
" Lauren apa yang terjadi, apa kamu baik baik saja?" Tanya Fikri saat melihat Lauren hanya terdiam dan melihat Natalia sedang bercengkrama dengan sanak saudara dari keluarga Nathan.
" Tidak, aku... aku hanya.. Ah lupakan." Ucap Lauren sambil tersenyum.
Fikri menarik tangan Lauren dan membawanya duduk ditempat yang tidak terlalu banyak diduduki orang.
" Aku tahu ada sesuatu yang mengganggu masyarakat akan padaku apa itu..."
" Tidak ada..."
" Lauren..."
" Aku mengatakan hal yang sebenarnya..."
" Kau yakin?"
" Huft baiklah Kenapa tidak bisa berbohong kepada mata menyembunyikan sesuatu sekecil apapun darimu. Memangnya apa yang kamu punya sehingga aku selalu tidak bisa menyembunyikan apapun darimu."
" Pesona. Aku memilih pesona."
Lauren tersenyum karena Fikri bertingkah sedikit lebai.
" Jadi katakan apa yang menganggu mu?"
" Aku seperti melihat Hektor di sini."
" Tidak mungkin."
" Entahlah, tapi aku rasa itu benar-benar dia."
" Mungkin kamu hanya terlalu memikirkannya."
" Tidak aku sudah melupakannya."
" Dalam hidup, makna melupakan sangat luas. Bisa melupakan seseorang, melupakan masa lalu, melupakan kenangan, melupakan kebaikan, dan lain sebagainya. Jadi menurut mu kamu sudah sampai pada tahap mana?"
" Aku rasa melupakan semuanya. Tapi terkadang apa yang paling tidak bisa dilupakan, kadang merupakan hal yang tidak bisa dimiliki maksud ku makin kuat kamu mencoba melupakan, makin kuat pula kamu mengenangnya dalam ingatan." Ucap Lauren.
"Hidup adalah tentang bertahan dan belajar menerima, atau pergi dan belajar melupakan."
"Butuh waktu untuk melupakan. Butuh kesabaran untuk ikhlas ketika ditinggalkan." Ucap Lauren.
" Dan seorang sahabat selalu memberi tanpa mengingat dan menerima tanpa melupakan." Ucap Fikri sambil tersenyum.
" Maksud mu?"
" Masalah terbesar manusia adalah karena terlalu banyak mengingat dan terlalu cepat melupakan. Pada hari yang makin malam, cobalah untuk belajar melupakan dalam keheningan. Lupakan sakitnya, tapi ingatlah pelajarannya."
" Ayo kita nikmati saja hari ini. Ini adalah hari bahagia untuk putri mu. Jangan biarkan bayangan masa lalu mengacaukan pikiran mu hanya karena bayangan masa lalu."
__ADS_1
Fikri kemudian mengajak Lauren untuk berbaur dengan tamu undangan yang datang. Tapi mata Lauren masih memperhatikan seseorang yang mirip dengan orang yang dia cintai di masa lalu.
Terkadang aku ingin tertidur agar bisa melupakan dan terkadang kita ingin melupakan agar bisa tertidur.
Atau aku akan mengingatnya sampai bosan, mungkin itu cara terbaik untuk melupakan.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Melupakan seseorang yang telah memberimu banyak kenangan indah adalah hal yang sangat suit. Tapi, jika itu yang terbaik, relakanlah." Ucap Olaf yang menghampiri Bella saat dia seorang yang terlihat tidak menikmati pesta.
"Seorang wanita memiliki hati yang dapat memaafkan, tapi juga memiliki ingatan yang tidak dapat untuk melupakan."
"Dengan terus mengingat (sisi baik orang itu). Lama-lama kita terbiasa untuk mengenangnya, lama-lama kita terbiasa untuk mengingatnya."
"Keadaan yang paling menakutkan selain terlupakan adalah memaksa diri untuk melupakan." Ucap Bella sambil menatap Olaf.
"Terkadang, kamu harus melupakan apa yang kamu inginkan, hanya untuk bisa menemukan apa yang pantas kamu dapatkan."
" Ya kamu benar. Olaf Kenapa kamu selalu mempunyai cara untuk membuat mood seseorang yang sangat buruk menjadi jauh lebih baik?"
" Karena aku adalah Olaf."
Bella tertawa kecil..
" Bella.."
" Ya?"
" Saat itu aku dan Natalia sedang mencoba untuk memadukan warna gorden yang pantas untuk warna tembok yang ada di sana. Lalu aku memintanya untuk mengambilkan gorden yang lain sehingga kita bisa memandikannya mana yang lebih bagus."
" Karena Natalia tidak kunjung kembali aku kemudian memutuskan untuk mengikutinya. Saat aku tiba di lokasi kejadian aku sudah melihat Natalia oleng dan terjatuh. Sampai kemudian Elsa datang dan menuduhku yang telah mendorong Natalia."
" Hmm, ini sangat berbanding terbalik dengan pernyataan yang Elsa katakan padaku beberapa waktu lalu."
" Benarkah?. Apa kata Elsa?"
" Tidak Aku tidak akan memberitahukan aku takut hubungan kalian yang baru saja membaik kembali pecah."
" Tidak tidak aku bisa menjaga rahasia Aku janji aku tidak akan mengatakan apapun kepada Elsa atau melakukan sesuatu yang membuat hubungan persahabatan kami kembali retak."
" Apa kamu yakin.."
" Ya.."
" Elsa mengatakan bahwa dia melihatmu dengan sengaja mendorong Natalia karena kamu tidak ingin melihat Natalia bersatu dengan Nathan."
" Ah... menyedihkan sekali."
" Dan Bella apa kamu...."
__ADS_1
" Apa?"
" Tidak lupakan.." Ucap Olaf sambil tersenyum karena dia takut menyakiti hati Bella ketika Olaf berhasil merentasi CCTV yang ada di tempat kerja mereka dan mengetahui bahwa selama ini Bella lah yang mengumpulkan dokumen milik Nathalia.
Olaf mencurigai bahwa Bella yang telah menukar laporan pekerjaan milik Natalia dengan laporan pekerjaan yang salah sehingga membuat Natalia akhirnya dikeluarkan.
Tapi ada yang janggal dari rekaman CCTV yang selalu diputar ulang oleh Olaf yaitu Bella yang selalu kembali ke meja kerjanya untuk mengambil laporan miliknya namun tidak pernah lagi menyentuh ataupun menukar laporan yang telah dia ambil dari Natalia.
Lalu bagaimana caranya laporan milik Nathalia bisa menjadi laporan yang salah pada hal dalam rekaman CCTV itu terlihat jelas bahwa bela tidak membuka laporan milik Natalia hingga dia memasuki kantor manajemen.
Olaf kemudian mengajak Bella untuk bergabung bersama dengan Jacob dan Elsa yang sedang bercanda tawa.
...----------------...
" Apa kalian yakin tidak ingin tinggal lebih lama lagi?" Tanya Felix saat tahu Hektor akan pulang.
" Kami sudah cukup berada di sini. Dan kerinduan kami juga sudah terobati. Kami harus kembali kasihan Emil jika kami terlalu lama disini."
" Paman Hektor mau kemana?" Tanya Nathan.
...*Hmm, rasanya sedih sekali saat dipanggil paman oleh putra sendiri....
Nathan, dia adalah ayah kandung kamu nak... (Felix)
Dari kecil dia memanggil Hektor dengan sebutan papa. Kenapa sekarang berubah menjadi Paman, apa itu karena aku sudah lama tidak pernah mengajaknya untuk mengunjungi Hektar. ( Tia*)
" Kami mau kembali ke Indonesia nak, kasihan Emil, kamu masih ingat Emil kan?" Ucap Rahayu.
" Ah iya adik cengeng itu bagaimana kabar nya sekarang. Apa dia masih cengeng seperti dulu?" Tanya Nathan.
Hah setidaknya Nathan mau menganggap Emil sebagai adiknya walaupun dia memanggilku paman.
" Yaa Dia sekarang sudah jauh lebih dewasa daripada yang terakhir kamu ingat." Ucap Rahayu sambil tersenyum.
" Iya Aku bahkan lupa kapan terakhir aku bertemu dengannya atau berkomunikasi dengannya. Maafkan aku, aku tidak bermaksud melupakanmu hanya saja..."
" Tidak apa apa boy lagi pula sekarang kami sudah sangat senang karena kerinduan kami terhadapmu sudah terobati." Ucap Hektor.
Nathan kemudian mengantar mereka ke bandara.
" Nathan kita sudah besar, hah melihat wajahnya Aku jadi membayangkan bagaimana wajah Natalia saudara kembar Nathan." Ucap Rahayu.
" Bayangkan saja jika Natalia tunangan Nathan adalah Natalia saudara kembar dari Nathan Bukankah wajah mereka sama."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...