Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 48


__ADS_3

Setelah cukup tenang, Nathan mengajak Nathalia untuk pulang.


" Ayo kita pulang dan menemui ibu kita apa kamu sudah siap?" Tanya Nathan.


Nathalia hanya mengangguk anggukan kepala.


Nathan tersenyum kemudian mengajak Nathalia untuk kembali pulang.


" Pernah dengar bahwa kasih sayang saudara tidak akan pernah putus?" Ucap Nathan sambil fokus menyetir.


Nathalia hanya tersenyum tapi enggan untuk menanggapi.


"Cinta harus memiliki, mempertahankan cinta yang tidak bisa di miliki hanya membuang waktu hidup selama di dunia." Ucap Nathan.


Nathalia menoleh sekilas ke arah Nathan dan mulai berpikir bahwa Nathan sudah menerima kenyataan bahwa mereka adalah saudara.


" Apa kamu baik-baik saja?"


" Ya, awalnya memang sulit menerima kenyataan bahwa aku dan kamu yang sebentar lagi akan bersatu nyatanya tidak akan pernah bersama selamanya. Tapi kemudian aku sadar. Cinta itu tidak harus saling memiliki, cukup melihat kamu tersenyum bahagia. Hatiku sudah sangat bahagia. Walaupun kita akan menjadi saudara."


" Maafkan aku yang masih belum bisa untuk menerima kenyataan bahwa kita adalah saudara. Mungkin saja ada yang salah dengan data yang diinput atau data yang diperoleh dari dinas itu kan.." Pekik Nathalia.


" Nathalia semua sudah jelas keluarga kita sudah menceritakan hal yang sama dan tidak ada yang berbeda. Jadi aku rasa kenyataan bahwa kita memang saudara itu benar adanya."


" Tapi bagaimana dengan cintaku tidakkah kamu memikirkan tentang perasaanku?"


" Nathalia Cinta tak harus memiliki dan mencintai bukanlah menguasai. Biarlah aku mencintai dengan caraku sendiri."


"Cinta tak harus memiliki, merelakan kita tidak akan pernah bersama mungkin adalah jalan yang terbaik untuk sekarang. Relakan Dan lupakan semua yang pernah kita lalui sebagai pasangan kekasih dan mari kita mulai hubungan yang baru sebagai saudara." Imbuh Nathan.


"Kata orang cinta memang tak harus memiliki. Tapi sulit bagiku mencintai seseorang namun tidak bisa memilikinya." Ucap Nathalia sambil kembali menangis.


Nathan yang melihat Natalia kembali menangis langsung menepikan kendaraannya.


" Nathalia Aku tahu ini adalah kenyataan yang paling menyakitkan dalam hidup kita tapi lihat sisi baiknya walaupun kita tidak akan pernah bersama sebagai pasangan tapi kita akan tetap bersama sebagai saudara kan." Ucap Nathan.


"Cinta itu sesuatu yang sangat indah. Walau kadang harus berurai air mata. Karena cinta tak selalu harus memiliki. Kita kubur cinta yang pernah ada karena perasaan ingin memiliki dan kita bangun kembali Cinta persaudaraan untuk saling melindungi." Imbuh Nathan.


"Pagi itu memiliki embun yang menetes tanpa harus diminta. Kebahagiaan itu memiliki arti ketulusan tanpa rencanakan. Sama halnya hati dia memiliki cinta tanpa harus diminta meskipun terkadang menyakitkan." Pekik Nathalia.


Nathan memejamkan mata Karena sejujurnya dia tidak sekuat yang terlihat atau tidak setegar kata-kata yang baru saja dia ucapkan kepada Natalia.


Nathan memilih untuk melajukan kembali kendaraannya agar mereka bisa cepat sampai di rumah karena sangat sulit bagi Natan untuk berdua lebih lama dengan Natalia terutama saat mereka baru saja mengetahui kenyataan bahwa mereka adalah saudara.

__ADS_1


Ini adalah kali pertamanya dalam sejarah kebersamaan Nathan dan Natalia, Nathan merasa bahwa dia tidak ingin berlama-lama dengan Natalia.


Sepanjang perjalanan kembali ke rumah mereka kembali terdiam dengan pemikiran masing-masing.


Nathan sendiri masih memikirkan cara untuk membuat Natalia mengerti dan mengikhlaskan hubungan mereka yang tidak akan pernah bersatu sampai kapanpun.


"Saat kata-kata jujur tak lagi punya arti, biarkan Tuhan yang membuat manusia mempercayai dan meyakini kebenarannya." Ucap Nathan saat mereka sudah sampai di rumah Fikri namun tidak ada satu dari mereka yang turun.


"Langit tidak selamanya cerah, kadang hujanpun bisa membawa bencana dan perasaan juga sering kali bisa terluka." Imbuh Nathan.


" Mudah bagimu untuk mengatakan bahwa aku harus melupakan apa yang pernah kita lalui bersama. Kamu sudah melukis kosongnya ruang dalam hatiku dengan warna yang sangat indah lalu sekarang kau memintaku untuk menghapus semuanya?"


" Nathalia aku tidak memintamu untuk menghapus semua kenangan indah tapi gantilah semua kenangan itu dengan kenangan bahwa kita bersama sebagai seorang saudara."


"Cinta memang tak harus memiliki, tapi kesadaran manusia yang hilang saat jatuh cinta membuat hal itu serasa sulit." Ucap Nathalia.


"Cinta sejati terpancar dari tulusnya hati ini walau cinta tak harus memiliki biar hanya ku nikmati dirimu didalam mimpi. Ayo kita tutup lembaran lama dan membuka lembaran baru bersama kita menjalani kehidupan sebagai sepasang saudara." Ucap Nathan sambil tersenyum dan turun dari mobil lalu berjalan ke arah Natalia dan membukakan pintu.


"Banyak hal yang tak ingin kita tinggalkan dalam hidup ini namun semua pasti ada akhir sesuai dengan ketentuan-Nya." Ucap Nathan sambil menjulurkan tangannya berharap Natalia mau turun dari sana.


"Bila cinta ini harus bertepuk sebelah tangan, maka biarlah satu tanganku yang lain untuk mencari cinta yang lain. Tapi dalam hal ini aku seakan-akan tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan untuk mencari cinta yang lain." Ucap Nathalia.


" Kamu tidak harus mencari cinta yang lain kamu hanya perlu memperbaiki diri dan mendewasakan diri terhadap kenyataan yang terjadi."


" Nathalia ketahuilah bahwa sebenarnya aku jauh lebih sakit darimu tapi tidak ada yang lebih menyakiti aku selain melihatmu terlalu lama berada dalam lumbung kesedihan."


"Cinta adalah usaha dan kerja sama. Jika dia cuma pasrah membiarkan kamu yang melakukannya, maka ubah perjuangan kamu untuk menghilangkan cinta padanya. Aku tidak mengajakmu untuk melupakan apa yang telah terjadi tapi aku mengajakmu untuk berusaha bersama membangun cinta sebagai saudara."


" Ayo kita harus bertemu dengan ibu kita. Lihatlah, mereka sudah menunggu kita sedari tadi."


Nathalia akhirnya turun dari mobil setelah melihat bahwa Lauren dan Fikri berada di depan rumahnya.


Mereka masuk ke dalam rumah dengan perasaan tidak menentu.


" Apa kabar Mom.." Sapa Nathan.


" Jika sebelumnya Aku menyapa sebagai kekasih Natalia, boleh hari ini dan hari seterusnya aku akan menyapamu sebagai seorang anak. Dan apa Momy tidak mau memberikan pelukan selama datang kepada anak laki-lakimu ini?"


Lauren menangis dan merasa sangat tersentuh, dia langsung bangkit dari tempat duduknya berjalan ke arah Nathan dan memeluknya.


" Anakku, Maafkan aku yang tidak dapat mengenalimu dengan lebih baik nak. Seandainya saja aku bisa mengenalimu sejak awal mungkin kalian tidak akan sampai pada titik sejauh ini." Ucap Lauren.


Setelah puas memeluk Nathan Lauren beralih kepada Natalia.

__ADS_1


" Momy meminta maaf kepadamu karena semua ini...."


" Tidak apa apa mom, mari kita lupakan semuanya dan memulai kisah ini dengan kisah yang baru." Ucap Natalia sambil tersenyum dan memeluk Lauren.


Nathan tahu bahwa sebenarnya Natalia hanya berpura-pura bahagia dan menerima kenyataan ini.


Tidak apa apa, teruslah berpura-pura hingga kamu lupa bahwa kamu sedang berpura-pura. Pekik Nathan.


Hari itu Lauren merasa bahagia karena impiannya untuk bisa bertemu dengan anak kembarnya sudah terwujud.


Nathan dan Natalia saling berpandangan, Nathan mengisyaratkan agar Natalia selalu tersenyum. Tapi memang sangat sulit berpura-pura bahagia ketika hati sangat terluka.


"Jangan biarkan kekecewaan menghancurkan harapan. Sesungguhnya, Tuhan menyukai hambanya yang berdoa dalam harapan, meski pernah dikecewakan." Lirih Fikri saat melihat Nathan memilih untuk membantu Lauren, mungkin ini adalah salah satu cara Nathan untuk mendekati Lauren yang sekarang adalah ibunya atau justru ini adalah cara Nathan untuk menghindari bertatap langsung dengan Natalia.


" Mudah memang mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan ketabahan hati tapi menjalankannya jauh lebih sulit."


" Dady tahu kamu adalah wanita yang paling tegar dan kuat seperti Momy kamu. Dady yakin kamu akan menemukan cara untuk bisa terbebas dari belenggu ini." Ucap Fikri.


Saat mereka semua sedang menikmati makan bersama Tia dan Felix datang dengan tergesa-gesa dan raut muka khawatir.


" Nathan Untung saja kamu ada di sini ayo kita pergi ke Indonesia." Ucap Tia.


" Ada apa, Kenapa wajah kalian terlihat panik begitu apa ada sesuatu yang sangat emergency?" Tanya Fikri.


" Kami baru saja mendapat kabar dari Imelda yang mengatakan bahwa Hector sakit parah dan dia berharap ingin bertemu dengan Nathan." Ucap Felix


" Paman Hektor?" Pekik Nathan.


" Ya nak, paman Hector adalah Ayah kandung kamu dan Nathalia. Menurut Imelda kondisinya sudah sangat buruk dan dia sangat bermimpi untuk bisa melihat anak-anaknya." Ucap Tia.


Fikri melihat ke arah Lauren seolah meminta izin untuk membiarkan Natalia pergi bersama dengan Nathan menemui Hektor.


" Pergilah, bawa juga Natalia dan katakan kepadanya bahwa dia adalah putrinya." Ucap Lauren yang membuat Tia dan Felix sekaligus Natalia terkejut.


" Mom..." Panggil Nathalia.


" Pergilah nak, mungkin saat ini Ayahnya sangat ingin melihat wajah putrinya."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2