Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 56


__ADS_3

Malam hari, Fikri sengaja mengantarkan makanan ke kamar Olaf.


" Aku merasa seperti tahanan ketika kamu membawakan makanan ke dalam kamarku seperti ini. Kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk ikut makan malam bersama mereka sehingga Natalia tahu bahwa aku ada di sini"


" Ah rupanya kamu sangat tidak sabar sabar sedikit."


Olaf mendengus kesal namun dia tetap memakan apa yang dibawa oleh Fikri karena sejujurnya dia sudah sangat lapar.


" Setelah kamu selesai dengan makananmu pergilah ke balkon rumah ini melalui tangga yang ada di luar rumah tunggulah Natalia di sana karena aku akan menyuruhnya untuk datang ke sana."


" Ah ternyata seperti itu rencana yang akan kau ciptakan di antara pertemuan aku dan Nathalia?" Ucap Olaf sambil tersenyum.


" Aku hanya ingin kamu dan Natalia bertemu di tempat yang terbuka tidak di dalam ruangan seperti ini."


" Yaelah aku dan Natalia sudah terbiasa berdua di dalam ruangan dan nyatanya aku tidak pernah melakukan apapun kepadanya."


" Aku tahu aku percaya kepadamu tapi bukankah kan sangat romantis jika kalian bertemu di bawah cahaya sinar bulan?"


" Ya ya Terserah kamu saja." Ucap Olaf sambil menghabiskan makanan nya.


" Hei tidak bisakah kamu berhenti memanggilku dengan sebutan kamu. Apa kamu lupa jika sekarang aku adalah Ayah dari Natalia tidak bisakah kamu menunjukkan sedikit rasa sopan kamu kepadaku?"


" Baiklah Dady."


" Begitu lebih baik. Ya sudah aku harus kembali ke dapur ya karena kalian tidak curiga kenapa aku keluar dengan membawa nampan makanan dan tidak kembali."


" Hemm..."


Dimeja makan, Natalia mengerutkan dahinya karena dia melihat Fikri pergi sambil membawa nampan makanan namun kembali tidak bawa apa-apa.


" Dad, ke mana nampan yang berisi makanan yang tadi Dady bawa?" Tanya Nathalia yang membuat Fikri dan Lauren saling berpandangan.


" Tadi Momy menyuruh Dady untuk memberikan makanan kepada satpam kita karena tadi Momy melihat dia sedikit lesu saat menjaga keamanan di rumah ini mungkin dia sudah kelaparan jadi karena masakan kita terlalu banyak momy memutuskan untuk memberikannya kepada mereka."


" Begitu?"


" Iya..."


Mereka bertiga kemudian makan dalam keadaan hening hingga Fikri membuka suara.

__ADS_1


" Natalia setelah ini pergilah ke belakang rumah kita dan lihat apakah pemandangannya saat malam hari juga terlihat indah saat siang hari."


" Hmm aku rasakan melakukannya besok saja karena aku ingin menikmati suasana kamar baruku."


" Tidak." Ucap Lauren dan Fikri secara bersamaan membuat Nathalia terkejut.


" Kalian kenapa?" Tanya Natalia.


" Tidak apa apa. Ya sudah jika kamu memang tidak ingin pergi melihat balkon tidak apa-apa kamu bisa melakukannya besok." Ucap Fikri.


" Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke kamar karena aku sudah selesai dengan makan malam ku."


" Baiklah." Ucap Lauren.


Lauren terlihat marah kepada Fikri karena Fikri tidak berusaha membujuk Natalia untuk pergi ke balkon.


" Biarkan saja aku yakin mereka pasti akan bertemu malam ini biarkan mereka bertemu dengan cara mereka sendiri." Ucap Fikri.


Lauren kemudian tersenyum dan mengajak Fikri untuk masuk ke dalam kamar agar mereka tidak mengganggu momen di mana Natalia dan Olaf akan bertemu.


Nathalia yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas kasur tiba-tiba menjadi penasaran dengan apa yang ada di balkon rumahnya saat malam hari.


Dia juga penasaran Bagaimana pemandangan rumah barunya itu saat malam hari apakah sama indahnya seperti di rumah Fikri yang lama.


" Olaf..." Pekik Nathalia.


" Apa kamu tahu aku sudah menunggumu di sini lebih dari 2 jam jika kamu tidak datang Mungkin kamu akan menemukanku membeku karena sinar bulan." Ucap Olaf.


Natalia tersenyum tapi tidak bisa menahan air matanya dia langsung berlari memeluk Olaf.


" Aku sudah datang Maafkan aku yang datang terlambat." Pekik Olaf.


""Kita selalu membuat memori yang sangat indah saat bersama. Aku tidak sabar untuk membuat memori-memori baru lagi denganmu." Ucap Olaf lagi saat dia mengetahui bahwa tangis Natalia semakin kencang.


"Sejak kecil, kita selalu bersama. Dan sekarang saat kamu jauh dariku, aku merasa kosong. Sepertinya, kamu mengambil sebagian hatiku dan meninggalkanku. Kenapa kamu melanggar janjimu kenapa kamu tidak pernah kembali apakah kamu tahu betapa aku merindukanmu." Pekik Nathalia.


"Kamu mungkin melupakan dan menggantikanku, tetapi aku akan selalu menjadi teman lamamu yang sama." imbuh Nathalia.


" Natalia apa kamu lupa bahwa kita tidak pernah saling berjauhan Aku tidak pernah meninggalkanmu karena aku selalu ada di sampingmu dengan caraku sendiri. Dan aku akan selalu membawa kenangan kita ke mana pun aku pergi dan menggunakannya sebagai inspirasi untuk diri ku sendiri saat jauh dari mu."

__ADS_1


" Tapi sekarang Aku sudah kembali dan aku berjanji tidak akan pernah membiarkan jarak terbentang diantara kita."


"Aku tidak akan pernah melupakan suaramu bahkan ketika wajahmu berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa dikenali." Pekik Nathalia sambil melepas pelukannya dan menatap wajah Olaf yang memang lebih glowing dari sebelumnya.


" Hmm, jadi kamu pikir selama 2 tahun ini ketampananku sudah menjadi kecantikan?"


" Iya, Aku jadi penasaran sebenarnya selama ini apa yang kamu lakukan apakah kamu melakukan perawatan wajah jadi kamu ingin menyaingi kecantikanku?" Pekik Nathalia.


Sungguh hati Olaf sangat sakit melihat Natalia masih bisa menyembunyikan luka di hadapan dirinya.


"Sungguh menyebalkan untuk berpisah, Aku berharap aku dapat mengulang kembali waktu di mana aku dapat menghabiskan seluruh hari-hariku denganmu dan menebus waktu yang tidak bisa aku gunakan untuk menghiburmu dan menyembuhkan luka di dalam hati mu."


Nathalia menatap Olaf.


" Maafkan aku yang datang terlambat, sekarang biarkan aku di sini memegang tanganmu dan kita bersama-sama menutup luka yang ada di hati mu." Pekik Olaf.


" Hiks hiks... Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah pergi lagi dari kehidupanku."


" Aku berjanji."


" Berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah memutus komunikasi di antara kita."


" Aku berjanji. Kamu adalah sumber kebahagiaan yang gila dan itulah mengapa aku ingin menahanmu bahkan jika kamu sudah tua."


Nathalia kembali memeluk Olaf dan menambahkan segala rasa kecewa rasa sedih dan juga rasa rindunya dipelukan Olaf.


" Menangislah. Menangislah sampai hatimu puas dan hingga kamu sudah tidak bisa lagi menangis, setelah itu aku akan melukis kembali apa yang sudah dihapus oleh tangisan mu." Ucap Olaf sambil mempererat pelukannya.


Di balik itu, Lauren ikut menangis melihat pemandangan di mana akhirnya Natalia bisa bertemu dengan seseorang yang akan membuatnya merasa lebih baik.


" Hei Kenapa kamu menangis?" Tanya Fikri.


" Aku sangat bahagia akhirnya orang yang memang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Natalia sudah datang. Itu mengingatkan aku bahwa sebenarnya aku sudah menunggumu sejak lama. Bukan nunggu seseorang yang akan menarikku dari lembah kesedihan."


Fikri tersenyum dan memeluk Lauren.


" Aku sudah menarik dirimu dari lembah kesedihan dan kita akan sama-sama melangkah menuju kebahagiaan."


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2