
Tiga hari sudah Nathan enggan untuk pulang ke rumah dia memilih untuk menumpang tinggal di apartemen Jacob.
" Pulanglah, mereka sekarang pasti sedang khawatir mencarimu karena kamu sudah tiga hari tidak pulang. Kenapa akhir-akhir ini kamu selalu ingin sendiri bukankah seharusnya kamu fokus pada pernikahanmu." Tanya Jacob
"Omong kosong dan kepalsuan orang-orang di sekitarku adalah alasan utama mengapa aku suka sendirian."
" Apa maksud mu?" Tanya Jacob.
" Aku tidak akan menikah dengan Nathalia. Tidak akan pernah dan tidak akan pernah bisa sampai kapan."
" Kenapa?"
" Karena kami benar-benar saudara kandung."
" Kau bercanda." Ucap Jacob.
" Tidak aku serius, ini juga alasan kenapa aku enggan untuk menampakan diriku lagi karena hatiku masih dipenuhi rasa kecewa dan rasa tidak terima dengan kenyataan yang terjadi."
Jacob mendekati Nathan dan dia menepuk-nepuk bahunya.
" Aku tahu kamu adalah temanku yang paling kuat diantara yang kuat. Aku yakin kamu akan menemukan cara untuk melalui ini."
" Terima kasih Jacob."
" Sama sama."
Malam harinya, Jacob mengajak Nathan untuk jalan-jalan agar dia tidak terlalu stress karena sebenarnya Jacob juga khawatir akan psikolog dari Nathan.
" Ayolah, hanya jalan-jalan kita akan pergi ke bar lalu bergabung bersama dengan para pria lainnya. Aku janji ini akan menyenangkan."
Setelah bujuk rayu dari Jacob, Nathan akhirnya mau keluar dari apartemen Jacob setelah 1 minggu Nathan berada di sana.
Jacob diam-diam juga sudah memberitahu kedua orang tua Nathan bahwa selama ini Nathan ada bersamanya dan Jacob meminta untuk beranggapan bahwa Nathan sedang pergi mengurus sesuatu dan tidak memperbolehkan mereka untuk mencari Nathan. Jacob meminta kedua orang tua Nathan untuk menunggu Nathan sendiri yang akan mendatangi mereka
Jacob khawatir jika kedua orang tuanya datang menemui Nathan Jacob khawatir Nathan justru akan pergi semakin jauh dari mereka.
Tia dan Felix akhirnya tidak mempunyai pilihan lain selain membiarkan Nathan sendiri menikmati dunianya untuk sementara waktu dan memohon kepada Jacob agar menjaga Nathan.
Di bar ternyata Nathan menggila. Dia banyak minum, hal ini tentu saja di luar pemikiran Jacob.
" Ternyata benar, kekecewaan membuat seseorang yang tadinya sangat tidak menyukai minuman alkohol jadi sangat menyukainya bahkan menjadi candu walau pun hanya sekali mencoba." Pekik Jacob saat melihat Nathan sudah minum banyak dan mengingat ketika dirinya dan Olaf dulu memaksakan untuk ikut mereka ke bar tapi makan hanya memesan sebuah jus dan mengatakan bahwa dirinya sangat membenci alkohol dan tidak akan pernah menyentuhnya.
" Olaf Kamu di mana seharusnya kamu melihat ini." Pekik Jacob.
Jacob akhirnya membawa pulang Nathan dalam keadaan mabuk. Dan saat Jacob sampai di apartemen dia terkejut karena di sana ada Bella.
" Bella kau disini?"
__ADS_1
" Emm ya, kebetulan aku mempunyai teman yang juga tinggal di apartemen ini lalu aku tahu bahwa kamu juga tinggal di sini jadi aku putuskan untuk mampir dan menyapamu." Ucap Bella.
Jacob kemudian membuka pintu apartemen dan mengizinkan Bella untuk masuk. Setelah membopong tubuh Nathan ke dalam kamar, Jacob keluar untuk menemui Bella.
" Apa tadi itu Nathan?" Tanya Bella.
" Ya, dan dia mabuk." Ucap Jacob.
" What???"
" Sudah aku juga kamu akan terkejut ketika aku mengatakan bahwa Nathan mabuk. Haha, itu sama sepertiku sama terkejutnya ketika aku melihat bagaimana Nathan menghabiskan semua minuman dan aku terpaksa membawa Nathan pulang."
" Kenapa?, apa ada sesuatu yang terjadi sehingga membuat Nathan mabuk?" Tanya Bella pasalnya dia sendiri juga tahu bahwa dari dulu Nathan paling tidak suka dengan minuman berbau alkohol.
Dengan berat hati Jacob menceritakan apa yang membuat Nathan merasa sangat kecewa sehingga dirinya menyentuh minuman itu.
Bella tentu saja terkejut karena dirinya sebenarnya baru saja menyiapkan kado pernikahan untuk Nathan dan Natalia.
Ditempat lain Nathalia sedang berkendara menuju butik. Hari ini dia memutuskan untuk menjual gaun pengantin miliknya sebagai langkah awal dirinya menerima kenyataan itu.
Baru masuk ke dalam butik, Nathalia sedikit terkejut karena dia mendengar suara wanita sedang marah-marah di lantai atas. Dilantai di mana Di situlah letaknya gaun pengantin Natalia yang dia dan ibunya rancang bersama.
" Aku sangat membencimu kenapa harus kamu yang menjadi istri Nathan, aku sungguh-sungguh membencimu Natalia dan aku tidak akan membiarkan kamu memakai gaun seindah ini di hari pernikahanmu." Ucap wanita itu.
Nathalia berjalan mengendap-ngendap sambil terus mendengarkan kata-kata yang dilontarkan wanita itu.
" Hiks hiks, aku sudah melakukan segala cara untuk membuatmu jauh dari Nathan tapi semua usahaku tidak membuahkan hasil yang sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa sebentar lagi kamu dan akan menjadi pasangan suami istri. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."
" Elsa Apa yang kamu lakukan?"
Elsa mundur satu langkah, sementara Natalia merapikan kembali gaun yang sedikit rusak karena Elsa.
" Gaun ini sangat indah, aku dan ibuku membuatnya dengan penuh cinta jadi kamu tidak boleh merusaknya." Ucap Natalia sambil tersenyum dan membuat Elsa semakin berada di puncak amarahnya.
" Ayo duduk lah."
" Cih jangan sok baik di hadapanku sekarang karena aku sudah tertangkap basah lebih baik sekarang aku luapkan saja kepadamu." Ketus Elsa.
" Baiklah, aku siap mendengarkan." Ucap Nathalia sambil memutar tubuhnya dan membelakangi Elsa.
Itu Natalia lakukan agar Elsa tidak melihat bagaimana kekecewaan Nathalia.
" Aku membencimu sungguh aku membencimu, aku sudah menghasut Bella, aku sudah meminta Olaf tunggu terus mendekatimu tapi tidak ada satu dari mereka yang berhasil membuat hubungan kalian berpisah. Aku yang sudah menukar semua laporanmu dan membuatmu dikeluarkan dari kantor."
" Kenapa kamu melakukan itu?"
" Karena aku membenci mu. Aku yang lebih dulu mengenal Nathan dan aku yang lebih dulu menyukainya tapi kenapa Nathan justru memilihmu. Asal kamu tahu aku juga yang membuat butik itu terbakar dan berharap bahwa kamu ada di dalamnya sehingga kamu akan terbakar menjadi abu bersama dengan butik itu."
__ADS_1
Tes..
Air mata Nathalia sudah tidak dapat diabendung lagi. Dia tidak menyangka jika kejadian-kejadian janggal yang selalu terjadi dengannya adalah ulah dari Elsa bukan Bella.
Elsa kemudian membongkar semua kejahatan yang dia lakukan termasuk saat Natalia masuk rumah sakit karena terlalu banyak memakan sayuran kol.
" Dan aku merasa sangat bahagia ketika kalian tidak menuduhku. Kalian justru menuduh Bella karena memang aku yang menjadikan Bella sebagai kambing hitam."
" Dan karena kamu ada di sini maka saksikanlah aku akan merusak gaun yang sudah kamu buat dengan cinta karena aku tidak ingin kamu memakai ini dalam acara pernikahanmu."
" Aku bersumpah tidak akan mengizinkan kamu untuk berbahagia bersama dengan Nathan."
Elsa sudah siap untuk mulai merobek-robek gaun di depannya tapi Natalia kembali menahan tangan Elsa dengan senyuman.
Dengan hati-hati Natalia mengambil gunting dari tangan Elsa dan meletakkannya di atas meja.
" Kamu tidak perlu melakukannya gaun ini sangat cantik kamu boleh memilikinya jika kamu mau. Atau kamu bisa menggunakannya di hari pernikahanku dan Nathan."
" Apa maksud mu.."
Nathalia melepas tangan Elsa dan berjalan mengambil sebuah berkas dan memberikannya kepada Elsa.
" Ini adalah berkas pernikahanku dan Nathan kamu bisa membakarnya jika itu membuatmu bahagia. Setelah itu kamu bisa mendaftarkan diri sebagai istri Nathan karena aku dan Nathan tidak akan pernah menikah sampai kapanpun."
" Cih Kamu pikir aku akan percaya dengan kebohongan yang kamu?. Aku tahu ini adalah cara agar aku tidak merusak gaun itu dan agar aku membebaskanmu."
" Dengar Elsa Aku tidak tahu apa yang sudah merasukimu sehingga kamu begitu membenci diriku hanya karena seorang pria. Bukankah kita sudah berjanji tidak akan pernah bertengkar hanya karena seorang pria. Dan aku rasa kamu bisa mencari informasi kenapa aku dan Nathan tidak bisa menikah."
" Aku kecewa kepadamu Elsa Aku benar-benar kecewa. Dan ya jangan pernah merusak gaun itu kamu boleh memilikinya karena sebenarnya aku datang ke sini dengan niat untuk menjual gaun itu." Ucap Nathalia sambil tersenyum dan meninggalkan Elsa seorang diri.
Sepeninggalan Natalia, Elsa langsung menelpon orang suruhannya yang dia tugaskan untuk memata-matai persiapan pernikahan Nathan dan Natalia.
Setelah mendengar kabar yang disampaikan orang suruhannya, lutut Elsa langsung lemas dia menjatuhkan ponselnya dan menangis di sana.
Sementara Nathalia juga menangis di dalam mobil. Dia menangisi takdir yang seolah-olah mempermainkan dirinya.
Pertama dia di pertemukan oleh seseorang yang mampu membuatnya merasa bahagia tapi kemudian takdir mengatakan bahwa seseorang itu adalah seseorang yang tidak akan pernah bisa menjadi pendamping hidupnya.
Kedua, kenyataan bahwa segala musibah yang terjadi padanya dan keluarganya disebabkan oleh sahabat terdekatnya sendiri.
Elsa, Bella dan Natalia sama-sama menangisi jalan hidup yang kini sudah tidak tahu arah dan tujuan lagi.
Mereka sudah membuat persahabatan yang dulu sangat kokoh dan kuat menjadi butiran debu yang mungkin sudah tidak dapat lagi ditangkap dan disatukan.
Bella mengutuk betapa bodohnya dia yang mudah terhasut oleh Elsa. Tapi Bella juga tidak mempunyai keberanian untuk mendatangi Natalia karena kali terakhir mereka bertemu Bella mengatakan bahwa dia mencintai Nathan dan berharap bahwa pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...