
Sakit merupakan hal yang wajar, yang bisa menimpa semua orang.
Tidak peduli seberapa kuatnya seseorang, jika Tuhan sudah menghendaki penyakit untuk menghampirinya, pasti penyakit itu tidak akan dapat dihindari lagi.
Merasakan sakit pastinya tidak mengenakkan sehingga orang yang mengalaminya dan orang di sekelilngnya, berharap untuk cepat sembuh dan sehat kembali.
Tapi saat orang yang kita cintai dan sayangi sedang sakit, apalagi kekasih sedang terbaring lemah, yang kita bisa lakukan adalah mendampinginya dan mendoakannya agar cepat sembuh walaupun dalam hati mengatakan bahwa diri ingin membawanya sembuh dengan kekuatan cinta.
Sudah genap 24 jam Nathan menunggu Natalia, dia sudah tidak peduli dengan sulfat peringatan yang datang dari kantor karena Nathan selalu bolos bekerja.
" Natalia, aku berdoa untuk kesembuhanmu, cepat sembuh. Aku mencintai mu. Aku tahu cintaku akan menyembuhkanmu. Jadi cepat sembuh, sayang." Ucap Nathan yang membuat Olaf dan Fikri merasakan mual.
" Mangkanya cari pasangan jangan ngejomblo terus agar kalian tahu rasanya jatuh cinta itu seperti apa. Dan rasa sakit saat melihat yang di cintai lemah tidak berdaya." Pekik Nathan.
Fikri kemudian mengajak Olaf agar mereka tidak tertular kegilaan Nathan.
" Hei kalian mau kemana?" Tanya Nathan.
" Tentu saja kami mau keluar, memangnya kami ini pendengar radio yang akan setia mendengarkan kata gombal yang memabukkan." Ketus Olaf.
" Aku doakan kalian bucin akut."
" Bye..." Olaf dan Fikri melambaikan tangan sebelum mereka menutup pintu dengan perlahan.
" Nah sekarang sudah tidak kan ada yang sirik ketika aku mengungkapkan seluruh isi hatiku. Jadi Aku harap kamu akan mendengarkan walaupun matamu dalam keadaan tertutup." Ucap Nathan sambil mengeluarkan sebuah buku catatan yang sebelumnya dia berikan kepada Natalia dan akhirnya Natalia memberikan kembali dengan alasan bahwa dia ingin melihat buku itu penuh dengan kata-kata cinta yang akan datang tulis untuknya.
" Aku sudah menulis beberapa kata dan perlu kamu ingat ketika kamu membaca ini itu artinya kamu sedang mengalami kecelakaan yang membuatku terluka. Ya ya Aku tahu walaupun sebenarnya kamu yang mengalami kecelakaan dan mendapatkan luka tapi aku ingin kamu percaya bahwa aku juga merasakan nya." Ucap Nathan sambil menarik nafas dan bersiap membacakan setiap kata yang sudah dia tulis dan dia rangkai hanya untuk Natalia.
Tapi seperti itu Nathan menyempatkan diri untuk mengintip dibalik pintu karena dia takut bahwa Olaf dan Fikri ada di sana.
Setelah memastikan bahwa keadaan luar ruangan di ruang rawat Natalia aman. Nathan kembali duduk dan mulai membacakan setiap kata yang dia tulis.
Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sedetik pun, sangat merindukanmu, cepat sembuh dan kembalilah padaku."
"Aku terlalu merindukanmu, aku harap kamu segera sembuh."
__ADS_1
"Aku menuliskan semua cinta dan harapan baik untuk gadis tersayangku. Aku harap kamu akan segera sembuh."
"Aku berharap aku bisa menjadi dokter, begitulah caraku bisa bersamamu sepanjang waktu di rumah sakit. Sangat sulit bagiku untuk hidup jauh darimu. Aku ingin kamu segera sembuh, dan kembali padaku. Aku sangat mencintaimu, Sayang."
"Sangat menyakitkan bagiku saat melihatmu sakit. Aku sangat menyesal atas penyakitmu, Sayang. Aku berharap aku dapat melakukan sesuatu yang ajaib untuk menghilangkan semua rasa sakit yang kamu alami saat ini."
"Hal tersulit dalam hidupku adalah melihatmu menderita. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, saya berdoa kepada Yang Mahakuasa untuk kesembuhanmu yang cepat. Aku harap kamu segera sembuh."
"Aku menulis pesan ini dengan cinta yang hangat dan banyak harapan baik untukmu. Aku harap kamu segera sembuh." Ucap Nathan yang membacakan tulisan di dalam lembar bersama dengan sebuah bunga di meja.
Nathan sengaja membawakan bunga dan meninggalkan sebuah catatan untuk berjaga-jaga jika Natalia sudah bangun dari tidurnya nama Nathan tidak ada di sana.
"Aku tidak sabar untuk melihatmu sehat, bugar, dan baik. Aku tahu ini bukan saat yang tepat di rumah sakit, tetapi kamu harus menghabiskan waktu di sana untuk sembuh total."
"Aku merasa benar-benar kosong tanpa kehadiranmu dalam hidupku. Sangat sulit menghabiskan waktu tanpamu. Aku berharap kamu cepat sembuh. Aku sangat mencintaimu."
" Nathan mau sampai kapan kamu akan terus mengatakan bahwa kamu mencintai ku?" Pekik Nathalia.
" Sayang kamu sudah sadar?" Ucap Nathan dengan penuh kebahagiaan.
"Waktu bersamamu sangat indah dan romantis. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, dan aku merasakan sakit yang luar biasa karena penyakitmu. Aku tahu kamu akan segera baik-baik saja, dan kembali ke hidupku."
" Apa kamu sedang mendoakan aku agar aku memiliki penyakit yang sangat mematikan sehingga aku terbaring lemah dan sangat kritis?" Ketus Natalia.
" Tidak tidak, maksudku aku sedang memikirkan tentang sakit yang kamu rasakan bukan penyakit tadi itu aku hanya keseleo jari dan salah tulis."
" Hmmmm...." Nathalia memutar bola matanya lalu pandangannya tertuju pada sebuah bunga indah dengan kertas ada di sampingnya.
" Apa ini?"
" Itu bunga kan..."
" Aku tahu tapi kenapa ada disini?"
" Yaa itu sebenarnya adalah pengganti diriku yang menjagamu."
__ADS_1
" Maksudnya?" Tanya Nathalia sambil berusaha bangun dan meraih bunga itu.
Nathan tentu tidak tinggal diam, dengan cekatan dia membantu Natalia untuk setengah duduk dan mengambilkan bunga yang akan dia ambil.
" Sangat indah dan lihat ada catatan di dalam nya."
Natalia tersenyum dan membaca isi dari catatan itu.
" Jadi kamu berencana untuk menggantikan posisimu dengan bunga dan tulisan ini? Jahat sekali.."
" Tidak bukan itu maksudku. Begini, Aku mungkin tidak bisa ada di sini hingga 72 jam mengingat aku yang sudah ada di sini selama 24 jam menunggumu sadar namun kamu belum juga sadar."
" Jadi aku pergi dan kembali membawa sebuah bunga dan meninggalkan catatan untuk berjaga-jaga jika kamu telah tersada dan aku tidak ada disampingmu maka kamu akan menemukan bunga serta catatan yang sudah aku buat agar kamu mengingat bahwa aku selalu menunggumu di sini dengan cintaku."
" Ah... Rasanya aku jadi meleleh."
" Yah jangan meleleh dong, aku belum pesan freezer ukuran jumbo untuk menjaga mu tetap beku di hatiku."
"Nathan, aku jadi tidak sabar untuk mengajakmu keluar lagi dan menghabiskan saat-saat yang sangat manis dan menggemaskan. Aku yakin kamu memiliki banyak hal baru yang akan membuatkan melayang." Pekik Natalia.
" Kalau begitu cepatlah sembuh karena aku akan mengajakmu melayang dalam dunia cintaku. Cinta kita."
Nathan dan Natalia saling tersenyum, sementara di balik pintu ada Olaf dan Fikri.
" Se sakti itulah kata kata cinta Nathan sehingga membuat Natalia tersadar?" Pekik Fikri.
" Aku tidak tahu karena aku tidak pernah merangkai kata-kata cinta sebelum nya." Ucap Olaf.
" Nasib jadi jomblo." Ucap keduanya saling berpelukan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...