Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun
dendam dan benci


__ADS_3

di lokasi kejadian.


"panggil ambulan cepat!!!"teriak alam


"lo tenang ya,lo pasti gak akan kenapa napa,gue akan bawa lo ke RS!"sambung alam


tapi rian hanya diam dengan tujuh lemah dan berlumuran darah


"paaa,tenang pa paman rian pasti selamat"ucap angga menenangkan alam


"iya bii!!"sambung Ardha dan dhina bersamaan.


mereka pun membawa rian keluar dari hutan


sedangkan tuan sastra di bawa polisi.


angga dan Ardha pun membawa tubuh rian.


sedangkan alam berjalan mengikuti dari belakang dengan wajah lesu.


"bii,insyaallah paman pasti akan mendapatkan tempat terbaik di sisi allah.."ujar dhina


alam terus saja diam selama perjalanan ke mobil.k


mereka pun memasuk kan tubuh rian ke dalam mobil.


dan membawa nya pulang.


angga pun segera mengeluarkan ponsel dari kantong nya untuk menelfon seseorang.


"halo maa!!"ucap angga via telfon


"halo angga! kamu di mana sayang dhina mana,kata bibik dhina di bawa kakek,sekarang dhina nya dimana dan kakek gimana!!!"tanya anggi


"nanti angga ceritain?sekarang mama,tolong segera pergi ke rumah bibi sarah sekarang"ujar angga


"ada apa sayang,kenapa suara kamu terdengar begitu cemas"tanya anggi yang ikut cemas mendengar suara angga.


"nanti angga jelasin,udah dulu ya maa!!"ucap angga menutup panggilan nya


kediaman angga.


anggi keluar dengan buru buru dan pergi dengan mobil nya.


"semoga tidak terjadi apa apa pada mereka semua"ucap anggi dengan cemas.


ia pun mengemudikan mobil nya dengan cepat


sesampai nya kediaman sarah ia pun segera turun dan langsung mengetuk pintu rumah sarah.


tok tok tok...


"assalamualaikum."ucap anggi mengetuk pintu rumah sarah.


"waalaikumsalam,bentar"jawab sarah dari dalam.


kleckk...


sarah pun membuka pintu.


"aah,anggi!!silahkan masuk!"ucap sarah mempersilahkan.


anggi pun menganggu


sarah pun mempersilahkan anggi untuk duduk dan ia pun menuang kan air dalam gelas.


"ini minum nya ang.!"ujar sarah memoersilah.


"terimakasih,"balas anggi tersenyum.


"oh iya,ada apa ya,kenapa tiba tiba datang kemari,"tanya sarah


anggi tidak langsung menjawab


"oh maaf,maksud ku tidak biasa nya kamu datang tanpa menelfon dulu.?"sambung sarah meminta maaf.


anggi pun hanya tersenyum.


"iya gak apa apa,tadi angga menelfon,menyuruh ku untuk datang kemari""ucap anggi sedikit bingung.


"angga!!menelfon "tanya sarah


anggi mengangguk.


BRUUMMMMM!!....


dalam obrolan mereka di kejutkan suara mobil..


anggi pun langsung berdiri dan langsung pergi untuk melihat keluar


dan di susul sarah.


begitu terkejut nya anggi saat melihat angga turun dari mobil bersama polisi.


"ANGGAA!!!.."panggil anggi dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


ia pun segera menghampiri nya.


"sayaang,di mana papa?"tanya anggi


namun angga hanya diam seribu bahasa.


TAAKK..


suara langkah seseorang turun dari dalam mobil dengan pakaian penuh dengan darah.


"Maaasss!!"teriak anggi ia pun berlari menghampiri alam yang sedang di papah oleh Ardha dan dhina mengikuti nya dari belakang.


"ada apa ini maasss?"tanya anggi


alam hanya diam.


"ada ini,kenapa semua nya diam"tanya anggi.


sarah pun segera menghampiri ardha.


"sayaang,dimana paman kalian?"tanya sarah pada Ardha


namun Ardha hanya menunduk kan wajahnya.


sarah mun menghampiri dhina yang tepat berdiri di belakang Ardha.


"dedek sayaang,dimana paman kalian??"tanya nya lagi dengan lembut sambil mengusap kepala dhina dengan lembut.


dalam seketika tangis dhina pun pecah.


"bibiiiiiiiikkk!!..."teriak dhina


ia pun langsung memeluk bibi nya itu.


sarah pun langsung keheranan.


ia pun melepas pelukan dhina.


"sayaang,lihat mata bibiik,dimana paman kalian?"tanya sarah sekali lagi.


dhina terus saja menangis ia tidak dapat menahan air mata nya lagi .


"permisi buk,ini jenazah nya apa langsung di bawa masuk.?"tanya salah seorang polis pada sarah.

__ADS_1


sarah hanya diam dan terus melihat kearah polisi dengan tatapan bingung.


polisi itu pun langsung menunjuk kearah jazad yang terbaring di kereta.


sarah pun mendekati kereta tersebut..


dan membuka penutup wajah nya.


sarah pun terkejut bukan main saat ia melihat wajah siapa di balik penutup itu.


"MAAASSS!!!!!.."teriak sarah dengan kuat


membuat anggi tercengang.


"maaasss,apa yang terjadi sama kamu?maaasss!!jawab aku kenapa kamu diam aja?"ujar sarah dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya.


ia terus mengguncang tubuh rian dan terus memanggil nama nya ia berusaha keras untuk membangun kan rian.


namun tubuh rian yang penuh darah dan terasa dingin membuat sarah semakin terpukul.


anggi pun segera menghampiri sarah.


"sarah!!"ucap anggi


ia pun langsung memeluk tubuh sarah.


sarah terus menangis terisak isak di pundak anggi ..


"yang sabaar ya,insyaallah rian akan mendapatkan surga nya TUHAN,karena dia orang yang baik.."ujar anggi berusaha menghibur sarah.


sarah pun mengangguk.


"kenapa dia tega meninggal kan ku dan anak anak?apa dia tidak sayang pada kami..?aku dan anak anak sangat menyayangi nya,tapi kenapa??"ucap sarah terisak isak.


anggi pun tersenyum.


"kita semua menyayangi nya,tapi TUHAN lebih menyayangi nya,aku yakin TUHAN pasti akan menempat kan nya di tempat terbaik di sisi nya"ucap anggi menjelas kan.


sarah hanya memandang wajah anggi dengan mata berbinar binar.


"maaaa!!"panggil revan.


yang saat itu baru pulang dari sekolah bersama Rasti adik nya.


revan pun menghampiri sarah dengan tatapan bingung.


dengan cepat ia langsung menghapus sir mata nya dan berusaha tersenyum..


"ada apa ini maa,kenapa di rumah kita ramai dan begitu banyak polisi?"tanya revan.


kini revan sudah duduk di bangku kelas 3 smk sedangkan Rasti masih duduk di bangku TK..


"maaa,kenapa mama diam"tanya nya lagi.


"emmm"sarah hanya bergumam ia ingin berbicara tapi di hati nya begitu banyak keraguan..


"maaa"siapa itu?"sambung revan menunjuk kearah jasad ayah nya.


ia pun menghampiri nya den membuka penutup nya.


ia pun tercengang di buat nya.


"paaa!!papaa..papa kenapa,kenapa bisa seperti ini,?"teriak revan


alam pun langsung memeluk revan.


"revan sayang,maafin paman"ucap alam memeluk revan dengan erat.


"paman, apa yang terjadi dengan papa..?"tanya revan tetap dalam pelukan alam.


"maaf,ini semua gara gara paman!!semua terjadi karena ayah mu melindungi paman dari kematian!tapi karena semua itu paman kehilangan ayah kalian.."ujar alam.


"iyaa!!semua ini gara gara paman,ini kesalahan paman!paman adalah teman terburuk!gak seharus nya papa melindungi paman,kenapa bukan paman saja yang mati!!!"bentak revan dengan penuh amarah.


"REVAAAAANN!!!.."teriak Ardha


PLAAKKK!!!!!...


dengan kuat nya sarah menampar revan.


semua orang yerkejut


terutama revan.


"maa,kenapa mama memukul ku?"tanya revan.


"mama mohon,kamu jangan buat keributan di depan jasad papa kalian.."ujar sarah


revan langsung mengepal kan tangan nya


ia begitu kesal.


"mari kita bawa jenazah paman kedalam."ucap angga.


mereka pun mengangguk dan langsung membawa tubuh rian ke dalam.


"pak,terimakasih atas kerja sama nya,saya pastikan tuan sastra mendapatkan hukuman sesuai dengan kejahatan nya.!'ujar komandan polisi tersebut.


"iya pak,saya pun mengucapkan banyak terimakasih"balas alam.


polisi itu pun mengangguk.


setelah semua nya selesai mereka pun segera meninggal kan kediaman rian.


alam pun menyusul kedalam.


"sayaang,kamu kedalam dulu ya"ucap anggi pada rasti.


"iya tantee"jawab nya.


"dhinaa,bawa Rasti kedalam yaa"pinta anggi .


dhina pun mengangguk.


"yuk sayaang,ikut bibi!"ajak dhina tersenyum.


Rasti pun mengangguk.


sarah terus saja menangisi kepergian suami nya .


di dalam kamar.


"bibiik!!"panggil Rasti pada dhina.


"iya sayang kenapa?"jawab dhina menghampiri Rasti dan duduk di hadapan gadis kecil itu.


"bibii,apa yang teljadi cama papa,kenapa mama dan bang levan menangis..!"tanya nya dengan penuh kepolosan dan keluguan.


ketidak tahuan nya membuat nya menjadi penasaran.


"dengar ya sayang!!papa rian sudah tidak ada,tuhan sudah mengambil nya?"ucap dhina berusaha menjelaskan.


"kenapa tuhan mengambil papa,kami cayang papa?"tanya nya lagi


dhina tidak dapat lagi membendung air mata nya.


ia pun langsung memeluk gadis kecil itu.


"sayaang,tuhan lebih sayang papa,karena itu papa panggil tuhan"ucap dhina

__ADS_1


"dedek mau jadi anak yang soleha kan dan di sayang allah.?"sambung nya lagi


"iyaa bii,lasti mau jadi anak coleha dan di cayang allah.."balas gadis kecil itu dengan lugu nya


"jadi Rasti harus jadi anak yang pintar ya!"ucap dhina dengan air mata yang mulai membasahi hijab nya.


pakaian yang lusuh dan kotor pun belum sempat ia ganti.


****


setelah semua proses selesai keluarga pun membawa jenazah rian ke pemakaman untuk segera di kubur kan.


hari mulai gelap.


mobil ambulan yang membawa jenazah rian pun tiba di pemakaman.


keluarga dan tetangga yang turut serta mengiringi jenazah rian ke tempat per istirahatan nya yang terakhir.


"revan bantu paman ya!"ajak alam.


revan pun mengangguk.


beberapa orang mengangkat jenazah


rian turun ke liang lahat.


sedangkan alam,revan dan Ardha berada di bawah untuk meletakkan jenazah rian di tempat nya.


"paaa,revan janji..! revan akan menjaga dan membahagiakan mama dan Rasti..,papa yang tenang ya di sana,kami menyayangi papa"ucap nya dengan air mata yang menetes dari pelupuk mata revan.


semua orang yg menyaksikan nya pun tidak bisa menahan tangis air mata yang berderai penuh dengan kesedihan.


setelah semua prosesi selesai orang orang pun mulai pergi.


kini hanya alam,Ardha,angga,anggi,sarah dan revan.


sedangkan dhina di rumah bersama Rasti.


"rian sahabat ku! aku berjanji akan menjaga istri dan anak anak mu,maaf selama ini aku belum bisa menjadi sahabat yang baik."ucap alam dalam tangis nya.


"aku akan mengingat semua ini,aku akan membalas kesedihan mama dan kematian papa,."gumam revan dengan penuh dendam di hati nya.


"yuk kita kembali"ajak anggi


mereka pun mengangguk.


"maas,aku pulang dulu ya,kamu yang tenang ya disana,"ucap sarah


cuuppp!!!


sarah pun mengecup pelan batu nisan rian.


dengan berat hati ia pun melangkah jauh meninggal kan makam rian.


anggi pun membantu sarah berjalan karena kini hati sarah sedang terpukul karena kepergian rian.


di sepanjang jalan sarah hanya diam namun air mata nya terus menetes tanpa henti.


revan melihat kondisi mama nya yang sekarang membuat dendam di hati nya semakin mendalam.


dhina dan anggi terus berusaha menghibur sarah.


agar sarah bisa sedikit melupakan kejadian itu.


"maaa,mama kenapa menangis?"tanya Rasti dengan kepolosan nya.


"eeehhh,,mama gak nangis kok!"ucap sarah yang berusaha menyembunyikan kesedihan yang ia rasakan dari putri kecil nya.


"mama jangan cedih lagi,bibi dhina bilang kalau papa pasti bahagia di cana belcama allah!!..ya kan bik"ujar gadis kecil itu.


dhina pun mengangguk dengan penuh keharuan.


"iya sayang,papa pasti bahagia,"balas dhina


ia pun langsung memeluk gadis kecil itu.


mata dhina mulai berkaca kaca mendengar tuturan gadis pintar ini.


anggi dan sarah pun turut terharu dengan apa yang di ucap kan rasti..


"iya,mama janji gak akan sedih lagi.."ucap sarah.


Rasti pun langsung memeluk mama nya.


**


malam hari.


di kediaman sastrawijaya.


"kak kita pergi sekarang.."ajak dhina


"iya sayang,bentar lagi.."jawab angga sambil merapikan koko nya.


"yuuk.."ajak angga


angga terlihat lebih tampan dengan kain dan baju koko lengkap dengan peci (penutup kepala/kopiah).


"waaahhh,kakak terlihat tampan malam ini.!"goda dhina dengan senyuman genit nya.


"kamu inii ya!!"ujar angga membantah.


"tapiii..! terimakasih ya sayang."sambung angga memegang kedua tangan dhina dengan lembut.


"makasih untuk apa kak??"tanya dhina sedikit bingung.


"makasih untuk semua nya,! padahal kamu tau kalau kakek ingin menyakiti mu bahkan nekan ingin membunuh mu..!!tapi kamu tetap saja mau berada di samping ku..aku minta maaf dan terimakaa......"ucapan angga terhenti saat tangan mungil dhina menutup lembut mulut angga untuk menghentikan ucapan nya.


"kakak tidak perlu minta maaf dan terima kasih,,!karena ana sudah memaafkan nya sejak awal dan ana tidak mengharapkan ucapan terimakasih dari kakak!!. ana tulus dan ridho untuk tetap hidup bersama kakak..jadi kakak jangan pernahenyalah kan semua kejadian ini pada diri kakak sendiri.?karena ana tau kalau hati kakak itu tulus.."ucap dhina tersenyum .


angga pun membalas senyuman tulus istri nya itu.


ia pun langsung memeluk dhina dengan erat dan mengecup kening nya dengan lembut penuh kasih sayang.


tok..tok..tok .


"anggaaa,dhinaaa!!!.."panggil anggi sambil mengetuk pintu.


"aahhh!!"gumam dhina terkejut saat anggi memanggil dari luar kamar.


"iya maa.."jawab dhina gugup sambil membuka pintu kamar.


"ii..iya ma kenapa??"tanya dhina terbatas bata.


anggi hanya tersenyum saat melihat sikap dhina dan angga yang terlihat gugup.


"kalian sudah siap,yuk kita berangkat papa sudah menunggu di bawah.!"ujar anggi.


dhina pun mengangguk


ia pun segera merapikan hijab dan cadar nya dan segera turun bersama anggi.


sedangkan angga mengikuti nya dari belakang.


"yuk kita berangkat.."ajak alam.


"iya paa.."balas angga.


mereka pun segera melaju ke kediaman sarah untuk melaksanakan malam tahlilan untuk rian...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2