
rian membawa ardha dhina pergi dari sekolah..
"kita mau kemana paman.."tanya dhina..
"kita akan kerumah sakit..."jawab rian lirih.
"mau ngapain kita kerumah sakit.."tanya ardha heran..
tapi rian hanya diam dan menunduk.
..
sesampai nya di RS rian membawa ardha dan dhina masuk..
sesampai nya di depan sebuah kamar.
klekkk..
rian membuka pintu dengan pelan
mereka pun masuk.
di dalam ruangan itu
sarah,nenek pembantu mereka sedang menangis.
saat ardha dan dhina masuk semua orang langsung mengusap air mata mereka..
"nenek,bibik kalian ngapain disini.."tanya ardha sedikit bingung..
ia menatap lurus dan mendapati dua orang yang terbaring dengan tubuh berlumuran darah dan terluka parah dan di samping nya berdiri seorang dokter..
__ADS_1
ardha memegang tangan dhina dengan kuat.
mereka pun berjalan pelan mendekati kedua orang yang terbaring di tempat tidur dengan tubuh dan wajah yang dipenuhi luka dan darah..
"abaaang.."panggil dhina pelan
tapi ardha terus berjalan mendekat dan menghampiri nya dan memegang tangan nya.
"paa..aa..mann..!!! sii..sii..apaa mereka,kenapa kita harus kesiniii..."tanya ardha gugup hingga membuat nya tak bisa berkata banyak..
"abaang..siapa mereka,dan siapa wanita yang mengenakan cadar itu..dan kenapa kita pergi kesini.."tanya dhina
ia terus memandangi wanita yang mengenakan hijab lengkap dengan cadar nya..
"pamaaaann...siapa mereka ini.."tanya ardha yang tubuh nya mulai gemetar..
sarah pun mendekati mereka.
"sayaaang..mereka orang tua kalian,zara dan fahmi.."ucap sarah dalam tangis nya
ardha dan dhina terkejut.
dhina langsung mendekati mayat fahmi dan zara..
"uumm..miii..iiiiii...aabiii...iiiii...."jerit dhina
ia menguncang tubuh zara dengan kuat ia berusaha membangun kan nya.
"ummiii..abii.ii..banguuunn..ana gak mau sendirii,jangam tinggalin ana..kenapa allah mengambil ummi dan abi,ana sudah berusaha buat jadi anak yang soleha supaya allah sayang ummi dan abi...terus kenapa sekarang allah mengambil ummi dan abi dari ana.."ucap nya dalam tangis membuat yang mendengar ikut merasakan kesedihan dhina..
ardha hanya diam mematung bahkan setetes air mata pun tidak ada..
__ADS_1
ia hanya memeluk dhina dengan erat. dhina terus memanggil ummi dan abi nya.
"dedek tenang,dedek gak sendirian,dedek masih ada abang,allah lebih sayang ummi dan abi..itu sebab nya allah mengambil ummi dan abi lebih dulu agar ummi dan abi tidak ada kesempatan untuk tidak melakukan dosa.."ucap ardha menenangkan dhina..
dokter yang melihat ardha merasa kagum.
"sungguh anak yang kuat,,ia hancur namun berusaha tegar di depan adik nya.."ucap dokter yang juga terbawa suasana duka ardha.
"sungguh aku sangat kagum dengan arsha..meski ia masih kecil namun ia mampu menahan perasaan nya demi adik nya..aku sebagai paman yang lebih tua bahkan tidak sanggup menahan air mata ini.."gumam rian
sarah pun mengangguk...
rian mendekati ardha dan dhina..
ia pun langsung duduk di hadapan mereka..
"sayaang..kalian ngak cuma berdua,kalian masih ada paman,bibi sarah,nenek dan kakek semua disini ada untuk bersama ardha dan dhina..mulai sekarang kalian akan tinggal bersama paman,bibik dan adik kalian revan..jadi kalian jangan merasa hidup sendiri.."ucap rian memeluk ardha dan dhina.
"paman apa abi dan ummi akan masuk surga.."tanya dhina dengan polos nya sambil terus menangis.
"pasti sayang..ummi sama abi kan orang baik,dan kalian anak anak yang soleh dan soleha pasti ummi dan abi masuk surga nya allah.."ucap rian menenangkan..
ardha dan dhina membalas pelukan rian..
"dedek janji,dedek akan jadi anak yang baik dan soleha..supaya ummi sama abi bisa masuk surga nya allah..""ucap nya lagi..
riang pun sudah tak bisa menahan air mata nya lagi..
kematian zara dan fahmi membuat rian,sarah,ardha,dhina,bibik,mamang dan keluarga yang lain merasa sangat terpukul..
bagi bereka zara dan fahmi bukan hanya seorang teman atau nyonya bagi para pembantu tapi mereka menganggap nya sudah seperti satu keluarga.
__ADS_1
...