Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 57


__ADS_3

"Jangan menangis ketika hubunganmu berakhir. Tersenyumlah karena dia (mantanmu) akhirnya jadi masalah orang lain" Ucap Olaf.


" Apa maksud mu?"


" Kamu tidak akan suka caranya mengupil dan mendengkur."


" Haha, apa Nathan seperti itu?"


" Tentu saja. Apa kamu lupa jika dulu aku dan dia pernah satu kamar bersama."


" Oke, jadi kamu sedang mencoba untuk menceritakan hal buruk tentang nya?"


" Ya.. kurang lebihnya seperti itu."


"Cinta datang dari mata ke hati, selanjutnya dari hati ke air mata." Pekik Nathalia.


" Dan dari air mata akan tumbuh cabang cinta yang sebelumnya sempat terpatahkan." Kekeh Olaf.


" Semoga kamu tidak mengalaminya Badan lemes, tenggorokan sakit, mata berkunang-kunang."


" Aku tidak menderita anemia."


" Bukan anemia, tapi kata dokter keracunan janji manis."


Natalia tersenyum dan memukuli Olaf.


" Dia bahkan terlalu banyak memberikan janji manis hingga aku terkena diabetes dan harus stop makan yang manis-manis." Pekik Nathalia.


" Tapi kalau liat yang manis manis kayak aku boleh kan..."


" Olaf, kamu selalu bisa membuat ku merasa jauh lebih baik." Ucap Nathalia.


"Seberat apapun masalahmu, jangan ditimbang. Gak bakal laku."


" Haha, gimana kalau aku nimbangin kamu aja?" Tanya Nathalia.


" Yah jangan dong, teman seperti aku ini sudah gak ada di pasaran. Udah langka."


" Aku bisa menemukan yang seperti kamu."


" Eehhh jangan salah yang lebih bagus banyak tapi yang terbukti membunuh tetap saja hit."


" Memangnya mau bunuh nyamuk?"


"Kalau kamu Stress memikirkan jalan keluar dari masalah anda, kembalilah ke jalan masuk."


" Kalau jalan masuknya udah tertutup tanah gimana?"


" Tinggal di gali aja."


" Itu akan memakan banyak waktu. Aku memiliki hari yang sangat sibuk sekarang." Ucap Nathalia.


" Ohya, apa itu?"


" Mengubah oksigen menjadi karbon dioksida." Ucap Natalia sambil tersenyum. Senyuman yang membuat alat merasa bahagia karena akhirnya Natalia bisa sedikit melupakan tentang rasa kecewanya.


" Huuu, itu mah bukan pekerjaan itu adalah hal yang selalu kita lakukan setiap hari." Ucap Olaf sambil mencubit hidung Natalia.

__ADS_1


" Kira-kira kamu masih merasakan galau nggak malam ini?" Tanya Olaf.


" Sedikit."


"Kalau kamu galaunya di malam hari, orang-orang nyebutnya Galau In The Dark."


" Kalau galau nya siang hari?"


" Galau in the see."


" Wakakak, nggak jadi galau dong kalau ke pantai jadinya malah kita surfing." Kekeh Nathalia.


"Aku sangat sedih tanpamu, rasanya seolah-olah kamu ada di sini!" Ucap Nathalia.


" Ya kan aku udah ada disini."


" Oh iya lupa."


" Natalia sekali lagi maafkan aku karena aku datang di waktu yang sangat terlambat."


" Tidak apa apa, kamu tahu aku sudah siap untuk memulai lembaran hidup yang baru dan menata hati ini. Terkadang saat aku menutup mata, aku tidak bisa melihat."


" Wkaakak, makanya pakai mata ajaib sehingga kamu bisa melihat sekalipun kamu menutup Mata."


"Mereka bilang cinta itu lebih penting dari uang, tapi pernahkan kamu membayar tagihan pakai pelukan?" Tanya Nathalia yang sukses membuat Olaf garuk-garuk kepala.


" Natalia coba ingat apakah aku pernah mempunyai hutang yang belum sempat aku belum sempat aku lunasi?"


" Kenapa?"


" Haha, Aku harap ketika kamu akan membayar tagihan dengan pelukan kami tidak akan pernah mengajak ku."


" Kenapa?"


" Karena Aku tidak akan sanggup untuk menempatkan wajahku ketika kamu mendapat ceramah dari sang pemilik tagihan."


Keduanya sering tertawa sebelum akhirnya kembali hening.


"Kenapa move on itu susah?" Tanya Nathalia.


" Soalnya waktu sekolah yang dipelajari adalah menghafal atau mengingat, bukan melupakan." Jawab Olaf.


" Haduh.. kok bisa ngeles terus sih."


" Ya mangkanya jangan terlalu banyak noleh kebelakang lihat masa lalu, nanti lehermu gak bisa muter ke depan."


" Haha, ya masih mending kalau nggak bisa muter ke depan lah kalau jadinya panjang kayak jerapah kan lucu. Badan nya maju tapi jalan nya mundur wakakak."


"Beberapa orang masuk ke kehidupan kita dan meninggalkan “jejak” di hati. Sementara yang lain, masuk ke kehidupan kita dan membuat kita ingin meninggalkan jejak di muka mereka." Pekik Olaf.


" Iya kamu benar, sama seperti aku yang ingin meninggalkan jejak di pipinya haha.."


" Kamu bisa melakukannya ketika hatimu sudah siap untuk bertemu dengan dirinya sebagai saudara."


" Ya." Ucap Nathalia sambil tersenyum.


Natalia lalu penasaran bagaimana bisa Olaf menemukannya di sini.

__ADS_1


Olaf kemudian menceritakan tentang awal mula kejadiannya.


Jika bukan karena Jacob yang menjadi perwakilan dari perusahaan yang akan mengajukan kerjasama dengan perusahaan Olaf. Olaf tidak akan pernah tahu bahwa pernikahan Nathan dan Natalia tidak akan pernah terjadi.


" Setelah ini aku harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Jacob karena sudah membuatku langsung terbang ke Inggris."


" Jadi sekarang kamu adalah orang-orang penting sehingga kamu memiliki tim khusus yang bisa menemukanku dalam hitungan menit saja?"


" Yaa begitu lah, Kamu adalah seseorang yang tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku. Karena kamu masih punya utang kepadaku."


" Hutang apa?"


" Apa kamu lupa dengan janji bahwa ketika aku sudah kembali kamu akan mentraktir aku seblak dan es boba?"


" Baiklah aku akan meneraktir mu besok."


" Baiklah karena ini sudah malam sebaiknya kita masuk."


" Tapi apakah kamu masih akan berada di sini saat aku membuka mata?"


" Tentu saja, dan Aku akan terus berada di sini sampai kamu bisa benar-benar mengikhlaskan dia menjadi saudaramu."


" Kalau begitu sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengikhlas karena akan menjadi saudaraku agar kamu tetap berada di sisi."


" Kalau itu yang kamu inginkan aku terus berada di sisimu bagaimana jika kita menikah saja?"


" Olaf..."


" Baiklah baik aku hanya bercanda, sebaiknya aku kembali ke kamarku dan membiarkanmu tidur sebelum mereka memberikan aku pinalti." Ucap Olaf sambil melihat Fikri dan Lauren yang melihat mereka dari balik jendela kamar.


" Tapi janji jangan pergi lagi."


" Yaelah kayak siapanya aja takut ditinggalin."


"Mau siapa-siapanya atau bukan siapa-siapanya, tetap yang namanya ditinggal itu membetekan. Apalagi ninggalinnya dengan waktu yang lama." Ucap Nathalia sambil memonyongkan bibirnya.


" Haha kayak bebek kebanyakan makan sambel."


" Katanya mau nemenin sampai aku benar-benar bisa move on. Tidak ada kesuksesan instan dalam hidup ini. Bahkan untuk membuat mi instan sekalipun kita harus merebus air terlebih dahulu." Keluh Nathalia.


" Aku kalau makan Islam langsung diremet-remet itu lebih asik."


"Cara paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu. Jadi Bagaimana kalau besok kita mencoba untuk menghabiskan waktu bersama dan melihat apakah kita cocok atau tidak."


" Olaf, tanpa seperti itu pun kita sama-sama tahu bahwa kita berdua itu cocok karena jika kita bersama kita selalu lupa waktu."


" Iya kamu benar, hanya saja kamu yang lebih beruntung karena kamu sudah pernah merasakan cinta sementara aku tidak. Mungkin karena wajahku terlalu jelek."


" Kalau kamu jelek, jangan takut mencintai. Karena yang seharusnya takut adalah yang kamu cintai." Ucap Natalia sambil berlalu pergi meninggalkan Olaf.


Olaf tersenyum sambil memandang ke arah Fikri dan Lauren yang mengacungkan dua jempol kepadanya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2