
Terasa begitu menyakitkan ketika seseorang merasakan rindu terhadap seseorang namun hanya bisa memandangi potretnya lewat ponsel secara berulang-ulang. Memutar musik dengan playlist lagu rindu dan berharap perasaan itu segera sirna. Namun yang terjadi perasaan itu malah kian bergejolak dan menyiksa diri.
Perasaan rindu adalah perasaan yang wajar dimiliki oleh manusia. Perasaan rindu yang dimiliki pun bisa ditujukan kepada siapa saja terutama untuk orang tersayang.
Saat perasaan rindu dipendam terlalu lama, maka rasa sakitlah yang didapatkan. Apalagi perasaan rindu akan terus menghantuimu seiring waktu.
" Jika sekarang ini kamu sedang merasakan kerinduan yang begitu dalam, cobalah mengatasinya dengan mencari kesibukan, seperti membaca buku, menonton film, menikmati suasana luar, atau jika memungkinkan cobalah untuk melakukan video call." Ucap Lauren saat melihat Nathalia hanya menghabiskan waktu weekend dengan memutar lagu lagu yang biasa di nyanyikan Nathan.
" Hmm, seandainya aku bisa..." Pekik Nathalia.
" Memangnya apa yang dilakukan Nathan sehingga kamu tidak bisa melakukan panggilan video dengan nya?" Ucap Lauren sambil duduk di samping Nathalia.
" Aku tidak tahu..."
" Kok bisa tidak tahu..."
" Dia tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengatakan bahwa dia akan pergi ke negera bagian lain." Pekik Nathalia sambil berbaring dipangkuan Lauren.
"Merindukanmu adalah hobiku sekarang, memikirkan mu menjadi pekerjaanku, membuatmu bahagia adalah tugasku, dan mencintaimu adalah hidupku. Berbulan-bulan tanpa kabar darimu seolah-olah membuat ku hidup setengah mati." Pekik raga Nathalia.
"Kamu bisa begitu mencintai seseorang, tetapi kamu tidak pernah bisa mencintai orang sebanyak kamu bisa merindukan mereka." Pekik raga Nathan yang masih berjuang melewati masa kritisnya.
Disampingnya sang mama terus menangis dan berdoa untuk kesembuhan Nathan.
" Mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi sebagai karakter dalam cerita yang berbeda, semoga kita bisa berbagi seumur hidup." Pekik Nathan.
"Cinta ialah merindukan seseorang setiap kali kamu berpisah, tetapi entah bagaimana merasa hangat di dalam karena kamu dekat di hati."
" Alasan mengapa sangat menyakitkan untuk berpisah adalah karena jiwa kita terhubung."
...----------------...
Nathalia mulai bisa menemukan cara untuk mengatasi rasa rindu yang sangat mendalam.
Dia mulai menemukan kesibukan sendiri sejak dirinya di keluarkan dari perusahaan karena di duga memanipulasi data keuangan.
Nathalia melarang Lauren yang akan melakukan protes. Bagi Nathalia biarkanlah cukup Tuhan yang tahu. Nathalia percaya jika Tuhan pasti akan memberikan karma untuk mereka yang sudah menjahati orang lain.
Natalia mulai membuat situs online sendiri untuk butik milik Lauren.
Nathalia sering melakukan live produk dan berkomunikasi dengan para pembeli sehingga Nathalia merasa jauh lebih baik.
Tapi itu hanya berlaku untuk siang hingga sore hari saat Nathalia ada di butik.
__ADS_1
Saat berada di dalam rumahnya, Nathalia kembali mengingat tentang Nathan dan tentang kerinduan nya.
"Kamu tahu seseorang sangat istimewa bagimu ketika hari-hari terasa tidak tepat tanpa mereka." Ucap Lauren sambil membawakan segelas susu hangat untuk Nathalia.
" Minumlah..."
" Terima kasih mom."
" Merindukan seseorang adalah bagian dari mencintai mereka. Jika kamu tidak pernah berpisah, kamu tidak akan pernah benar-benar tahu seberapa kuat cintamu." Ucap Lauren.
Lauren kemudian teringat tentang masa lalu saat dirinya begitu bahagia menjalani bahtera rumah tangga. Hingga sebuah petaka datang dan memaksa Lauren untuk berpisah dengan suaminya.
Saat saat mereka sedang dalam masa bertengkar terasa tidak pernah ada cinta di antara mereka. Namun cinta itu kembali terasa dan baru tersadari ketika sudah berpisah.
"Aku tidak tahu apa namanya, jarak di antara detik, tapi aku selalu memikirkan Nathan dalam interval itu."
" Mom.."
" Ya sayang?"
" Apa menurut Momy rasa rindu yang aku rasakan kepada Nathan ini adalah rasa yang terlalu berlebihan?"
"Kamu menyadari betapa kamu benar-benar merindukan seseorang ketika sesuatu terjadi, baik atau buruk, dan satu-satunya orang yang ingin kamu beri tahu adalah orang yang tidak ada di sana."
" Pernah karena Momy juga pernah muda seperti mu." Ucap Lauren.
" Kamu tahu, Hal yang paling menyakitkan adalah tidak bisa menatap langsung wajah seorang yang kita sayangi. Meski sekarang ini sudah dimudahkan dengan kecanggihan teknologi, yakni video call namun tetap saja tidak cukup bisa menjadi obat rindu."
" Apa Momy merindukan seseorang hingga saat ini?"
Lauren tersenyum, dia bangkit dan berjalan menutup jendela kamar Nathalia.
" Ya. Meskipun Momy selalu menekankan kepada diri sendiri bahwa Momy tidak merindukannya tapi kenyataannya jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam Momy sangat merindukannya dan bahkan terselip sebuah doa dan harapan semoga suatu saat bisa melihatnya lagi walaupun hanya sekilas iklan yang lewat"
" Hmmm, bolehkah aku tahu siapa itu?" Goda Nathalia.
" Haha, kenapa jadi kepo urusan momy sih?"
" Yaa kan gak apa apa. Siapa tahu Natalia bisa membantu mommy untuk bertemu dengan orang yang sangat Momy rindukan."
Kamu tidak akan pernah menemukannya sekalipun aku memberitahumu siapa orang yang aku rindukan Natalia, karena orang yang aku rindukan sejatinya adalah orang yang dulu pernah menghabiskan waktu bersamaku. Dan orang itu adalah ayahmu.
" Mom, kenapa Momy diam?"
__ADS_1
" Natalia, cinta itu seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya. Bila hati ini tak lagi sanggup membendung semua kerinduan, tak ada hal lain yang bisa di lakukan selain mendoakan nya."
Jika di saat ini aku hanya bisa menahan kerinduan, ada kalanya aku bisa bertemu dan melepaskan rasa rinduku ini bersamamu.
...----------------...
" hati hati dijalan." Ucap seorang pria yang mengantar kepergian seorang wanita bersama dengan seorang bayi.
" Terima kasih karena sudah mau mengantar ku."
Pria itu tersenyum lalu memberikan sebuah tiket dan amplop.
" Apa ini?"
" Itu adalah tiket dan juga uang untukmu. Walaupun tidak banyak tapi aku harap itu cukup untuk menunjang kelangsungan hidup mu dan bayi itu selama beberapa bulan kedepan. Aku yakin kau akan segera menemukan cara yang lebih baik untuk menghasilkan uang."
Wanita tadi terdiam. Dalam hatinya begitu sakit. Ternyata perpisahan adalah hal paling menyakitkan dibanding dengan Rindu.
" Tolong di terima. Anggap sebagai bentuk rasa tanggung jawabku atas dirimu dan bayi yang sedang kamu bawa." Ucap Pria yang tak lain adalah ayah dari sang bayi.
Dan wanita yang tengah bersiap untuk pergi membawa seorang bayi tidak lain dan tidak bukan adalah Lauren.
Lauren menatap nanar sebuah tiket dan juga amplop yang berada di tangan laki-laki itu.
Tidak, itu bukan hanya sekedar sebuah tiket biasa melainkan sebuah Visa dan paspor untuk perjalanan ke luar negara.
Jadi inikah yang kamu inginkan mengusirku jauh dari negara ini agar aku tidak pernah lagi bisa bertemu denganmu.
Lauren menghapus bulir air mata yang sudah menetes membasahi pipinya sebelum dia mengambil apa yang diberikan oleh lelaki itu.
Lauren berbalik dan hendak memasuki boarding pass bandara.
Tanpa diduga laki-laki tadi memeluknya.
" Maafkan aku, Aku sangat mencintaimu dan akan selalu merindukan."
Lauren tetap diam di tempat yang tidak berniat untuk berbalik badan karena pelukan itu hanya sebentar. Laki-laki itu pun pergi dan tidak pernah lagi melihat ke belakang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...