
Bulan, tahun berlalu...
Dalam perjalanan hidup, seseorang pasti akan bertemu dengan orang-orang baru. Dari mulai memasuki dunia sekolah, kuliah, kerja dan selanjutnya, pasti akan menemui banyak kenalan baru.
Dari pertemuan-pertemuan ini, ada orang lain yang tetap tinggal di hidup kita sebagai teman, sahabat, atau bahkan bisa menjadi jodoh kita. Pertemuan ini biasanya terbentuk dari pertemuan yang manis, misalnya acara organisasi, atau pun acara kerja.
Pertemuan pertama akan selalu membekas dalam benak seseorang, sebab saat pertemuan pertama biasanya akan memunculkan kesan dari seseorang terhadap orang yang baru saja ia temui.
Ini sudah tahun ke empat Nathan menunggu kabar dari Natalia namun dia tidak pernah menemukan ataupun mendengar satu kabar pun darinya.
Nathan sendiri sudah kembali ke Inggris setelah dia 2 tahun berada di Indonesia dan membantu memajukan bisnis yang dikelola oleh almarhum ayahnya hingga sekarang bisnis itu semakin besar dan mempunyai banyak cabang.
Emil sudah menikah dengan anak salah satu rekan bisnis yang membuat Nathan percaya bahwa suami Emil yang bernama Febrian bisa menggantikannya untuk menjaga Emil dan juga Imelda.
Emil dan Febrian sama-sama anak semata wayang di keluarganya dan menjadikan hubungan antara dua keluarga itu semakin erat mengingat putra-putri mereka hanya ada satu.
Imelda juga berhasil meyakinkan mantan bahwa dia akan baik-baik saja bersama dengan keluarga baru dari Febrian.
Dua keluarga itu memutuskan untuk menggabungkan uang yang mereka punya untuk membeli satu rumah yang akan mereka tempati bersama dan berjanji bahwa mereka akan menyelesaikan masalah sekecil hingga sebesar apapun dengan cara kekeluargaan dan dengan hati dan pikiran yang tenang.
Kedatangan Nathan tentu saja di sambut gembira oleh Tia dan Felix. Nathan langsung di angkat menjadi CEO perusahaan nya mengantikan Felix.
Jabatan itu digunakan sebaik-baiknya oleh Nathan hingga membuat banyak mitra yang bergabung dengan perusahaan itu.
Sesekali Nathan mendatangi rumah yang dulu adalah rumah tempat di mana Natalia dan Lauren tinggal. Tapi sekarang rumah itu benar-benar sudah menjadi bangunan yang baru.
Nathan rumah yang dulu ditinggali oleh Fikri dan bertanya pada tetangga sekitar kemana kira-kira Fikri pergi namun tidak ada satupun yang mengetahuinya karena memang Fikri pindah tanpa sepengetahuan tetangganya.
Nathan jadi berpikir mungkinkah Fikri memindahkan semua barang-barangnya dan juga membawa serta lauren dan Natalia dengan kekuatan magic sehingga tidak ada satupun tetangga yang mengetahuinya.
Nathan mulai menerka jika Nathalia pergi bersama Olaf karena Jacob mengatakan saat dia bertemu dengan Olaf di Amerika dan Olaf langsung meluncur ke Inggris begitu mengetahui bahwa pernikahan Nathan dan Natalia tidak terjadi.
Nathan sering terdiam merenung sendiri di ruang kerjanya karena memikirkan di mana kira-kira keberadaan Natalia.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Seorang wanita yang merupakan sekretaris dari Nathan masuk ke dalam ruangan Nathan dan berjalan mendekati Nathan.
" Kamu tidak sedang memikirkan Natalia kan?" Ucap wanita itu sambil meletakkan sebuah dokumen di atas meja kerjanya.
Nathan tidak menjawab Dia hanya menghela nafas panjang kemudian memutar kursinya dan membaca isi dari dokumen yang dibawa oleh Bella.
Ya, Bella sahabat Natalia dan juga sahabat Nathan kini menjadi sekretaris Nathan.
Nathan sendiri tidak tahu bagaimana ceritanya tapi ketika dia sudah menjadi CEO Bella sudah menjadi sekretarisnya. Dan baru-baru ini Nathan baru mengetahui jika ayah Bella adalah rekan bisnis terbaik Felix.
Nathan kemudian berpikir Karena persahabatan itulah membuat Bella menjadi sekretaris Nathan.
yang jadi pertanyaan adalah kenapa Bella justru memilih menjadi sekretaris Nathan ketimbang memilih untuk memimpin perusahaan ayahnya sendiri.
Sebenarnya itu jawaban yang tidak memuaskan bagi Nathan mengingat Bella bisa saja menjadi sekretaris di perusahaannya sendiri atau memegang jabatan yang lebih tinggi dari sekertaris di perusahaan nya.
" Nathan sampai kapan kamu akan memikirkan tentang Natalia?"
" Sampai aku bisa menemukan di mana keberadaannya dan memastikan bahwa dia sudah benar-benar bahagia."
" Anggap saja sekarang Natalia sudah bahagia bersama dengan Olaf, Bukankah Jacob mengatakan bahwa kemungkinan Natalia pergi bersama dengan Olaf?"
" Itu yang menjadi pertimbanganku karena Jacob mengatakan kemungkinannya bukan kepastiannya."
" Nathan aku rasa kamu terlalu berlebihan memikirkan Natalia. Tanpa sadar kamu sudah menyiksa dirimu sendiri. Kamu bahkan menutup hati dan tidak melihat bahwa banyak sekali wanita yang mungkin ingin memberikan kebahagiaan di dalam hatimu."
" Apa kamu tidak pernah berpikir untuk mencoba mengenyampingkan sebentar tentang Natalia dan mencoba untuk menata hidupmu sendiri?"
__ADS_1
"Kebersamaan yang sesaat akan terasa lebih berarti dibandingkan perpisahan yang tiada pertemuan." Ucap Nathan.
" Nathan cobalah mengerti Natalia mungkin masih belum siap untuk bertemu denganmu kenapa kamu susah payah mencari keberadaannya sementara dia sendiri masih belum siap untuk ketemu denganmu."
" Lebih baik kamu menata dirimu sendiri menentukan jalan mana yang akan kamu pilih dan menemukan kebahagiaanmu sendiri."
" Aku tidak tahu, aku merasa tidak tahu harus melangkah apa dan mengambil jalan yang mana untuk memulai hidupku menuju kebahagiaan karena semua kebahagiaanku ada pada Natalia."
" Cobalah untuk meninggalkan semua kenangan yang ada di hati dan mulai menyimpannya lalu kamu bisa mulai menata hati dan menemukan kebahagiaan kembali."
" Akan aku coba, terima kasih Bella kamu selalu tahu bagaimana cara untuk menenangkan hatiku."
" Sama sama, kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku dan jangan lupa nanti malam jam 07.00 kita harus menghadiri pesta pertunangan Elsa."
" Ya.." Ucap Nathan.
Bella keluar dari ruangan Nathan dengan perasaan kesal karena dia mengira bahwa Nathan akan mengajaknya pergi bersama ke pesta pertunangan Elsa tapi ternyata Bella hanya mendapat jawaban dia dari Nathan.
" Kenapa susah sekali merobohkan dinding hatimu itu." Lirih Bella.
Sementara ditempat lain, Olaf merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dia mendapatkan izin dari Fikri dan juga Lauren untuk membawa Natalia ke Amerika bertemu dengan keluarganya.
Hari ini, Olaf membawa Natalia ke Amerika dan bertemu dengan keluarganya.
" Aku gugup sekali." Pekik Nathalia saat mereka berada di dalam pesawat pribadi milik keluarga Olaf.
" Kenapa harus gugup ini kan sama seperti aku bertemu dengan keluargamu kenapa kegugupanmu seperti kamu sedang akan bertemu dengan calon mertuamu?" Kekeh Olaf.
" Haha iya aku rasa kamu benar juga kenapa aku harus tunggu padahal kan aku hanya bertemu dengan keluargamu bukan bertemu dengan calon mertuaku."
" Yaa kamu bisa menganggapnya begitu jika kamu mau menikah denganku."
" Olaf..."
__ADS_1
" Baiklah baik aku hanya bercanda." Kekeh Olaf.
Hmmm, seandainya saja kamu tahu aku tidak sedang bercanda dengan setiap ucapanku yang ingin menjadi pendamping hidup mu. Tapi tidak apa aku akan menunggunya hingga kamu siap ataupun aku akan tetap berada di sisimu sampai kamu menemukan seseorang yang benar-benar tepat untuk membuatmu bahagia.