
Lauren yang saat itu sedang bergelut dengan pemikirannya sendiri terkejut saat mendengar nada dering dari ponselnya.
" Halo?"
" Momy ini Olaf, Nathalia...."
Lauren dan Fikri bergegas menuju rumah sakit begitu mendapat kabar dari Olaf bahwa Natalia jatuh pingsan setelah memakan nasi goreng.
Yang diharapkan oleh wanita yang menukar piring nasi goreng milik Jacob dengan milik Natalia kini tersenyum penuh kemenangan.
" Itu adalah hukuman karena kamu sudah berani mengambil Nathan dariku. Dan mulai sekarang aku akan melakukan segala cara agar kamu dan Nathan bisa berpisah."
Dirumah sakit...
Hanya Nathan yang terlihat diam karena dia sedang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi kepada Natalia.
" Olaf apa kamu merasa bahwa Natalia terlalu banyak memakan sayuran gubis?" Tanya Nathan.
" Entahlah. Tapi Bukankah Natalia sudah mengatakan bahwa dia merequest nasi goreng tanpa sayuran kubis kan?"
Saat Nathan dan Olaf sedang mencoba mengingat kembali setiap detail sayuran yang masuk ke dalam mulut Natalia. Lauren dan Fikri datang dan langsung menghampiri mereka.
" Nathan, Olaf apa yang terjadi?"
" Natalia terlalu banyak makan gubis Mom." Ucap Bella.
" Apa bagaimana bisa?"
Bella kemudian menceritakan kronologi nya.
" Sepertinya ada yang menukar piring Nathalia." Ucap Nathan.
" Nathan jangan seperti itu. Dengan begitu kamu secara tidak langsung sudah menuduh salah satu dari kami." Ucap Elsa.
" Lah kok sewot. Emang kenyataan nya kayak gitu kan." Ucap Nathan.
" Ya siapa tahu aja tadi yang mengantarkan pesanan kemeja kita salah meletakkan piring yang dipesan oleh Natalia." Ucap Elsa.
" Aku setuju dengan Elsa." Sambung Bella.
" Tapi aku sependapat dengan apa yang dikatakan Nathan. Pasti ada yang sengaja menukar piring yang seharusnya diberikan untuk Natalia. Karena penjual nasi goreng itu pasti sudah mengetahui mana nasi goreng yang dipesan secara khusus dan berbeda." Ucap Olaf.
" Ah benar juga. sepertinya piringku dan piring Natalia tertukar. Aku extra sayuran kubis. Tapi saat aku memakannya aku tidak sedikitpun merasakan sayuran kubis." Ucap Jacob.
" Jadi, pertanyaan nya adalah siapa?" Tanya Nathan.
" Sudah sudah, daripada kalian terus ribut memikirkan siapa yang sudah menukar piring Natalia lebih baik sekarang kalian minggir karena Momy mau melihat keadaan Natalia."
Semuanya langsung buka barisan dan membiarkan Lauren serta Fikri lewat.
__ADS_1
Karena Nathalia masih belum sadarkan diri Lauren kemudian meminta kepada semua teman-temannya untuk pulang dan beristirahat. Tidak lupa juga Lauren mengucapkan terima kasih karena mereka langsung membawa Natalia ke rumah sakit.
Hanya Nathan yang tetap stay disana.
" Nathan kenapa kamu masih ada di sini pulanglah sudah ada mommy yang menjaga Nathalia. Momy janji akan segera menghubungimu begitu Natalia tersadar."
" Tapi...."
" kalau kamu tetap berada di rumah sakit mungkin kedua orang tuamu akan kebingungan karena kamu masih belum pulang."
" Huft...." Nathan menghela nafas panjang sambil sesekali melihat Natalia dari balik kaca bening di luar ruangan.
Rasanya sangat berat meninggalkan Natalia dalam keadaan seperti ini. Tapi apa yang dikatakan Lauren benar adanya jika Nathan tidak segera kembali pulang kedua orang tuanya pasti akan merasa khawatir mengingat Nathan pergi juga tidak membawa ponsel.
Akhirnya dengan langkah kaki yang teramat berat Nathan meninggalkan rumah sakit
Sepanjang malam, Nathan tidak bisa berhenti memikirkan Natalia dan juga tidak bisa berarti memikirkan siapa yang telah tega menukar piring Natalia.
...----------------...
Pagi harinya ..
Nathalia terbangun namun dia masih merasakan pusing sehingga tidak mampu untuk bangun.
Dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk mengambil gelas yang berada di samping kanannya karena tenggorokannya terasa begitu kering.
Bersamaan dengan usaha Natalia yang mencoba untuk mengambil segelas air, Lauren yang baru saja membeli makanan masuk ke dalam ruangan itu.
" Maaf sayang tadi Mama sedang keluar untuk membeli makanan karena sepertinya kamu tidak akan suka dengan makanan yang akan diberikan dari rumah sakit ini."
Nathalia yang masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri hanya bisa tersenyum.
" Apa yang kamu rasakan?. Momy panggilankan dokter yaa?"
Nathalia hanya bisa tersenyum lalu mengangguk.
Beberapa saat kemudian Lauren kembali dan mengatakan bahwa Natalia harus menunggu karena dokter sedang memeriksa pasien yang lain.
" Mom..."
" Yaa sayang?."
" Maaf karena aku tidak teliti dalam memakan makanan."
" Bukan salah kamu sayang. Sudah Jangan pikirkan soal itu. Sekarang bersemangatlah untuk sembuh karena ada Nathan yang sedang menunggu kabar darimu."
" Nathan?"
" Ya, kemarin dia tidak mau pulang karena dia ingin menunggu kamu sadar. Tapi Momy memaksanya pulang karena sepertinya Nathan tidak membawa ponsel sehingga tidak bisa menghubungi kedua orang tuanya bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit."
__ADS_1
" Apa kamu mau momy menghubungi Nathan sekarang?"
" Boleh kah?"
" Tentu saja.."
Saat dokter datang untuk memeriksa keadaan Natalia saat itulah Lauren memberitahu Nathan bahwa Natalia sudah sadar. Tak lupa Lauren juga mengatakan agar Nathan datang saat jam istirahat makan siang atau saat pulang kantor.
Karena Lauren ingin Nathan tetap patuh pada peraturan kantor walaupun Nathan adalah anak dari pemilik kantor itu.
Nathan akhirnya berjanji bahwa dia akan datang menuju Natalia saat istirahat jam makan siang.
Lauren kemudian kembali ke ruangan Natalia setelah dokter memeriksa Natalia dan mengatakan bahwa keadaan Natalia baik-baik saja. Hanya menunggu beberapa saat agar sari-sari kubis yang sudah terlanjur masuk ke dalam perutnya menghilang sesuai kerja alam. Tentu saja dengan bantuan vitamin dan obat-obatan yang lain.
Siang harinya...
Nathan pikir hanya dirinya yang datang untuk menemani Natalia. Namun ternyata Nathan salah, saat dirinya sampai di ruangan Natalia Dia sedikit terkejut karena seluruh teman-teman Natalia sudah berada di sana.
" Ternyata aku kalah telat." Kekeh Nathan.
Mereka semua kemudian saling bercanda tawa dan saling menghibur Natalia.
Hanya Nathan yang masih memikirkan tentang siapa yang sudah tega menukar piring Natalia dengan piring milik Jacob.
Setelah satu jam berada disana. Nathan memutuskan untuk kembali ke kantor karena jam istirahatnya sudah terakhir.
" Aku pamit yaa ..., nanti aku akan datang lagi." Pekik Nathan.
" Baiklah."
Saat Nathan baru saja keluar dari ruangan Natalia..
" Nathan .."
" Bella? ada apa?"
" Emmm bisakah aku juga ikut kerja sebagai karyawan magang di perusahaan milik ayahmu?"
" Kenapa?. Bukankah orang tuamu juga memiliki perusahaan. Dan sejauh yang aku tahu perusahaan milik orang tuamu justru perusahaan yang paling terbuka terhadap karyawan magang."
" Itu masalahnya. Aku takut jika aku bekerja di perusahaan milik keluargaku. Aku akan bersikap sewenang-wenang dan tidak akan bisa mengikuti peraturan."
" Hmm, Aku akan coba untuk mengatakan kepada ayahku apakah beliau masih mau menerima karyawan magang."
" Terima kasih..."
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...