Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 66 : Batal melamar..


__ADS_3

Olaf yang tadinya emosi mulai mereda saat melihat Nathan dan Natalia saling berpelukan untuk melepas rindu.


" Apa kamu juga merasakan kebahagiaan yang sangat besar saat melihat dua saudara akhirnya kembali bertemu?" Tanya Nayla pada Olaf.


" Ya..." Ucap Olaf sambil menghapus ujung matanya.


" Aku Nayla."


" Aku Olaf.." Ucap Olaf.


Mereka saling berjabat tangan, sementara Bella yang merasa tidak dianggap memilih untuk pergi dari sana.


" Sekarang bisakah aku tahu dimana kamu tinggal?, aku juga merindukan Momy Lauren." Ucap Nathan.


Nathalia mengangguk kemudian mengajak Nathan untuk pulang bersama.


" Apa kamu tidak membawa mobil?, kenapa kamu ikut dalam mobilku?" Tanya Olaf saat Nathan masuk dan duduk di kursi depan.


" Aku membawa nya tapi aku sudah menyuruh orang untuk membawa mobil ku jadi aku dan Nayla akan ikut serta dalam mobil mu" Ucap Nathan dengan santai.


" Baiklah..."


Olaf merasa sedikit kecewa karena dia tidak menyangka Nathalia akan langsung mengajak Nathan untuk datang ke rumahnya.


" Hah, bisa batal acara melamar ku.." Lirih Olaf.


" Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Nathan.


" Tidak ada."


" Hmmm, mungkin telinga ku yang rusak karena aku merasa mendengar sesuatu dari kamu."


" Ya mungkin saja..."


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah Lauren dan Fikri.


Lauren dan Fikri yang sedang makan malam terkejut saat melihat Nathalia pulang sambil menggandeng tangan Nathan.


" Nathan??..." Pekik Lauren.


" Mom..."


Nathan segera berlari dan memeluk Lauren.


Lauren awalnya terkejut lalu kemudian membalas pelukan Nathan dan menangis.


Nathalia yang melihat itu tersenyum dan ikut berpelukan.


Fikri berjalan ke arah Olaf.


" Aku melihat kesedihan di mata mu, apa kamu mau aku peluk juga?"


" Tidak usah." Ketus Olaf.


" Galak sekali, gak aku kasih restu baru tahu rasa." Ketus Fikri.


" Yah jangan dong. Ya udah sini peluk." Ucap Olaf


Nayla yang ada disana menjadi terkekeh melihat Olaf dan Fikri.

__ADS_1


Nayla berpikir betapa bahagianya ada di posisi mereka.


Lauren kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Nathan.


" Bagaimana kamu bisa menemukan kami?" Tanya Lauren pada Nathan.


" Nathalia yang membawa ku kesini."


Lauren langsung melihat Nathalia yang tersenyum dan mengangguk.


Lauren memeluk Nathalia karena dia tahu itu artinya Nathalia sudah siap bertemu dan menerima Nathan sebagai saudaranya.


" Siapa dia?" Tanya Lauren sambil melihat Nayla.


Fikri dan Olaf sudah melepaskan pelukannya.


" Dia..., Kemarilah." Ucap Nathan pada Nayla.


" Dia Nayla, calon istri tapi masih belum resmi, wakakak..." Ucap Nathan saat Nayla sudah ada di sampingnya.


Nayla tersipu malu, Lauren yang melihat itu jadi tersenyum dan memegang pipi Nayla.


" Semoga kamu memang berjodoh dengan Nathan."


Malam itu, Lauren kembali memasak untuk malam malam besar.


Nayla dan Natalia membantu Lauren, Lauren menceritakan tentang masa lalu Nathan dan Nathalia.


Nayla kemudian memahami satu hal bahwa pria lebih sulit menerima kenyataan lebih dari yang para wanita pikirkan.


Setelah makan malam, Lauren meminta Nayla untuk menginap, sementara Olaf harus pergi karena dia baru saja mendapatkan kabar bahwa meja yang sudah dia siapkan di pinggir pantai rusak terkena angin.


" Mungkin lain kali saja." Ucap Nayla.


" Mom, bisakah aku datang lagi besok?" Tanya Nathan.


" Kami adalah keluarga dan ini juga rumah mu. Tentu saja kamu boleh datang kapanpun kamu inginkan. Jika kamu ingin tinggal di sini juga tidak masalah." Ucap lauren sambil melihat Nathalia yang tersenyum.


Nathan memeluk Nathalia.


" Terima kasih karena sudah mau mempertemukan aku dengan ibu dan juga menganggapku sebagai saudara dan mau menjalani hubungan ini bersama-sama." Ucap Nathan.


" Sama sama. Datang lah besok aku sangat merindukan mu.." ucap Nathalia.


Sepeninggalan Nathan...


" Dimana Olaf?" Tanya Nathalia.


" Ya Tuhan Nathalia, Apa kamu tidak tahu jika selama sesi makan malam tadi kamu mengacuhkan Olaf?" Pekik Fikri.


" Emmm, itu...." Nathalia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dia baru menyadari bahwa sepanjang malam tadi dia mengacuhkan Olaf.


" Pergi cari dia.." Ucap Lauren.


" Tapi ini sudah malam, apa Momy dan Dady mengijinkan aku untuk pergi?" Tanya Nathalia sambil menatap Fikri dan Lauren secara bergantian.


" Khusus untuk malam ini karena kamu sudah menunjukkan bahwa kamu tidak lagi memikirkan dan bersedih karena Nathan" Ucap Lauren.


" Pergilah sebelum Dady berubah pikiran atau sebelum Olaf menjadi kesal padamu." Ucap Fikri

__ADS_1


Cup.


" Terima kasih mom."


" Apa hanya Momy yang dapat ciuman terima kasih?"


Natalia tersenyum dan mencium pipi Fikri kemudian pergi untuk mencari Olaf.


Fikri dan Lauren tahu jika malam itu Olaf akan melamar Natalia karena sebelumnya Olaf sudah meminta restu dari keduanya.


Namun karena kehadiran Nathan yang tiba-tiba membuat malam yang seharusnya menjadi malam indah bagi Olaf dan Natalia harus tertunda.


Olaf sendiri mengatakan bahwa dia melupakan sesuatu pada Fikri, tapi sebenernya Fikri tahu bahwa ada masalah dengan dekorasi yang sudah Olaf persiapkan.


Nathalia segera berjalan menuju daerah pantai saat dia mengingat Olaf mengatakan akan mengajak nya ke pantai setelah menghadiri undangan sebagai tamu kehormatan.


" Semoga saja Olaf ada di sana."


Setelah memarkirkan mobilnya, Nathalia mulai berjalan mengikuti lampu indah yang sepertinya sengaja di susun rapi dan membentang seolah memberikan jalan kemana harus pergi.


Nathalia melihat jam tangannya, sudah hampir pukul 02.00 dini hari waktu setempat.


Pandangan Nathalia kemudian menemukan sosok pria sedang duduk di meja dengan hiasan indah yang masih tertata rapi.


Olaf menundukkan kepalanya sehingga dia tidak menyadari jika Natalia sudah duduk di depannya.


" Ehem..."


" Ya Arlo, kau boleh melepas semuanya dan katakan pada mereka untuk membatalkan semua nya. Aku tidak akan melamar kekasihku malam ini..." Ucap Olaf masih pada posisinya.


Natalia ingin menyentuh Olaf namun batal setelah dia mendengar Olaf kembali berbicara.


"Sudah banyak tahun kita lewati menjadi seorang sahabat. Berbagi suka dan duka bersama. Selama bertahun-tahun itulah aku menyaksikanmu bersama beberapa laki-laki lain. Mereka datang dan pergi, menyakitimu dan meninggalkanmu."


"Ah, aku tahu hari-hari berat untukmu dan aku selalu ada di sampingmu. Ya, itu karena aku sahabatmu. Hingga aku sadar, Kamu tidak butuh mereka. Kamu butuh aku menjadi sahabatmu. Untuk itu, hari ini, aku akan tetap memintamu jadi sahabatku. Sehidup semati, kini dan nanti hingga selamanya."


"Mengarungi derasnya waktu. Jika selama ini aku mampu, ragukah Kamu untuk menjadikan kebersamaan ini jadi selamanya? Aku mencintaimu, itulah alasannya. Be my wife, sahabatku!..."


Nathalia merasa tersentuh, dia kemudian menyadari jika Olaf mempersiapkan ini untuk melamarnya.


" Seharusnya malam ini aku mengatakan ' Will you marry me Nathalia?'."


" Kenapa kamu tidak mengatakan nya?" tanya Nathalia.


" Dia sedang melepas rindu dengan saudara nya, dan aku tidak ingin menganggu momen bahagia itu." Ucap Olaf yang masih belum sadar jika Natalia ada di hadapannya.


" Nathalia sudah ada disini.."


Olaf mendongak dan...


Brak !!!


Sangking terkejutnya dia melihat Natalia sampai jatuh terjungkal.


" Olaf...."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2