Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 15


__ADS_3

Nathan mengantar kepulangan Nathalia. Dan karena Lauren masih berada di butik jadi Natalia memutuskan untuk diantar ke butik saja.


" Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Nathalia saat mereka sudah sampai di butik nama Natalia masih belum turun dari mobil.


" Ya.."


" Tapi kenapa aku merasa bahwa kamu sedang merasakan sesuatu atau menyembunyikan sesuatu?"


" Tidak ada aku hanya memikirkan tentang bagaimana cara untuk melamar."


" Maksud nya?"


" Natalia ayo kita menikah."


" Apa?."


" Beri aku waktu 2 tahun dari sekarang setelah itu ayo kita menikah."


" Nathan kamu ini kenapa?. Hanya karena aku makan malam bersama dengan keluargamu lalu kamu langsung memutuskan untuk menikahiku?"


" Sebenarnya Aku sangat mencintaimu dan aku ingin memilikimu seutuhnya. Jadi maukah kamu menikah denganku setelah 2 tahun?"


" Aku mau."


Nathan tersenyum kemudian meraih tangan Natalia dan menciumnya.


" Terima kasih, Aku berjanji akan menikahimu setelah 2 tahun."


Nathalia tersenyum saat Nathan mencium kening serta kedua pipinya.


Lalu Natalia memutuskan untuk turun dan melambaikan tangan ke arah Nathan mulai pergi.


" Ciiee yang habis dinner sama camer." Goda Fikri.


" Apa.an sih gak lucu." Ucap Natalia.


Setelah selesai membantu pekerjaan Lauren di butik mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Sepanjang perjalanan Natalia begitu bersemangat menceritakan pengalamannya saat makan malam dan berbincang-bincang dengan mama Nathan.


"Orang yang mengaku dirinya jahat biasanya tidak lebih buruk dari kita atau orang kebanyakan. Orang yang mengaku dirinya baik yang patut diwaspadai." Ucap Lauren Setelah dia mendengar bahwa Natalia dan mama Nathan bercerita tentang seluk-beluk kehidupan.


" Aku terkadang heran dengan mereka yang selalu berbuat jahat atas dasar iri dan dengki. Memang nya apa yang membuat mereka iri dan dengki sehingga melakukan sebuah kejahatan."


" Tidak ada yang tahu selain orang itu sendiri dan juga Tuhan." Ucap Lauren


"Jika manusia masih tetap jahat dengan adanya agama, bagaimana lagi jika tidak ada agama?" Tanya Nathalia.


" Karena itu berbuat baiklah kepada orang-orang jahat karena merekalah yang paling banyak membutuhkan kebaikan." Ucap Lauren tersenyum.


"Dunia adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk ditempati; bukan karena orang-orang yang jahat, tapi karena orang-orang yang tidak melakukan apa-apa tentang hal itu. Untuk itu tetaplah selalu waspada dalam setiap langkah kaki."


...----------------...


Natalia yang sudah bersiap untuk memejamkan mata dan masuk ke dalam dunia mimpi yang indah sedang menata ponselnya.

__ADS_1


Natalia sedang menunggu panggilan dari Nathan yang akan selalu mengantarnya menuju dunia mimpi.


Dan benar saja beberapa saat setelah itu Nathan menelponnya dan langsung diangkat oleh Natalia.


" Wih... cepat banget ngangkat nyam Udah kangen yaa?" Goda Nathan.


" Bukan kangen, tapi aku udah ngantuk banget."


" Kalau ngantuk ya tidur dong."


" Tidak bisa, karena kamu masih belum mendingan bobok kan aku."


Nathan tertawa kecil, Dia kemudian bangun untuk mengambil gitar yang ada di pojokan kamar dan mulai memainkan lirik lagu yang biasa mereka mainkan bersama.


" Ingat aku...."


" Bolehkah hari ini aku tidak ingin mendengar lagu itu untuk Nina Bobo ku? Ucap Nathalia yang memotong saat Nathan mulai bernyanyi.


" Lalu apa?"


" Aku ingin lagu yang baru saja kamu ciptakan."


" Baiklah apapun untukmu Tuan putriku..."


Nathalia tersenyum lalu dia menekan tombol speaker dan letakkan ponselnya di sebelah bantal.


Nathalia boleh memejamkan mata ketika dia mendengar suara dentingan senar gitar.


" Tak tahu aku gila atau bodoh.."


" Semalam ku bermimpi tentang mu.."


" Kau tahu liriknya dan nyanyian bersama..."


Natalia yang tadinya sudah memejamkan mata tiba-tiba membuka mata dan mulai bernyanyi bersama dengan Nathan.


" Melodi di mainkan pada senar jiwa.."


" Iramanya bergetar sampai ke tulang.."


" Cinta kita akan hidup selamanya..."


" Dalam setiap detak jantung ku.."


" Cinta kita akan hidup selamanya..."


" Dalam setiap detak jantung ku.."


"Oh kekasihku ku.."


" Kau belahan jiwaku.."


"Nyanyi bersama biar orang tahu..."


"Cinta kita akan hidup selamanya.."

__ADS_1


" Dalam setiap detak jantung ku.."


...----------------...


Satu minggu berlalu, Natalia tak bawa hubungan persahabatannya dengan Bella sedikit renggang.


" $alam persahabatan pun ada lika-likunya. Enggak selamanya kamu akan sependapat dengan sahabatmu, begitu juga sebaliknya." Ucap Lauren saat Natalia mengatakan bahwa hubungannya dan Bella sedikit renggang.


" Aku bahkan tidak ingat apa yang memicu hubungan renggang di antara kami berdua."


" Semua sangat wajar untuk terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hanya perlu sikap memahami agar bisa saling memberikan solusi. Karena jika tidak, yang ada hanya rasa kecewa di antara dalam hubungan dengan sahabat. Mungkin kamu dan Bella butuh waktu sendiri untuk bisa saling intropeksi diri."


" Ini membuat rasa tidak nyaman satu sama lain. Terkadang aku juga merasa susah untuk mengungkapkan rasa kesal di hati pada seorang sahabat. Apalagi sekarang aku dan Bella bekerja dalam satu kantor."


" Kalian bekerja di kantor yang sama?"


" Ah maaf ternyata Natalia lupa memberitahukan kepada Momy bahwa beberapa pekan lalu Bella, Elsa dan Olaf juga menjadi karyawan di perusahaan keluarga Nathan. Natalia sendiri tidak tahu alasan mereka bekerja di sana karena saat Natalia bertanya mereka mengatakan bahwa mereka ingin memulai perjalanan hidup mereka dari nol dan bahkan dari fasilitas yang diberikan oleh keluarga mereka."


" Hmm jawaban yang sangat meyakinkan." Ucap Lauren.


Nathalia menatap Lauren seolah-olah Natalia ingin mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan salah satu sahabatnya. Tapi Nathalia tidak ingin hal itu membuat keraguan dan kecurigaan di dalam hatinya semakin besar.


Akhirnya Nathalia memilih untuk menikmati sarapan sebelum berangkat bekerja.


" Ingat, setiap masalah akan memiliki solusi. Jangan pendam perasaanmu hingga hilang rasa peduli pada sahabatmu. Ungkapkan perasaanmu melalui kata-kata jika kamu tidak bisa berbicara langsung dengannya sebagai pengingat satu sama lain untuk memperbaiki hubungan." Ucap Lauren saat dia mengantar Nathalia.


" Terima kasih Mom."


Lauren tersenyum, lalu dia teringat tentang betapa bijaknya dia dalam menghadapi permasalahan putrinya. Sementara dia sendiri tidak dapat menyelesaikan permasalahannya beberapa tahun silam.


" Jadi kamu akan tetap menikahi wanita itu?"


" Tentu saja, wanita itu sedang hamil anakku dan aku akan tetap mempertahankannya dan menikahinya walaupun kamu tidak memberikanku izin."


" Kalau begitu kapan kamu akan menceraikan aku?"


" Aku tidak akan menceraikan kamu karena sejatinya kamulah wanita satu-satunya aku cintai. Aku menikahinya sebagai bentuk tanggung jawabku karena sekarang dia sedang mengandung anakku."


" Baiklah Jika kamu memang tidak ingin menceraikan aku bagaimana kalau kita membuat perjanjian."


" Perjanjian apa?"


" Jika bayi yang ada di dalam kandungan wanita itu laki-laki maka kamu harus membiarkan wanita itu memberikan anaknya kepadaku."


" Apa? Syarat macam apa ini? tapi bagaimana jika perempuan?"


" Tentu saja wanita itu bisa merawatnya."


" Apa kamu sudah gila. Tidak ada wanita di dunia ini yang rela memberikan bayi yang sudah dikandungnya kepada wanita lain."


" Dan tidak ada wanita di dunia ini yang rela berbagi suami dengan wanita lain."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2