
Ardha dan angga berbincang bincang di ruang tengah
keisya dan dhina sedang membuat minuman dan camilan
"heii,gue mau tanya sama lo,,"ujar Ardha
"tanya apa bang?"balas angga
"lo sebenar nya sayang gak sih sama adex gue?"tanya ardhadengan tatapan sinis
"gue sayang dan cinta banget sama dhina,dan gue gak mau kehilangan dia,"jawab angga dengan tegas
Ardha pun langsung tersenyum dan terlihat puas dengan jawaban angga
ia pun langsung memeluk angga
angga pun membalas pelukan nya.
"ehem,eheemmmm"gumam dhina
angga dan Ardha pun terkejut mereka segera melepaskan pelukan nya
"ada apa ini?kok pake peluk pelukan segala?"goda keisya
dhina pun ikut menggoda
"gak ada apa apa kok,dia duluan yang meluk abang"ujar Ardha menghindar ia pun langsung memalingkan wajah nya.
"kok jadi saya sih bang!!kan abang duluan tadi yang meluk saya.!"ucap angga membela diri.
"lo tu yang duluan"balas Ardha
mereka pun mulai adu mulut lagi.
"udah,udaah!!baru aja kalian baikan sampe peluk pelukan sekarang sudah ribut lagi.!"ucap dhina melerai mereka berdua
keisya hanya menggeleng kan kepala dan tersenyum
melihat tingkah suami dan adik ipar nya itu.
"nii,dedek dan ukty kei sudah bikin air plus camilan nya"ucap dhina sambil memberikan air pada Ardha dan angga
"makasih dek,"ucap Ardha tersenyum
dhina mengangguk dan tersenyum
"nii untuk kaka!"sambung nya sambil memberikan air pada angga
"makasih dhin,"ucap angga tersenyum
"sama sama kak"jawab dhina dan membalas senyuman angga
mereka pun mengobrol sambil berbincang bincang
terkadang sesekali tertawa.
"baru sebentar gue diam di sini perasaan gue jadi tenang,"batin angga
"kak,apa kakek gak marah kakak datang kemari?"tanya dhina sedikit cemas
"awal nya sih kakek marah,tapi sekarang sudah ngak,"ucap angga tersenyum
dhina pun ikut tersenyum
"uuuuhhhh,imut banget sih istri ku ini,"ujar angga menggoda
wajah dhina pun seketika langsung memerah
"iih,apaan sih kak,malu tau"ucap dhina
ia pun langsung menunduk kan wajah nya
Ardha dan keisya melihat nya pun ikut tertawa.
"bener kan bang,istri ku ini imut ?"tanya angga yang terus saja menggoda dhina
"iyaa,suami mu itu bener kok,kalo dedek abang ini memang imut"sambung Ardha menggoda sambil tertawa kecil.
"abaaaang,,"ucap dhina kesal kesal manja ia pun langsung mencubit tangan angga
__ADS_1
"aawwwww!! sakit tauuu"teriak angga menggosok gosok tangan nya
"lihat bang,dia memang imut,tapi kalau sudah marah,mirip banget sama induk harimau,imut di luar tapi kalau marah,serem,,"ujar angga tersenyum
dhina pun langsung memanyunkan bibir nya.
"sudaaah,kasian tau dedek kesayangan ku ini!"ucap keisya membela
"iyaa,lihat tu dari tadi mereka memojok kan dedek terus,"ujar dhina dengan manja dan memeluk keisya
mereka pun hanya tersenyum melihat tingkah dhina yang sedikit manja.
"udah aah,ana mau kebelakang dulu,"ucap dhina keisya pun mengangguk
ia pun segera berdiri dan pergi
Ardha dan angga sedang mengobrol tentang pekerjaan sedang kan keisya menonton TV sambil mengemil camilan nya.
PRANKKK(suara gelas jatuh)
membuat keisya terkejut
"dedek,,"gumam keisya pelan
ia pun tersentak dan langsung berlari ke belakang.
ia pun terkejut saat melihat dhina tergeletak di lantai
"dedeek,bangun deek,!"panggil keisya ia berusaha membangun kan nya sambil mengguncang guncang tubuh dhina.
"aabiiiiii..iiiii...!!"tariak keisya dengan kuat.
Ardha yang mendengar teriakan keisya pun langsung berlari ke arah teriakan
angga pun mengikuti nya
"dedek!!"ujar Ardha tersentak
"dhinaaa!!"panggil angga ia pun langsung menghampiri nya.
dengan sigap angga menggendong dhina ke mobil.
"aku akan bawa dhina kerumah sakit."ujar angga
angga pun mengabgguk.
mereka pun membawa dhina pergi ke rumah sakit.
sesampai nya di RS
angga pun segera membawa dhina masuk.
"Dok..dokteer!! tolong istri saya"panggil angga dengan cemas
perawat pun menghampiri mereka
"silah kan pak,bawa pasien nya ke ruang rawat"ujar salah satu perawat.
angga pun mengangguk dan membawa dhina masuk ruang rawat.
dokter pun masuk dengan tergesa gesa.
"bapak ibu silah kan keluar dulu,kalian bisa menunggu di depan,"ucap dokter
"iya dok,tolong adik saya"ujar Ardha cemas
"iya pak,"ucap dokter tersebut
mereka pun segera keluar.
"semoga dedek tidak apa apa ya"ujar keisya cemas
Ardha dan angga pun terlihat begitu cemas.
kleekkk..
dokter pun keluar.
"dok gimana keadaan nya"tanya Ardha dan angga bersamaan
__ADS_1
dokter pun hanya tersenyum.
"pasien tidak apa apa,dan di antara kalian siapa suami nya?"tanya dokter pada Ardha dan angga.
"saya dok,saya suami nya"ucap angga
"selamat ya pak,istri bapak sekarang sedang hamil dan usia kandungan nya sudah enam belas minggu,"ucap dokter tersenyum
keisya dan Ardha pun tersenyum senang
"apa dok,istri saya hamil,"tanya nya yang masih tidak percaya
"iya pak,istri bapak hamil"balas dokter tersenyum
"hahaa,terimakasih banyak dok"ucap angga
dokter tersebut pun mengangguk dan tersenyum
angga pun langsung berlari masuk ke dalam.
dhina sudah sadar dan hanya berbaring di tempat tidur.
"dhiin,"panggil angga
dhina pun menoleh
"kakak"jawab dhina
angga pun menghampiri nya dan langsung memeluk nya
"kak,ada apa"tanya dhina
terlihat air mata angga menetes dari pelupuk mata nya.
"kak,kakak menangis?"tanya dhina heran.
cuppp!!
angga pun mengecup kening dhina dengan lembut.
"terimakasih banyak ya"ujar angga tersenyum
dhina pun melihat angga dengan heran
"terimakasih??"tanya dhina yang masih terlihat bingung
angga pun mengangguk dan tersenyum
"terimakasih kerena kamu membuat hidup ku lengkap dengan ke hadiran bayi kita"sambung angga
dhina pun tersentak dan memeluk angga dengan erat .
"kita akan punya bayi kak"ucap dhina dalam pelukan angga.
"eemmmm.."gumam angga membalas pelukan erat dhina
mereka saling berpelukan di wajah mereka terpancar kebahagian yang begitu besar.
kleekkk.
Ardha dan keisya pun menyusu masul kedalam
"selamat ya dek"ujar keisya menghampiri
angga pun mundur memberi kesempatan untuk keisya.
"makasih ukhty.."balas dhina
keisya pun memeluk dhina
"selamat bang,sebentar lagi abang akan jadi paman"ucap angga tersenyum
"hemmm"gumam Ardha
tanpa sadar air mata nya menetes
angga pun langsung memeluk Ardha begitu juga Ardha ia membalas pelukan angga.
keisya dan dhina hanya tersenyum melihat mereka berdua.
__ADS_1
angga dan Ardha bukan hanya adik dan kakak ipar namun mereka adalah patner kerja.
kebahagian angga dan dhina pun baru di mulai..