
kediaman angga.
dhina dan anggi sibuk di dapur mempersiap kan makan malam.
"sore maa!!"sapa angga menarik kursi dan duduk di meja makan.
"sore juga sayang"balas anggi tersenyum.
"oya maa,papa belum pulang juga ya?"tanya nya
"belum,mungkin sebentar lagi,"jawab anggi
tangan nya masih sibuk memotong sayuran.
"ini kopi nya bii,"ucap dhina menaruh air kopi nya di depan angga.
"makasih sayang, ,"ucap angga tersenyum
dhina pun mengangguk dan membalas senyuman angga.
"assalammualaikum semua!!selamat sore!!!"ucap alam dengan semangat
dari arah ruang tamu.
ia baru kembali dari kantor.
"waalaikumsalam!!"balas mereka bertiga bersamaan.
"waahhh, ada apa nih?papa terlihat lagi senang ni??"tanya angga.
alam pun langsung duduk dan mulai cerita.
"ada perusahaan besar dari bali yang mengajak perusahaan kita untuk bekerja sama,dan kalian tau tidak?keuntungan Yang akan kita dapat berkali kali lipat dari perusahaan lain nya dan perusahaan kita akan mereka promosikan hingga pasar luar negri.harga saham saham kita akan mendapat kenaikan yang berlipat"tutur nya dengan semangat
"alhamdulillah! !"ucap anggi dan dhina bersamaan.
angga pun langsung memeluk ayah nya
"selamat ya paa " ucap angga tersenyum senang
alam pun mengangguk.
"makasih sayang"balas alam
mereka pun terlihat begitu bahagia.
Prankkk...
(suara gelas pecah)
semua orang terkejut.
"AAAAHHKK...!!!"teriak anggi kesakitan sambil memegang kepala nya.
dan seketika itu pun terjatuh pingsan
"maaa " teriak dhina
angga dan alam pun segera berlari menghampiri dhina dan anggi yang tergeletak tak sadar kan diri.
"Mamah. ."panggil angga
dhina memegang tangan anggi dengan penuh cemas
"angga kamu cepat panggil dokter!"ujar alam.
ia pun menggendong anggi dan membawa nya ke atas
sedangkan angga segera menelpon dokter.
"dhina! !kamu ikut papa ke atas!"ucap alam.
"iya paa.."balas dhina.
mereka pun membawa anggi ke dalam kamar nya .
dhina pun mengikuti nya dari belakang.
kleekk. .
__ADS_1
dengan cepat alam pun membaringkan rltubuh anggi di atas tempat tidur.
dhina hanya bisa diam melihat anggi yang tergeletak lemah.
"emmmm. ,"gumam anggi lirih pelan
"maaa,mama sudah sadar."tanya dhina.
"emmm,kamu siapa"?"uja nya pada dhina.
alam dhina saling pandang.
"bii,,kita di mana ini.?"tanya nya pada alam.
alam pun terkejut.
"kamu panggil aku apa tadi?"tanya alam yang terlihat kaget.
"abii? memang nya ada apa.?"balas anggi..
"kamu ingat siapa nama kamu?"tanya alam lagi.
"iihh abii,masa nama istri sendiri aja lupa,?ini ana bik zara,,!"ujar nya sambil memanyun kan bibir.
alam pun langsung memeluk anggi dengan erat dan terus saja menciumi kening dan pipi zara..
dengan spontan zara pun mendorong tubuh alam.
"apaan sih abi,malu tau cium di depan orang.."ujar nya dengan kesal.
alam pun langsung menarik tangan dhina.
"ini ardhina Riandra mii,putri kecil kita!,"ujar alam.
dhina pun terkejut mendengar ucapan alam.
alam pun menyuruh dhina untuk duduk.
anggi pun langsung duduk di samping dhina.
"dedek!!"teriak anggi
dhina hanya diam seribu bahasa ia terlihat masih sangat bingung.
"ini ummi sayang sayang,?ummi nya dedek sama abang,"ucap anggi melepas pelukan nya
"ummi??"ucap nya masih tidak percaya.
"gak!!.gak mungkin mama ini ummi ana,ummi ada sudah meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu dalam kecelakaan mobil,dan ana yang melihat sendiri jenazah ummi dan abi.."teriak dhina.
alam pun menunduk dan menghampiri dhina.
"tidak sayang,abi dan ummi masih hidup,karena tuan sastrawijaya yang menyelamat kan kami tapi sayang nya kami kehilangan ingatan kami."tutur alam.
seketika itu pun air mata dhina mulai menetes.
anggi dan alam pun langsung memeluk dhina.
"ayo dok cepat,mama saya pingsan..!!"ujar angga dengan cepat
ia pun langsung masuk ke dalam kamar.
"ma..maaa!!"gumam nya pelan.
ia pun langsung menghentikan langkah nya saat melihat papa dan mama nya memeluk dhina dengan air mata yang menetes di pelupuk mata mereka.
"angga!kemari nak."ucap alam.
angga pun berjalan pelan menghampiri.
"siapa dia bii?"tanya anggi dengan penuh tanya.
angga pun langsung berhenti.
"dia putra kita,"ucap alam.
"putra?bukan kah kita hanya punya dedek dan abang?"tanya anggi kembali.
"apakah mama sudah mengingat masa lalu nya,?"batin angga.
__ADS_1
mata angga mulai berkaca kaca.
"sayang, dia itu menantu kita?suami nya dedek " ucap alam mencair kan suasana.
"apa,!!!!!...ternyata dedek kita sekarang sudah menjadi seorang istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu,?"balas anggi.
"sini naak"sambung nya.
angga pun mulai berjalan mendekat.
"maaf dok,membuat dokter melihat semua ini"ucap alam
"iya pak,tidak apa-apa saya sangat terharu,"ujar dokter tersebut
"maaf ya doj,ternyata istri saya baik-baik saja,sekarang mari biar saya antar ke depan"ucap alam.
"iya pak alam,tidak pa-apa gak usah sungkan sama saya,"balas dokter tersebut dengan ramah
alam pun mengantar dokter tersebut kedepan.
didalam kamar anggi memeluk angga dan dhina .
"dedek,abang di mana sekarang ?"tanya anggi
"abang sekarang dirumah nya sama istri nya mii.."ujar dhina.
"abang sudah menikah?"tanya anggi
dhina mengangguk.
angga hanya terduduk diam.
"apakah papa dan mama akan meninggal kan ku setelah ingatan mereka kembali,dan yang masih membuat ku tak percaya adalah ternyata papa mama adalah orang tua dhina dan ardha."batin angga.
"abii..!!"ucap dhina menepuk pelan pundak angga
angga pun langsung tersadar dari lamunan nya.
"kenapa melamun bii?"tanya dhina.
"gak apa apa kok,abi ke bawah dulu ya!"ujar angga lirih.
dhina pun mengangguk.
di bawah
angga terduduk diam di sofa ia terlihat bingung dan cemas
"angga,kamu kenapa?"tanya alam yang tiba tiba muncul di hadapan nya.
angga pun menggeleng kan kepala.
"hmmm,"gumam alam lirih.
ia pun duduk di samping angga dan menepuk nepuk pelan pundak angga.
"paaa!"panggil angga pelan.
"iyaa.."jawab alam.
"apakah papa dan mama akan meninggal kan angga,setelah ingatan papa dan mama kembali ?"tanya angga dengan penuh keraguan.
alam pun terdiam saat mendengar pertanyaan anak angkat nya itu.
ia pun langsung memeluk angga.
angga pun tidak bisa lagi menahan air mata nya.
ia pun membalas pelukan alam dengan erat.
"angga,meski kami bukan orang tua kalian,tapi kami sudah menganggap mu seperti anak kami sendiri.."ucap alam.
tangisan angga pun semakin sendu.
"sayang,kami akan kembali ke rumah ardha,papa dan mama titip dhina ya,,"sambung alam.
"iya paa,angga janji angga akan jaga dhina,karena angga sangat mencintai dhina!"balas angga.
mereka pun saling peluk dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
meski mereka bukan ayah dan anak kandung.