Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 12


__ADS_3

Nathalia sudah kembali pulang karena kondisi nya yang semakin membaik .


Lauren masih belum mengijinkan Nathalia untuk pergi bekerja. Lauren meminta Nathalia untuk benar benar beristirahat.


" Hmmm, hanya sebuah gubis seseorang bisa sampai masuk rumah sakit yaa pa." Ucap Mama Nathan saat dirinya mendengar cerita bahwa Nathalia masih belum bisa bekerja.


" Iya, ada kok ma yang seperti itu. Seseorang tidak bisa makan gubis. Bahkan papa pernah dengar bahwa jika terlalu sering di konsumsi akan membahayakan nyawa."


" Ya Tuhan kasihan sekali. Loh Nathan kamu mau kemana?" Tanya sang Mama ketika melihat Nathan sudah rapi.


" Nathan mau pergi mengunjungi Nathalia ma, boleh kan?"


" Tentu saja, sampaikan salam dari mama yaa. Semoga cepat sembuh."


" Yaa ma."


" Emm Nathan..."


" Ya?"


" Apa kamu sudah meminum obatnya?"


" Sudah ma.."


" Baiklah, jangan lupa untuk pulang saat jam makan siang."


" Yes, kalau begitu Nathan pergi dulu."


Setelah mendapatkan ijin dari kedua orang tuanya, Nathan bergegas pergi menuju rumah Nathalia.


" Nathan..."


" Hai mom.. hehe." Nathan tersenyum kuda saat Lauren membukakan pintu untuk nya.


" Kamu tidak bekerja?"


" Aku di beri waktu istirahat satu hari.."


Lauren mengkerutkan dahinya mendengar penuturan dari Nathan.


Libur satu hari. Mana bisa seorang karyawan magang libur sesuka hatinya. Kecuali Nathan bolos bekerja.


" Aku bersumpah mom, orang tua ku memberi ijin untuk bersama Nathalia karena saat dirumah sakit aku selalu di abaikan oleh Nathalia. Aku merasa tersisih karena... yaa Momy tahu lah."


" Iya iya, ya sudah sana mungkin Nathalia sedang ada di kamarnya."


" Terima kasih Mom..."


Lauren melanjutkan acara masak. Sementara Nathan mengetuk pintu kamar dengan hati hati.


" Masuk saja mom."


Ceklek...


" Mom, Nathalia ingin makan di dalam kamar salah, apa boleh?"


" Kenapa?" Nathan menutupi mulutnya dan berusaha lembut agar terdengar seperti Momy Lauren karena saat itu Nathalia sedang duduk menghadap ke luar jendela.

__ADS_1


" Tidak apa apa. Aku hanya ingin saja."


" Yah, padahal aku ingin sekali duduk dan menyuapi kamu." Pekik Nathan.


Nathalia langsung tersenyum dan menoleh begitu mendengar suara Nathan.


" Nathan kamu di sini?"


" Ya.. karena aku merindukanmu. Jadi ajuy datang."


Nathalia segera bangkit dan langsung memeluk Nathan.


" Aku merindukanmu." Bisik Nathalia.


" Aku juga."


Nathan melepaskan pelukan, Nathan memegang kedua pipi Natalia sebelum akhirnya mendaratkan sebuah ciuman di kening Nathalia.


" Maaf karena aku lalai menjaganya kamu sehingga kamu harus menderita karena tuan gubis."


Nathalia tersenyum, dia memejamkan mata berharap Nathan akan menciumnya lagi.


Nathan yang tahu akan hal itu tersenyum kemudian kembali mendaratkan ciuman nya pada kedua pipi Nathalia.


Nathalia membuka mata dan melihat Nathan masih menatap dirinya.


Dengan keberanian, Nathalia menabrakkan bibir nya pada bibir Nathan.


Cup


Nathalia tersipu malu, dia segera menjauh dari Nathan.


Selama ini Nathan memang tidak bisa mencium bibir Nathalia, entah kenapa. Tapi satu hal yang Nathan tau, Nathalia seolah-olah sangat berarti untuk nya. Nathan seperti tidak ingin mencicipi apapun dari Nathalia karena merasa bahwa Natalia begitu berharga untuk sekedar di cicip cicip.


Rasa canggung kemudian menghampiri keduanya hingga Lauren masuk karena Nathan tidak menutup pintu kamar Nathalia.


" Ehem. Apa yang kalian lakukan?. Kenapa kalian saling mematung dan berjauhan?" Tanya Lauren.


" Kamu sedang terkena sihir Mom." Pekik Nathan.


" Sihir apa?"


" Sihir kram seluruh tubuh." Imbuh Nathalia.


" Astaga., sudah ayo kita turun dan menikmati makan." Ucap Lauren sambil menarik tangan keduanya dan membawanya turun


Nathalia dan Nathan saling berpandangan dan tersenyum.


Senyum Nathalia menyimpan sebuah rasa malu karena tadi dia sudah menerobos bibir Nathan, sementara senyum Nathan menandakan dia sangat bahagia.


Lauren menjadi heran melihat tingkah Nathan dan Natalia saat sedang sarapan.


Mereka terdiam tidak seperti biasanya yang selalu saling mengejek satu sama lain.


" Ehem. Makanannya akan tidak akan masuk sendiri ke mulut mulut kalian jika kalian hanya terdiam mematung seperti itu. Pakek acara tatap tatapan lagi."


" Maaf mom." Ucap keduanya secara bersamaan kemudian segera melanjutkan makan.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Nathan dan Natalia memutuskan untuk bersantai di depan ruang Tv sambil mendengarkan gosip terbaru dari lambe turah.


" Nathan, bisa tolong jaga Nathalia sebentar, Momy harus ke butik karena hari ini akan ada banyak sekali barang dari Indonesia yang datang."


" Nathalia bisa membantu Momy. Lagi pula Nathalia sudah merasa jauh lebih baik." Ucap Natalia yang sebenarnya ingin lari sementara dari Nathan karena dia begitu malu tentang kejadian tadi pagi.


" Tidak tidak. Momy ingin kamu tetep disini sampai kamu benar benar fit. Temani Nathan, kasihan dia. Selama di rumah sakit kamu mengacuhkannya."


Nathalia melihat ke arah Nathan yang tersenyum. Lauren kemudian segera berangkat menuju butik. Tak lupa dia memeluk dan mencium Nathalia.


Sepeninggal Lauren, mereka masih canggung dan enggan untuk berbicara. Hanya lambe turah yang terus saja mengoceh hingga Nathan memilih untuk mematikan televisi.


" Kok di matikan?" Tanya Nathalia.


" Karena sebenarnya menonton TV hanya alibi kita saja untuk mengusir rasa canggung benar kan?"


Nathalia terdiam, dia tidak bisa membantah karena memang sebenarnya itulah tujuan dari keduanya memutuskan untuk menonton TV.


" Tadi itu...." Nathan kembali bersuara, Nathalia segera memotong pembicaraannya Nathan.


Tentu saja, dia pasti akan sangat malu ketika Nathan akan membahas perihal dirinya yang mencium Nathan.


" Tadi itu sebuah kecelakaan. Maaf kan aku."


Nathan mengkerutkan dahinya.


" Kecelakaan?. Yang mana? Sejak kapan masakan Momy mengalami kecelakaan?"


" Hue?" Nathalia langsung menatap Nathan karena Nathan membahas tentang makanan


" Iya, tadi aku mau bilang kalau masakan Momy itu sangat nikmat walaupun sebenarnya kita telat memakannya."


" Seharusnya kita segera makan saat makanannya masih hangat. Tapi karena kita masih dalam mode sihir makanannya jadi dingin."


" Ah... begitu...."Nathalia menghaluskan pandangannya karena dia merasa malu telah curiga kepada Nathan yang dia pikir akan membahas perihal ciuman tadi.


" Memangnya kamu pikir aku akan bertanya tentang ciuman tadi?" Nathan mulai menggoda Nathalia.


" Apa an sih..."


" Haha mukanya kayak tomat. Dah lah yuk kita nyanyi... Aku sudah lama kan tidak menyanyikan lagu selamat malam untuk kamu?"


Nathan beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju mobil untuk mengambil sebuah gitar. Sementara Nathalia baru sadar jika dirinya memang tidak lagi mendengar nyanyian Nathan saat malam hari


" Hmmm, pantas saja setiap malam aku merasa ada yang terlewat..." Pekik Nathalia.


Nathalia kemudian segera menyusul Nathan dan mereka memutuskan untuk bermain gitar dan bernyanyi di tempat duduk pinggir kolam air mancur yang ada di samping rumah Nathalia.


" Nathan kenapa ada disini?. Padahal aku berencana menghasut Nathalia agar menjauhi mu... Argh gagal maning gagal maning."


" Jadi tidak kita ke rumah non Natalia?" Tanya supir.


" Kita ke laut aja."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2