Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 37


__ADS_3

"Mereka yang berbahagia adalah yang mampu mengubah masalah menjadi hikmah."


"Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah."


" Dan Karena itulah setelah kamu mengetahui kenyataan yang terjadi di antara kita kamu lebih memilih untuk diam dan akhirnya kamu pergi jauh dariku." Pekik Hektor saat dirinya teringat tentang sosok wanita yang pernah menemani hidupnya.


"Sabar merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, tetapi sabar itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa indahnya. Aku benar kan?" Ucap Imelda/Rahayu yang intinya adalah istri Hektor sekarang.


Maap yaa, enthor pikun πŸ˜‚..


" Sayang, kamu disini? bukannya kamu berencana mengantarkan Emil?"


" Ya awalnya begitu tapi kemudian Emil berangkat bersama teman-temannya jadi aku kembali pulang." Ucap Imelda sambil duduk di sebelah Hektor.


" Apa kamu baik-baik saja?"


" Ya.."


" Tapi Aku merasa bahwa kamu tidak sedang baik-baik saja."


" Entahlah, aku masih merasa bahwa aku belum bisa melupakan apa yang sudah aku perbuat dulu."


"Agar tidak putus asa dalam menghadapi masalah, lihatlah bahwa semuanya wajar dan bisa diupayakan menjadi lebih baik." Ucap Imelda.


" Seiring bertambahnya usia, anak-anak terus tumbuh dewasa bisa menjadi terasa jauh dari orang tua. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak harus meninggalkan orang tua, ada yang harus menjalani pendidikan ke luar kota dan ada pula yang merantau demi mengejar kariernya. Tapi Tidak ada yang lebih menyakitkan selain harus terpisah dengan mereka sedari kecil." Ucap Hektor.


Imelda terdiam.


"Cinta ibu adalah yang paling menenangkan. Ia tak banyak wujud dan meneduhkan seperti oase di padang panjang nan gersang. Jadi walaupun tidak tinggal bersama tapi cinta Ibu masih tetap ada untuk mereka."


" Maafkan aku karena ini harus terjadi kepada kita."


" Tidak apa, bukan kah kita sudah memiliki Emil?" Ucap Imelda sambil tersenyum kearah suaminya.


Hektor tersenyum dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, tapi sebelum dia memasuki rumah dia melihat rumah itu.


Ketika anak-anakku sudah tumbuh dewasa ku harap mereka tetap masuk pintu rumah tanpa mengetuk. Masuk ke rumah bisa melepas beban yang berat. Karena ini rumah mereka. *Tapi hanya satu dari tiga yang akan tetap pulang kembali ke rumah ini.


Walaupun Aku berharap suatu hari nanti aku bisa berkumpul dengan mereka semua sebelum waktuku di dunia ini habis.

__ADS_1


🌸🌸🌸*


Sementara itu, Nathan sedang memikirkan sesuatu yang terasa janggal.


Nathan memejamkan mata dan mengingat kata-kata yang diucapkan oleh paman Hektor. Kata kata yang seolah-olah itu adalah pesan tulus dari seorang ayah kepada anaknya.


Nathan tentu saja teringat tentang percakapan itu karena hal seperti itu jarang sekali dilakukan oleh Felix kepada Nathan.


Saat Nathan akan bertunangan juga, Tia dan Felix tidak mengatakan sesuatu yang membuat hatinya tersentuh seperti yang dilakukan oleh Hektor dan juga Imelda.


" Paman Hektor.." Sapa Nathan saat melihat Hektor berjalan ke arah nya.


" Hai nak, apa kabar mu?"


" Seperti yang paman lihat, aku sudah jauh lebih baik."


" Ya paman bisa melihat itu dan paman juga bisa melihat kebahagiaan yang terpancar di matamu."


" Hmm, Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untukku karena aku sudah tinggal selangkah lagi untuk bisa hidup bersama dengan wanita yang aku cintai."


" Tetap lah pada semangat yang membara ini agar jalan yang akan kalian sempit nanti akan berjalan seperti yang inginkan."


" Sama sama. Saat jalan yang dilalui kian berliku, maka beristirahatlah sebentar. Tenangkan pikiran dan temukan jalan keluarnya." Ucap Hektor.


" Aku sudah mencoba untuk menenangkan pikiranku tapi aku belum menemukan jalan keluar atas masalah yang sampai saat ini belum ada titik terangnya." Ucap Nathan.


Entah kenapa tiba-tiba dia ingin menceritakan tentang masalah yang dihadapi oleh Natalia, pekerjaannya yang tiba-tiba menurun drastis hingga dia dikeluarkan dari perusahaan sampai butik milik orang tuanya terbakar.


Tapi kemudian Nathan tersadar bahwa tidak seharusnya dia menceritakan tentang sesuatu yang bersifat pribadi kepada orang asing.


Ya, Nathan kini sudah menganggap Hektor sebagai orang asing padahal sebelumnya Nathan selalu memanggilnya ayah.


Sudah lama kita tidak bercengkerama, rasanya di rumah sepi tanpa kehadiranmu nak. Batin Hektor .


Tak ada kata yang bisa terucap, kecuali hanya ingin ungkapkan rasa rindu yang begitu membara untukmu yang kini sudah tidak dapat lagi raih.


" Paman, apa paman baik baik saja?"


" Ya, paman hanya sedang menunggu hari di mana kamu akan resmi menyandang gelar sebagai seorang suami. Dan pastikan bahwa kamu akan membuat istrimu selalu bahagia sehingga rumah tangga yang akan kalian bangun menjadi sangat indah."

__ADS_1


" Rasanya sungguh tidak percaya sebentar lagi aku juga akan seperti mama dan papaku yang membangun keluarga"


" Ingatlah selalu, Sesibuk apa pun, sejauh apa pun pergi, keluarga menjadi tempat untuk jalan pulang. Uang beserta dengan popularitas tak mampu membayar kebersamaan bersama dengan keluarga."


" Ya, paman benar."


Bisa bertemu anak menjadi bahagia di hati, salah satu momen yang paling ingin selalu aku ulang di dalam hidup ini.


" Nathan, apa yang kamu lakukan di sini. Kenapa kamu melamun. Bagaimana jika kamu kesurupan?" Tanya Elsa.


Nathan melihat sekitar dan dia baru menyadari bahwa dirinya berada di atas atap gedung kantor.


" Ah Elsa terima kasih karena sudah menyadarkan aku dari lamunan ini karena jika saja kamu tidak ada aku mungkin masih akan terus melamun dan menganggap bahwa ini adalah rumahku." Kekeh Nathan.


" Haha memangnya apa yang kamu lamunkan sehingga kamu tidak sadar jika kamu masih berada di lingkungan kantor?"


" Hmm tidak ada aku hanya memikirkan tentang aku dan Natalia yang sebentar lagi akan menjadi suami istri."


" Sepertinya kamu sudah yakin bahwa Natalia adalah yang terbaik untukmu."


" Ya Kenapa kau tidak yakin bukankah aku lah yang pertama menyatakan perasaanku kepadanya jadi Tentu saja aku yakin karena akulah yang memintanya untuk menjadi kekasihku."


" Lalu Bagaimana dengan Bella Bukankah Bella yang lebih dulu mengenalmu dan jelas-jelas Bella menyimpan rasa padamu."


" Elsa apa Bella belum memberitahumu bahwa kita sudah memutuskan untuk tetap menjadi sahabat walaupun kami tahu bahwa Bella menyukaiku tapi tidak ada yang jauh lebih penting selain kebahagiaan orang yang dia cintai."


" Apa itu artinya kamu mengorbankan perasaan Bella ataukah Bella yang berkorban demi kebahagiaan kamu dan Natalia?"


" Tidak ada yang berkorban dan mengorbankan perasaan dalam kisah cinta aku dan Natalia Elsa, karena memang semuanya berjalan seperti ini. Aku dan Bella Memang yang pertama kali saling mengenal tapi aku hanya menganggapnya sebatas sahabat. Tapi untuk Natalia awalnya aku juga menganggapnya sebagai sahabat tapi seiring berjalannya waktu ada sesuatu dalam hatiku yang menganggap bahwa dalam diri Natalia ada yang menarik hatiku sehingga aku dengan sadar menariknya untuk masuk dalam hidupku."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2