
"Aku tidak akan pernah melupakan hari ketika kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu ingin menghabiskan sisa waktu selamanya bersamaku." Ucap Nathalia sambil tersenyum dan memandangi cincin pertunangannya.
"Ketika kamu bertunangan dengan seseorang dan kamu ingin segera menikah, itulah cinta." Ucap Lauren saat dia mendengar Natalia berbicara sendiri di bangku yang ada di depan taman rumah mereka.
" Momy..."
Lauren tersenyum dan duduk di sebelah Nathalia.
" Sepertinya aku telah dibutakan cinta." Pekik Natalia.
"Cinta tidak buta, ia melihat lebih banyak, bukan lebih sedikit. Tetapi, karena ia melihat lebih banyak, ia bersedia melihat lebih sedikit." Ucap Lauren.
" Benarkah, rasanya ada sesuatu dalam hatiku yang bergejolak.."
" Ketika kamu menyadari bahwa kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan seseorang, kamu ingin sisa hidupmu dimulai sesegera mungkin."
" Mungkin karena itu." Ucap Natalia sambil tersenyum.
" Kami seperti memiliki perjanjian pra-nikah terbesar di dunia. Itu disebut cinta."
" Cinta pada pandangan pertama mudah dimengerti; ketika dua orang telah saling memandang seumur hidup, itu menjadi keajaiban. Semoga kamu dan Nathan akan selalu bahagia." Ucap Lauren.
" Terima kasih mom..."
Tidak lama kemudian sebuah mobil datang.
" Hmm sepertinya pangeranmu itu tidak bisa berpisah darimu walau hanya sehari saja." Ucap Lauren sambil tersenyum.
Nathan turun dari mobil dalam langsung menyapa Lauren.
" Momy akan ke dalam untuk membuatkan kudapan kau mau bersantai di sini atau di dalam?" Tanya Lauren.
" Sepertinya menghabiskan malam di luar jauh lebih romantis dibandingkan di dalam."
" Baiklah..." Ucap Lauren tersenyum lalu masuk ke dalam untuk membuat cemilan.
" Hei apa kamu baik-baik saja?" Tanya Natalia saat melihat wajah Nathan yang tidak biasa.
" Ya aku hanya merasa ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata saat aku mengantarkan kepulangan paman Hektor dan Bibi Rahayu."
" Kenapa?"
" Aku tidak tahu, dulu saat aku masih kecil orang tuaku selalu mengunjungi mereka setiap tahun dan aku sendiri tidak tahu kenapa. Dan saat aku berumur 6 tahun aku sudah tidak lagi dibawa menemui papa Hektor. Dan aku juga tidak tahu kenapa hingga sekarang kami dipertemukan kembali saat aku bertunangan."
" Aku seperti ada sesuatu yang lain..."
" Seperti cinta kita?" Ucap Nathalia yang mencoba untuk mengalihkan perhatian agar Nathan tidak bersedih.
Nathalia bukan tidak ingin membantu Apa yang sedang dirasakan oleh Nathan tapi itulah Natalia..
__ADS_1
Ketika Nathan merasakan sesuatu yang membuatnya bersedih Natalia akan menggunakan cara lain untuk membuat Nathan melupakannya.
Jadi ketika perasaan mantan sudah jauh lebih baik dia akan menemukan sendiri solusinya dan menemukan cara untuk membuatnya jauh lebih baik.
"Kamu bangkit dalam hidupku seperti matahari terbit yang dijanjikan, mencerahkan hari-hariku dengan cahaya di matamu. Aku tidak pernah begitu kuat. Sekarang aku berada di tempatku berada." Ucap Nathan.
"Aku akan selamanya ada untuk tertawa bersamamu, untuk mengangkatmu saat kamu jatuh, dan untuk mencintaimu tanpa syarat melalui semua petualangan kita dalam hidup bersama." Ucap Nathalia.
" Terima kasih karena sudah mau menjadi bagian dalam hidupku." Ucap Nathan.
"Sungguh menakjubkan bagaimana suatu hari seseorang masuk ke dalam hidupmu, dan tiba-tiba, kamu tidak dapat mengingat bagaimana kamu hidup tanpa mereka." Ucap Nathan lagi..
" Hmm, aku sudah pernah mengalami bagaimana hidupku tanpa kehadiranmu." Ucap Natalia.
" Maafkan aku, mulai sekarang aku tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu."
" Terima kasih. Sungguh waktu itu adalah waktu-waktu tersulit untukku karena aku harus melawan segala pikiran negatif yang memburuku."
."Aku memilihmu dan aku akan memilihmu berulang-ulang tanpa jeda, tanpa ragu, dalam sekejap, aku akan terus memilih."
" Terima kasih karena sudah memilih ku.." Pekik Nathalia.
" Nathalia kamu tidak tahu betapa beruntungnya aku memiliki kamu.."
Mereka saling berpandangan lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain saat tahu Lauren datang membawa beberapa kudapan dan minuman hangat.
" Terima kasih mom.." Ucap Nathan dan Natalia secara bersamaan.
" Uhuk...uhuk..."
Nathan yang baru saja minum langsung tersedak mendengar penuturan Lauren.
" Haha... lucu sekali.." Kekeh Lauren.
" Habis nya momy bicara begitu."
" Begitu gimana?"
" Masak iya Nathan di tawari nginep disini."
"Lah memangnya kenapa kan kalian sudah resmi menjadi tunangan."
" Ya kan masih tunangan belum menjadi suami istri. Nathan takut khilaf kalau tinggal serumah dengan Natalia." Ucap Nathan santai sambil memakan makanan yang di bawa Lauren.
Lauren tersenyum, inilah yang disukai Lauren dari Nathan. Dia masih menjaga kehormatan wanita.
" Nikmat yang hidangan nya yaa, momy mau ke dalam sebentar."
" Yes mom..."
__ADS_1
Lauren mencubit pipi Nathan dan Natalia secara bersama.
Lauren masuk ke dalam kamar nya. Terdiam sejenak lalu bangun dari posisi duduknya.
Lauren mengambil sebuah foto yang sudah lama dia simpan.
" Hektor, tadi aku melihat mu walaupun aku tidak yakin apakah aku benar-benar melihatmu atau tidak."
Tanpa sadar Lauren menangis.
kenangan masa lalu berisi ingatan dan kerinduan terhadap hal-hal yang sudah dilalui. Setiap orang pasti mempunyai kenangan terhadap masa lalu.
Tanpa disadari Lauren kembali mengingat tentang masa lalunya.
Masa lalu yang dulu indah begitu cepat berlalu meninggalkan jejak yang tidak mudah untuk dilupakan.
Ada banyak kenangan yang dirasakan pada masa lalu, mulai sedih hingga bahagia. Untuk kenangan yang menyedihkan, mayoritas orang ingin segera melupakan dan tidak ingin mengingatnya lagi, Lauren sangat ingin melupakan tapi terkadang ingatan itu tiba tiba saja muncul.
" Mungkin keputusan ku untuk membuka hati dan melamar Fikri sudah benar. Jadi dengan begitu aku bisa benar-benar melupakan masa lalu."
Lauren teringat akan perkataan Fikri yang selalu menguatkan dirinya.
"Derita masa lalumu itu terlalu jauh untuk menyentuhmu hari ini, tapi pengulangan kenangan dan rasa sakitnyalah yang bisa melemahkanmu"
"Biarkan yang lalu menjadi kenangan dan pengalaman karena masa depan masih menanti perjuangan dan kemantapan diri kita".
"Yang indah hanya sementara, yang abadi adalah kenangan yang ikhlas hanya dari hati, dan yang tulus hanya dari sanubari".
"Ketika hati masih menginginkan seseorang di masa lalu kembali dengan kenangan indah dulu, lihatlah bahwa hidup maju untuk masa depan".
"Kemarin kenangan dan pelajaran, hari ini tantangan yang harus terselesaikan dan esok adalah tantangan baru untuk memulai kehidupan yang lebih baik"
Lauren menghapus air matanya, dia mengambil tas dan kunci mobil.
" Mom, mau kemana?" Tanya Nathalia yang masuk untuk mengambil minuman hangat lagi.
" Momy akan keluar sebentar, minta Nathan untuk menemanimu sampai momy pulang." Ucap Lauren sambil mengecup pipi Nathalia.
" Oke..."
Fikri yang saat itu sedang menikmati kopi di depan rumah nya terkejut melihat kedatangan Lauren.
" Lauren..." Pekiknya saat Lauren turun dari mobil.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...