Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 58


__ADS_3

Tiga hari berlalu..


Jika Natalia sudah mulai terbiasa dengan lembaran baru yang dia ambil tapi tidak dengan Nathan.


Nathan sudah siuman dua hari yang lalu, tapi dia merasa seolah-olah sudah kehilangan semangat hidupnya ketika menyadari bahwa Natalia memutuskan untuk pergi sementara waktu.


Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan seseorang, entah sahabat, gebetan, pacar ataupun orang terkasih. Ya ketika kehilangan seseorang, rasa sakit dan sedih pun akan terasa dalam hati. Rasa tersebut akan memberikan banyak pembelajaran untuk dapat diambil hikmahnya. Ketika kehilangan, seseorang mungkin juga akan merasa setengah jiwanya hilang.


Dan itulah sekarang yang dirasakan oleh Nathan, dia merasa kehilangan separuh hati separuh jiwa dan semangat hidupnya.


Nathan sebenarnya tidak mempermasalahkan jika dirinya dan Natalia tidak akan pernah bersatu dalam ikatan pernikahan, tapi setidaknya masih ada kesempatan untuk Nathan bersama dengan Natalia dan berbagi kebahagiaan bersama. Setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Nathan.


Tapi sekarang harapan tinggallah harapan karena nyatanya Natalia memilih untuk pergi jauh darinya.


"Mengalami kehilangan memang bukanlah hal mudah. Orang-orang yang biasa bersama dan dan mengiringi kita, tiba-tiba pergi meninggalkan kita. Tetapi seiring berjalannya waktu kamu harus bangkit dan tidak boleh kalah dari rasa kesedihan itu. Sebab di luar sana banyak orang yang bernasib serupa denganmu." Ucap Bella.


" Jika kamu tengah merasakan kehilangan, alangkah baiknya jika bisa mengungkapkan segala perasaanmu. Mungkin dengan mengutarakan lewat kata-kata kehilangan seseorang. Kata kata dapat mewakilkan perasaanmu. Kata-kata kehilangan seseorang juga dapat mendorong semangatmu untuk bangkit dari keterpurukan karena kehilangan orang yang kamu sayang." Imbuh Elsa.


Ya Bella dan Elsa kembali berkunjung karena mereka baru saja selesai menyelesaikan pekerjaan mereka dan berencana untuk kembali menghibur Nathan dan Natalia.


Namun ketika sudah sampai di sana mereka terkejut karena mengetahui bahwa Natalia sudah kembali ke Inggris dan Nathan sedang menjalani operasi transplantasi jantung.


Akhirnya mereka diminta tinggal oleh Tia dan Imelda mengingat Nathan terlihat sedih ketika mengetahui Natalia sudah tidak ada di sini lagi.


Mereka diminta untuk menghibur Nathan mengingat Bella dan Elsa adalah sahabat dari Nathan.


Dan di sinilah Bella dan Elsa sekarang sedang menemani Nathan dalam masa penyembuhan setelah transplantasi jantung di salah satu rumah sakit terbesar yang ada di Indonesia.


"Perpisahan memang nampak seperti akhir dan selamat tinggal mungkin akan nampak selamanya. Namun di dalam hatiku masih tersimpan kenangan bersama nya yang akan senantiasa ada. Aku pikir dia sudah benar-benar menerima bahwa kami adalah saudara dan bersiap untuk memulai lembaran yang baru bersama tapi aku tidak menyangka jika dia justru memilih untuk meninggalkan aku."


" Jika Aku Jadi Natalia Mungkin aku akan melakukan hal yang sama pergi jauh untuk sementara waktu karena tidak akan ada wanita yang berhati besar yang mau memulai kisah baru dengan seseorang yang sebelumnya sangat dia cintai." Ucap Bella.

__ADS_1


" Aku setuju dengan apa yang dikatakan Bella mengingat aku juga seorang wanita tentu saja memulai hubungan yang baru yaitu hubungan saudara dengan seseorang yang sebelumnya sangat dicintai Dan berharap akan menjadi kekasih seumur hidupnya itu sangatlah susah." Imbuh Elsa.


Kini hidupku terasa gelap karena tidak ada sepercik cahaya yang berpendar darimu di sekitarku.


Seharusnya kamu tidak mengucapkan selamat tinggal. Sebab mengucapkan selamat tinggal berarti kamu akan pergi. Pergi berarti melupakan.


Rupanya benar apa yang dikatakan Natalia bahwa walaupun raga Nathan tertidur dan belum sadarkan diri tapi telinganya masih bisa mendengar dengan jelas.


Dan hari itu Nathan bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Natalia tapi raganya seakan-akan tidak kuat untuk terbangun dan mencegahnya pergi.


Saat tersadar Nathan menganggap bahwa apa yang didengarnya itu hanyalah sebuah halusinasi Namun ternyata apa yang didengarnya benar-benar kenyataan setelah mendengar cerita dari Imelda dan juga Tia yang menjadi saksi kepergian Natalia.


"Ketika kamu kehilangan sesuatu pastikan bahwa ada satu hal yang tidak hilang darimu yaitu suatu keyakinan bahwa kamu pasti akan memperoleh yang lebih baik." Ucap Elsa.


"Tuhan meletakkan seseorang di kehidupanmu karena adanya sebuah alasan. Jadi, jika kamu kehilangannya, maka hal tersebut karena sebuah alasan yang tentunya lebih baik." imbuh Bella.


" Terima kasih karena sudah mau datang dan menghiburku sekarang aku ingin beristirahat izinkan aku untuk beristirahat." Ucap Nathan sambil menggerakkan kursi rodanya masuk ke dalam ruangan meninggalkan Bella dan Elsa yang saling berpandangan.


Bella dan Elsa akhirnya pamit untuk kembali ke Inggris karena tidak mungkin juga mereka tetap berada di sana mengingat tidak ada Natalia dan mereka juga tidak mengenal Emil.


Walaupun Tia dan Imelda mengatakan bahwa mereka boleh tinggal di sana selama beberapa hari kedepan tapi mereka menolak dengan alasan mereka melupakan sesuatu yang harus mereka kerjakan dalam waktu dekat ini.


Sepanjang perjalanan Bella dan Elsa memutuskan untuk menemui Natalia setelah mereka sampai di Inggris.


Dan saat mereka mendatangi rumah Fikri mereka terkejut karena rumah itu sudah dihuni oleh pemilik yang baru.


"Sepertinya Natalia benar-benar ingin melupakan Nathan." Pekik Elsa.


" Bukan melupakan tapi Natalia sedang mencoba menata kembali hatinya sebelum dia bisa menerima kenyataan bahwa Nathan adalah saudara kembarnya."


" Ya kamu benar lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Elsa.

__ADS_1


" Aku juga tidak tahu karena tidak ada satu dari mereka yang menginginkan kita untuk berada di dekatnya." Ucap Bella.


" Mungkin mereka masih membutuhkan waktu untuk menata hati mereka masing-masing."


" Ya kamu benar."


Bella dan Elsa memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan menunggu Nathan dan Natalia menampakkan diri dengan sendirinya.


Di dalam ruangan nya, Nathan termenung sendiri sambil melihat ke luar jendela.


Seperti lukisan yang sangat indah, namun tak terjelaskan. Seperti rasa perih dan kehilangan yang tersamarkan oleh cinta yang sebentar.


Kita bisa menulis seribu kata perpisahan. Tapi yang kita rasakan hanya satu, yaitu kehilangan.


" Natalia kenapa kamu memilih pergi bukankah kita sudah sepakat untuk memulai lembaran baru ini bersama-sama."


"Salah satu hal yang paling menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu begitu takut kehilangan seseorang yang bahkan bukan milikmu."


Jika air mata laki laki bisa tumbah semudah wanita, mungkin pakaian Nathan sudah basah dengan air mata.


"Semacam tidak memiliki namun takut kehilangan. Semacam tak punya status tapi merasakan kecemburuan. Itu yang akan aku rasakan kelak ketika punya kesempatan untuk bertemu dengan mu lagi."


" Nathalia... Aku merindukan mu, semoga kamu selalu bahagia dan segera menemukan kebahagiaan."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2