ana lagi hamil!"ujar nya memohon


"saya tidak peduli kamu sedang hamil ataupun tidak,yang sama mau kamu pergi jauh dari cucu saya angga,setelah dia mencintai mu dia selalu membantah perkataan ku bahkan ia pernah membentak ku dengan kasar hanya karena kamu wanita sialan pembawa sial!!"bentak nya


"terus tarik dia!!"sambung nya menyuruh dua orang yang membawa dhina menarik nya ke belakang .


"ampun kek!!aawwww"teriak dhina saat alas kaki nya lepas membuat kaki nya terluka wajah nya penuh dengan memar akibat selalu di pukuli tuan sastra selama perjalanan.


"cepat sedikit!!"teriak nya membentak


ia pun membawa dhina ke sebuah pabrik bekas.


**


"bang,gue tau lokasi dhina,,sekarang juga hubungi papa dan paman untuk datang lebih cepat"ujar angga


Ardha pun mengangguk dan segera menghubungi alam.


angga pun melajukan kendaraan nya dengan cepat.


**


"kek ampun kek!"ucap nya memohon


"kamu harus pergi untuk selamAnya dari kehidupan cucu ku angga"balas nya


dhina terus menangis


"bawa di ke tepi jurang belakang"sambung nya


"siap bos"ujar pengawal nya itu bersamaan


mereka pun membawa dhina pergi.


namun karena dhina begitu pintar.


ia pun menjatuhkan kan ponsel nya.


ia terus memberontak berusaha melepaskan diri.


"lebih cepat lagi"ucap tuan sastrawuiaya.


mereka pun mengangguk.


setelah lebih dari dua jam mengemudi akhir angga pun sampai di lokasi dina di bawa.


"gawat bang,dhina pasti di bawa ke tepi jurang"ujar angga panik


"kenapa lo bisa tau,kalau di belakang sana ada jurang?"tanya ardha


"karena ini dulu pabrik milik kakek,dan gue sering ikut kesini untuk bermain,jadi gue tau kalau di belakang pabrik ini ada jurang."jawab nya


"deek,dedeek kamu dimana?"teriak Ardha memanggil manggil dhina.


"dhinaaaa,kamu di mana.."panggil angga

__ADS_1


mereka terus mencari di sekitar pabrik.


kreekk..


kaki angga menginjak sesuatu


"apa ini"ujar nya sambil menunduk dan membuka dedaunan kering.


"handphone dhina!!"gumam nya


"ada jejak kaki dan itu kearah jurang"batin nya tertegun.


"dhinaaaa!!"panggil angga sambil berlari


Ardha pun terkejut melihat angga berlari.


"angga tunggu"panggil nya sambil berlari mengejar angga.


"sekarang lempar dia ke jurang,saya gak mau lihat wajah gadis ini"ujar tuan sastrawijaya.


"kek,jangan ana mohon,apa salah ana kek sampai kakek ingin menghabisi ana?


ingat kek ana istri cucu kakek dan sebentar lagi kami akan memiliki bayi"ucap dhina yang terus memohon.


"kamu gak salah,tapi ayah kamu yang salah,jadi kalau mau menyalah kan salah kan saja ayah mu itu."balas tuan sastra dengan senyum jahat nya.


"abii!,apa hubungan ini semua dengan abi ana?orang tua ana sudah meninggal hadi gak mungkin salah mereka"ujar dhina dengan bingung


"orang tua mu masih hidup,dan dia akan segera meninggalkan cucu ku demi mu dan abang mu itu"balas tuan sastrawijaya kesal.


"tidak mungkin,abi dan ummi meninggal saat kecelakaan mobil,dan ana melihat sendiri jenazah nya,gak mungkin abi dan ummi masih hidup,"ucap dhina dengan badan gemetar dan ia pun langsung menangis.


"tidak!!.orang tua mu masih hidup,jasad yang kalian lihat dan kalian kubur kan itu adalah jasad anak ku dan suami nya sedang kan angga adalah cucu ku satu satu nya,kerena aku tidak ingin angga kehilangan orang tua nya jadi aku menukar nya,dan beruntung nya orang tua kalian kehilangan ingatan nya!tapi sekarang alam ayah kalian sudah mengingat semua dan ia akan segera meninggal kan angga kini hanya mama kalian yang belum mengingat semua ."ujar nya mengungkap rahasia yang telah ia sembunyikan selama 10 tahun yang lalu lalu.


tuan sastra dan dhina terkejut saat angga dan Ardha yang datang dengan tiba tiba .


"apa maksud kakek,mama anggi dan papa alam bukan orang tua kandung ku?"tanya angga yang masih tidak percaya.


"iya mereka bukan orang tua mu,tadi nya kakek akan menyingkir kan mereka tapi kakek lihat kamu sangat menyayangi nya jadi kakek pikir lebih baik anak anak nya saja yang di singkir kan,dan kamu bisa menjadi anak mereka satu satu nya"jawab tuan sastrawijaya


"kenapa kakek lakuin itu semua ?"tanya angga


'kenapa kakek lakuin ini?,semua ini kakek lakuin untuk mu karena kakek sangat menyayangi mu kakek gak mau kamu sedih lagi"jawab nya


"tapi gara gara wanita ini,kamu kan segera kehilangan orang tua angkat mu,"ucap nya


"kakaaak"gumam dhina pelan


"lempar dia sekarang"ucap tuan sastrawijaya.


mereka mengangguk dan bersiap untuk melempar dhina ke dalam jurang.


"berhentiiii?!!"teriak Ardha


"lepaskan adek ana,biar ana yang menggantikan nya mati"sambung Ardha


"abang,apa yang abang katakan?"jerit dhina dengan air mata yang terus menetes.


"HAHAHAAA!!!kamu tenang saja setelah adik mu mati selanjut nya giliran mu"ujar tuan sastra dengan tawa jahat nya


mereka pun terkejut.

__ADS_1


"lempar dia"ucap nya


"TUNGGUUU!!"teriak alam


tuan sastra pun menghentikan nya.


"HAHAHAA!! ternyata kamu"ucap nya tersenyum sinis


"masalah kita berdua jangan libatkan anak anak,mereka gak tahu apa apa"ujar alam berusaha menghentikan nya


"huuhhh,kau ingin aku jangan melibatkan anak anak?tapi lihat lah kamu melihat kan polisi untuk masalah kita"balas nya sambil menodongkan pistol ke arah dhina.


"kakek jangan seperti ini,angga rela kehilangan mama anggi dan papa anggi,tapi angga gak mau kalau kakek sampai menghabisi mereka,cukup kek"teriak angga


tuan sastra pun hanya tersenyum sinis


"lihat lah,begitu baik nya cucu ku dia begitu menyayangi mu dan istri mu,tapi kalian malah akan meninggal ksn nya sendirian lagi"ujar tuan sastra


"kami akan selalu menjadi orang tua angga meski kami tidak tinggal bersama nya lagi,kami sangat menyayangi angga dam akan selalu begitu,aku akan kembali bersama anak kandung ku karena aku harus membayar hutang kasih sayang sepuluh tahun yang lalu yang mana membuat mereka tidak pernah merasakan nya"balas alam yang berusaha pelan pelan mendekati dhina.


"berhenti disitu,kalau gak aku akan langsung menembak putri mu ini"ujar nya mengancam


alam pun langsung menghentikan langkah nya.


"tuan sastra kamu mohon letakkan senjata anda di bawah dan menyerah lah,karena kami sudah mengepung tempat ini,jika tuan memberontak mka kami tidak akan segan melumpuh kan anda!" ucap salah satu polisi


tuan sastra pub hanya tertawa.


"sebelum aku mati maka kamu harus mati lebih dulu "ujar tuan sastra mengarahkan pistol nya ke arah alam.


semua orang tertegun mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.


"mati saja kamu sana!!"ujar tuan sastra sambil menembak kan pistol nya ke arah alam.


DORRRRR!!!(suara tembakan)


"abiii!!"teriak Ardha dan dhina


memanggil alam.


"rian!!apa yang kamu lakukan,?"ucap alam saat melihat rian yang tiba tiba sudah ada di depan nya.


rian pun langsung terjatuh twrsungkur.


"fahmiii,gue seneng bisa jadi sahabat lo,gue titip revan dan sarah ya,jaga mereka untuk gue"ucap rian lirih


alam hanya terdiam saat tangan nya penuh oleh darah rian.


"lo gak akan kenapa napa,sekarang juga kita akan ke rumah sakit"ucap alam sendu


rian hanya menggeleng dan tersenyum.


pelan pelan mata nya mulai terpejam.


"RIAAAAAN"teriak alam ia pun langsung memeluk sahabat nya dengan tubuh yang bersimbah darah.


"PAMAAAAN!!"panggil Ardha dan dhina


seketika itu mereka pun menangis tersendu sendu saat melihat tubuh paman nya terbaring tak berdaya.


angga diam seribu bahasa ia masih syok.

__ADS_1


polisi pun langsung menangkap tuan sastra dan anak buah nya.


__ADS_2