
Roda kehidupan selalu berputar. Ada kalanya orang berada di atas, kadang juga ada di bawah. Peristiwa hidup silih berganti, ada rasa bahagia, kecewa, senang, sedih, marah. Semua itu pernah dirasakan setiap orang. Dalam menjalani kehidupan, terkadang mengalami kesedihan yang mendalam.
Manusia adalah makhluk Tuhan, dikaruniai perasaan dan juga akal. Itulah yang menjadi salah satu alasan kata-kata sedih terasa mampu menanggapi, menggambarkan dan mewakili perasaan. Meskipun begitu sebagai manusia jangan lah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Serahkan diri pada Yang Maha Kuasa dan kembalilah untuk bangkit.
Namun, hal itu adalah satunya hal yang tidak bisa di kendalikan oleh Nathan.
Dia masih merasakan sedih karena tidak bisa menemukan keberadaan Nathalia.
"Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Aku tidak punya seorangpun untuk diajak bicara." Lirih Nathan yang sedang duduk di sebuah taman tempat dimana dulu dia dan Nathalia biasa menghabiskan malam weekend bersama.
"Bagiku, tidur bukanlah sekadar melepas lelah, melainkan sebuah pelarian. Karena bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk."
"Ketika kamu merasa sangat terluka atas sikap orang lain, maka berdoalah kepada Allah agar kamu tidak berbuat seperti apa yang telah dilakukannya." Ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja duduk di samping Nathan. Wajahnya sangat mirip dengan Nathalia, hanya saja Nathalia memiliki tata coklat yang indah sementara gadis itu bermata hitam dan berambut lurus hitam panjang.
" Maaf aku tidak bermaksud lancang, hanya saja aku begitu tertarik dengan apa yang membuatmu galau karena biasanya yang duduk disini adalah pasangan kekasih yang sedang berbahagia dan juga seseorang yang merasa patah hati."
" Jadi apa kamu adalah penjaga taman ini sehingga kamu tahu setiap detail orang yang duduk disini?" tanya Nathan tanpa melihat ke arah wanita itu.
" Bukan penjaga, tapi aku datang kesini setiap hari. Jadi aku tahu.." Ucap wanita tadi sambil tersenyum.
Senyuman yang sukses membuat Nathan memandang nya karena senyuman itu sama seperti senyuman Nathalia.
" Aku Nayla..." Ucap wanita tadi sambil menjulurkan tangannya.
" Nathan." Ucap Nathan sambil membalas jabat tangan Nayla.
" Jadi Nathan, apa yang membuatmu merasa galau?"
"Aku berharap aku dapat meninggalkan rasa sakitku hanya untuk sesaat sehingga aku dapat memahami takdir yang sedang menyakitiku." Ucap Nathan sambil kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Salah satu perlindungan dari kekecewaan adalah memiliki kesibukan."
" Aku sudah melakukan nya, tapi semakin aku sibuk semakin aku mengingat nya."
__ADS_1
"Proses pendewasaan dalam hidup ini adalah melalui ujian-ujian yang terjadi dalam hidupmu. Beberapa hari hanyalah hari yang buruk, itu saja. Kamu harus mengalami kesedihan untuk mengetahui kebahagiaan, dan saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa tidak setiap hari akan menjadi hari yang baik, begitulah adanya."
" Mudah mengatakannya terlebih ketika kamu tidak pernah merasakan kehilanganmu." Ucap Nathan.
" Kamu salah, aku mengatakannya karena aku sudah mengalami banyak kehilangan dan yang terakhir adalah aku kehilangan ibuku." Ucap Nayla yang membuat Nathan langsung memandangi nya.
" Beberapa tahun lalu aku kehilangan Ibu ku dalam sebuah kecelakaan dan beberapa bulan lalu ayahku menyesal kepergian ibu ku. Ayah kemudian meletakkan dan menanam beberapa pohon di tempat ini karena sebelumnya ibu sangat menyukai taman yang indah, Ayah terus melakukannya sebagai bentuk rasa rindu kepada Ibuku hingga terbentuklah taman ini. Ya walaupun sekarang taman ini sudah menjadi milik pemerintah dan sudah dihias secantik ini tapi tidak ada yang tahu sejarah di dalamnya. Ayah mengatakan bahwa jika kelak aku merindukan ibu aku hanya perlu datang ke sini, taman ini adalah taman yang dibuat oleh Ayahku untuk ibuku."
" Karena itu aku datang ke sini setiap hari karena setiap hari juga aku merindukan mereka." Ucap Nayla tersenyum tanpa melihat ke arah Nathan.
Nathan terlihat memandang Nayla, dia tidak menyangka gadis yang ada di sampingnya menyimpan luka dan penderitaan yang jauh lebih besar darinya.
" Bagaimana bisa kamu menjalani hidup seperti ini?"
" Kamu bertemu semua orang dua kali dalam hidup ini, saat mereka datang dan saat mereka pergi." Ucap Nayla.
"Biarlah jiwaku tersenyum melalui hatiku dan hatiku tersenyum melalui mataku agar aku dapat menyebarkan senyuman yang kaya di dalam hati yang sedih. Jadi jangan pernah menganggap bahwa penderitaan yang kamu alami adalah penderita terburuk karena di luar sana masih banyak orang yang jauh lebih menderita dan kecewa daripada diri mu."
" Contoh nya kamu?"
" Bagaimana kamu membangun kepercayaan diri yang seperti itu?"
"Pertama, terimalah kesedihan. Sadarilah bahwa tanpa kalah, menang tidaklah terlalu bagus."
" Terkadang aku iri dengan mereka yang dapat menemukan cinta dan membuatnya tetap hidup dalam lingkaran kehidupan kebersamaan.," Ucap Nathan sambil berdiri dan memasukkan tangan ke dalam saku celana.
" Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain karena mereka tidak tahu saat burukmu dan kamu tidak tahu tentang mereka. Hal-hal yang menyedihkan terjadi. Tapi, kita tidak perlu hidup sedih selamanya."
Nathan terdiam, dalam hatinya mendengarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Nayla. Nathan kemudian memandang langit-langit dan berpikir masihkah belum cukup waktu bagi Natalia untuk menerima kenyataan bahwa mereka adalah saudara.
Nathan harus menunggu berapa tahun lagi agar Natalia kembali menampakkan dirinya untuk mengobati rasa rindu yang ada di dalam hati Nathan.
"Dia mengajariku bagaimana mencintai, tapi bukan bagaimana berhenti." Lirih Nathan.
__ADS_1
"Ketika satu pintu menutup, pintu lain terbuka; tetapi kita begitu sering melihat begitu lama dan sangat menyesal pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita. Jangan menangis karena sudah berakhir, tersenyumlah karena sudah terjadi" Ucap Nayla sambil berdiri, menepuk bahu Nathan sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Nathan.
Nathan melihat kepergian Nayla hingga dirinya hilang di tengah kerumunan orang-orang yang berlalu lalang di taman itu.
Saat Nathan mencoba mencari keberadaan Nayla dia baru teringat bahwa dia sudah hampir terlambat dalam acara pertunangan Elsa.
Nathan bergegas keluar dari taman menuju mobilnya dan langsung berangkat menuju gedung tempat di mana Elsa melakukan pertunangan dengan kekasih nya.
Sepanjang perjalanan, Nathan terus saja teringat dengan perkataan Nayla. Hingga tanpa sadar dia sudah sampai di gedung resepsi pertunangan Elsa.
Nathan masih tetap berada di mobil walaupun mesin mobil sudah dimatikan dan dia siap untuk turun tapi Nathan sepertinya masih memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Nayla.
Tok
Tok
Tok
Nathan tersadar dari lamunannya ketika kaca mobilnya diketuk oleh Bella.
Nathan tersenyum dan keluar menghampiri Bella.
" Bella Untung saja kamu menyadarkan aku dari lamunan jika tidak mungkin aku tetap berada di dalam mobil hingga acara pertunangan Elsa selesai."
" Ckckck, memangnya apa yang kamu pikirkan hingga kamu melamun di dalam mobil."
" Entahlah, semua lamunan yang aku lamunkan hilang begitu saja ketika mendengar suara ketukan kaca mobil."
" Ya sudah sebaiknya kita segera masuk ke dalam sebelum acaranya benar-benar telah usai." Ucap Bella sambil menggandeng lengan Nathan dan menyeretnya masuk ke dalam gedung.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...