
"Ternyata benar, pertemuan pertama itu menumbuhkan rasa penasaran, sedang pertemuan kedua menumbuhkan rasa rindu, dan pertemuan selanjutnya hanya meninggalkan rasa candu." Lirih Nathalia saat dirinya baru saja selesai mengakhiri sesi live untuk hari itu.
"Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan."
Natalia terkejut karena ada seseorang yang membalas kata kata nya.
Nathalia berbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang itu adalah Nathan.
" Nathan..."
" Aku sudah datang, mana sambutan selamat datang untuk ku?" Pekik Nathan.
Natalia begitu bahagia hingga tanpa sadar air mata nya menetes, dia langsung berlari memeluk Nathan.
"Sejak pertemuan pertama, aku sudah tertarik padamu. Apakah kau juga merasakan hal itu?" Tanya Nathan.
"Dari pertemuan, aku belajar bahwa setiap momen kebersamaan adalah waktu yang berharga." Lirih Nathalia yang masih dalam pelukan Nathan.
"Kita berawal dari pertemuan dua insan yang tak saling kenal, tanpa menyangka akan menjadi sepasang kekasih dan aku sudah siap untuk mengajak mu berlabuh ke pelaminan."
Mendengar itu Nathalia langsung melepaskan pelukannya dan menatap Nathan.
"Aku tidak pernah membenci pertemuan, karena yang aku benci ialah kenyamanan. Dalam setiap romansa dan rasa yang kau tumpahkan dalam setiap pertemuan kita itu Sederhana, tapi aku suka." Ucap Nathan sambil tersenyum.
"Kebersamaan yang sesaat akan terasa lebih berarti dibandingkan perpisahan yang tiada pertemuan." Ungkap Nathalia.
" Dan aku berjanji akan mengikis jarak diantara kita. Maukah kamu menjadi bagian dari hidup ku?. Maukah kamu merajut cinta yang lebih dalam yang di ikat dalam ikatan pernikahan?"
Natalia tersenyum dan mengangguk, Nathan sangat bahagia, dia menarik Natalia kembali ke dalam pelukannya.
"Tak ada obat rindu yang paling manjur, selain pertemuan dari sepasang insan yang bernasib mujur." Ucap Natalia.
" Apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja?. Pertemuan pertama membawaku terhanyut dalam cinta pertama."
"Ada sepasang mata yang tak saling kenal, bertemu dan saling sapa. Hingga akhirnya mereka memutuskan akan berteman atau menjadi pasangan."
" Dan kita memilih untuk menjadi pasangan." Sambung Nathalia.
__ADS_1
Nathan tersenyum dan mengajak Nathalia untuk berjalan jalan.
Setelah mendapatkan ijin dari Lauren, mereka memutuskan untuk jalan-jalan dan melakukan sesuatu yang sudah lama tidak bisa mereka lakukan.
Tentang pertemuan yang tak sempat dituntaskan lewat pelukan. Mereka diam-diam saling mendoakan.
Mungkin karena doa Natalia juga yang membuat Nathan akhirnya bisa melewati masa kritisnya dan pulih setelah 2 bulan menjalani perawatan.
Setelah beristirahat pasca kembali dari Singapura. Nathan akhirnya diijinkan menemui Nathalia.
Dan disini lah mereka sekarang. Duduk berdua di taman dan saling melepas rindu.
"Berjanjilah, bahwa ini bukan pertemuan terakhir kita. Karna aku ingin akan selalu ada pertemuan manis di antara kita." Ucap Nathalia yang seolah merasa setelah ini mereka akan kembali berpisah.
"Kita selalu membuat memori yang sangat indah saat bersama. Aku tidak sabar untuk membuat memori-memori baru lagi denganmu. Aku berjanji tidak akan ada perpisahan lagi." Pekik Nathan.
Mereka kemudian saling bercanda tahu aja bertukar cerita tentang apa yang mereka lakukan selama perpisahan ini.
Nathan? tentu saja dia tidak akan mengatakan yang sejujurnya kepada Natalia bahwa dia pergi untuk melakukan operasi.
Nathan mengatakan bahwa dirinya harus bekerja di pelosok daerah sehingga sangat susah mendapatkan sinyal.
Natalia kemudian menceritakan tentang segalanya kepada Nathan tentang dia yang tidak tahu menahu dari mana asal mulanya sehingga hubungannya dengan Bella menjadi seperti ini.
Nathan sedikit terkejut pasalnya selama 2 bulan sejak dia berhasil melewati masa kritisnya, Bella selalu datang mengunjunginya setiap hari dan mengatakan bahwa hubungannya dengan Natalia baik-baik saja.
"Jangan sampai kehilangan komunikasi dengan teman lamamu. Satu sapaan sederhana sudah cukup."
" Aku sudah mencobanya. Tapi aku tidak tahu mengapa dia seolah-olah terus saja menghindariku hingga akhirnya aku dikeluarkan dari perusahaan dan sampai sekarang Aku sudah tidak pernah lagi mendengar kabarnya." Ucap Nathalia.
" Maaf soal dirimu yang harus dikeluarkan dari perusahaan, tapi jangan khawatir ayahku sudah mulai menyelidikinya dan memastikan bahwa kamu akan kembali bekerja."
" Itu tidak perlu lagi makan karena aku sudah bahagia dengan pekerjaan baruku."
" Tapi kejanggalan ini harus tetap ditemukan titik terangnya."
Natalia kemudian mengerti bahwa kejanggalan ini memang ada. Selama ini Natalia selalu berpikir bahwa yang terjadi dengan yang melupakan sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi.
__ADS_1
Natalia pernah berpikir bahwa hal yang terjadi padanya adalah suatu kejanggalan yang sangat aneh, tapi dia tidak ingin mencurigai siapapun.
"Terkadang, kamu harus tetap bersabar jika ingin menjaga persahabatan. Bagian terburuk dari kehilangan komunikasi adalah kemudian teman lamamu akan melupakanmu."
" Aku sudah mencoba untuk berkomunikasi agar hubungan kita kembali seperti sebelumnya, tapi Bella seakan-akan menutup dirinya rapat-rapat sehingga aku sangat sulit untuk dapat memperbaiki segalanya dan menemukan sebenarnya apa yang membuat hubungan kita seperti ini."
" Tidak apa, aku akan membantumu untuk mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi." Ucap Nathan.
...----------------...
Hari ini Nathan sudah kembali bekerja seperti biasanya.
Di jam makan siang, Nathan akhirnya mempunyai waktu untuk bicara dengan Bella saat Bella dengan sendirinya datang dan duduk di depan Nathan.
" Hai Nathan..."
" Hai..."
" Bolehkah aku duduk di sini dan makan siang denganmu?"
" Tentu saja karena Natalia sudah tidak ada di sini jadi aku makan sendirian." Ucap Nathan sambil tersenyum.
Dan seperti biasa Bella selalu menemukan cara untuk membuat Nathan menimpali pembahasan yang dibahas Bella.
"Hargai setiap saat, setiap detik saat kamu bersama teman-temanmu karena kamu tidak akan pernah tahu apakah itu akan terjadi lagi." Ucap Nathan ketika mereka membahas kenangan-kenangan yang mereka lalui saat KKN.
"Aku berharap aku dapat mengulang kembali waktu di mana aku dapat menghabiskan seluruh hari-hariku dengan mereka." Ucap Bella.
" Lalu Kenapa kamu tidak coba untuk memulainya lagi? Bukankah kalian sudah lama berteman?" Tanya Nathan
" Masalah sekarang adalah kita memiliki kesibukan masing-masing dan membuat waktu menjadi sangat sempit bahkan hanya untuk sekedar saling menyapa dan menanyakan kabar." Ucap Bella sambil tersenyum.
" Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian, tapi Aku hanya bisa mengatakan, pertahankan teman-teman lamamu karena mereka adalah orang-orang yang dapat kamu hubungi ketika teman-teman baru keluar dari hidupmu." Ucap Nathan sambil berdiri karena dia sudah selesai dengan makanan nya.
" Dan ya, Teman lama tidak pernah meninggalkanmu. Mereka akan absen secara fisik, tetapi kenangan mereka akan selalu ada di hati kita." Ucap Nathan lagi sebelum dia benar benar pergi.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...