Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 60


__ADS_3

"Pertama kali meminta maaf adalah yang berani, pertama kali memaafkan adalah yang terkuat, yang pertama kali melupakan adalah yang paling bahagia." Ucap Olaf yang memulai kelas seni kehidupan.


Kelas yang dibuka secara mendadak untuk membuat Natalia merasa terhibur dan semakin cepat melupakan rasa sakitnya.


Dan kelas dadakan yang dibuka oleh Olaf memang terbukti membuahkan hasil.


Selama beberapa bulan ini Natalia terlihat lebih ceria dari biasanya.


Natalia sudah mau keluar rumah dan berbaur dengan orang-orang baru, sepertinya dia mulai terbiasa dengan kehidupan barunya itu.


Yang kalau dilakukan Olaf adalah memberikan ketegaran hati dan menanamkan keikhlasan kepada Natalia agar Ketika suatu saat dia bertemu dengan Nathan maka dia akan terlihat tegar dan berbeda.


Olaf harus bisa membuat Natalia menerima Nathan sebagai saudaranya.


Dan untuk itu Olaf harus melakukannya dengan hati-hati karena dia tidak ingin Natalia kembali merasakan sedih dan kecewa karena mengingat bahwa dulu Natal adalah orang yang dia pilih untuk bisa menghabiskan hidup bersama namun ternyata takdir membuat nya berpisah karena mereka adalah saudara.


Dan setiap dua kali dalam sepekan, Olaf akan mengadakan kelas seni kehidupan yang dilakukan di tempat di manapun yang Natalia inginkan.


Hari ini sepertinya Natalia sangat ingin pergi ke pantai sehingga kelas seni kehidupan Olaf dilakukan di pantai.


"Cinta bukanlah tempat di mana kamu bisa datang dan pergi melainkan tempat di mana kamu tidak pernah pergi lagi."


"Pertemuan adalah permulaan, tetap bersama adalah perkembangan, bekerja sama adalah keberhasilan."


"Kekecewaan hanyalah cara Tuhan untuk mengatakan 'Aku punya sesuatu yang lebih baik'. Sabar, jalani hidup, miliki kepercayaan.”


"Jika kau menginginkan yang lain, katakanlah aku akan menerimanya."


Olaf selalu berkata panjang lebar ketika dia telah memulai kelas seni kehidupan nya seolah-olah Olaf tidak membiarkan Natalia untuk membalas kata-katanya atau pun bertanya tentang apa yang dia ingin tanyakan karena Olaf sudah menjawab apa yang ingin ditanyakan oleh Natalia melalui kata-kata yang entah dia dapat dari mana.


Natalia sendiri justru menikmati apa yang selalu diucapkan oleh Olaf.


Walaupun di akhir sesi kelas seni kehidupan, Olaf selalu mengatakan bahwa terkadang dia juga tidak mengerti apa yang dia katakan.


Tapi itulah yang membuatnya unik di mata Natalia. Olaf selalu bisa menemukan kata-kata bijak dan kata-kata mutiara lainnya tapi di akhir dia mengatakan hal itu Olaf selalu mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang baru saja dia katakan dan dia akan lupa ketika orang lain memintanya untuk mengulang apa yang dia katakan.

__ADS_1


Karena alasan itulah Natalia selalu mencatat apa yang Olaf katakan, seperti yang dilakukan oleh Natalia sekarang walaupun mereka sedang berada di pantai tapi Natalia Tidak melupakan buku dan juga pulpennya untuk mencatat segala yang dikatakan oleh Olaf.


"Kecewa adalah saat kamu merasakan kehilangan, meskipun kamu tidak memilikinya sejak awal. Kukira itulah kekecewaannya - rasa kehilangan untuk sesuatu yang tidak pernah dimiliki."


"Sesekali aku ingin kau bercermin dan melihat seseorang yang pantas mendampingimu. Apakah aku, orang yang bersedia hidup bersamamu, ataukah dia, orang yang kau anggap menarik meski sebenarnya pengganggu." Ucap Olaf saat melihat Fikri yang tiba-tiba saja datang dan duduk di samping Natalia.


Mendengar sindiran itu Fikri yang baru saja meletakkan bokongnya Langsung kembali berdiri dan meninggalkan Natalia serta Olaf.


" Hei Kenapa tiba-tiba kamu jadi menyeramkan seperti itu?" Kekeh Natalia karena melihat Olaf yang berani-beraninya menyindir Fikri. Padahal Fikri Hanya duduk di sebelah Natalia.


Natalia berpikir mungkin saja Fitri ingin ikut dalam kelas seni kehidupan.


" Bukankah kita sudah sepakat bahwa di dalam seni kehidupan ini hanya ada aku dan kamu." Ucap Olaf.


" Ya tapi kan mana tahu Dady juga ingin ikut dan bergabung dalam kelas seni kehidupan yang selalu membawa sisi positif."


" Jika dia memang menginginkan kelas seni kehidupan dia bisa memulainya bersama dengan momy."


" Haha, baik lah baik. Aku mengaku bahwa aku tidak akan pernah menang untuk berdebat denganmu."


" Tapi aku rela kalah demi melihatmu menang." Ucap Olaf sambil mengedipkan mata.


" Iya kelilipan cintamu."


" Huu..." Ucap Nathalia sambil melempar buku ke arah Olaf.


Untung saja Olaf dengan sikap menangkap buku itu dan mengembalikannya kepada Natalia.


" Aku akan mulai mengatakan sesuatu yang lebih indah lagi jadi aku harap kamu tidak akan ketinggalan untuk mencatatnya."


" Siap guru.."


"Kepercayaan itu bagaikan sebuah kaca. Ketika dia rusak, kamu bisa memperbaikinya kembali. Namun kamu masih bisa melihat bekas retakannya. tapi walaupun bekas retakannya masih terlihat bukan berarti kamu tidak bisa menggunakannya kembali. Kamu tetap bisa berkaca di kaca yang retak itu walaupun pantulan dirimu sudah tidak sempurna."


"Suatu saat semua akan berbalik. Yang menyakiti akan disakiti. Yang mengkhianati akan dikhianati. Yang melukai akan dilukai. Yang meninggalkan akan ditinggalkan. Dan yang merasa kehilangan kebahagiaan akan mendapatkan kebahagiaan."

__ADS_1


"Ketika kamu pernah memberikan perhatian terhadap seseorang secara berlebihan, maka kamu akan mendapat sakit yang lebih sakit dari apa yang seharusnya kamu dapatkan karena kamu masih tidak bisa menerima takdir bawah seseorang itu tidak ditakdirkan untuk mu."


" Tapi jika kamu mencoba untuk melupakan perhatian dan juga perasaan yang pernah kamu berikan kepada seseorang maka kamu akan mendapatkan pengganti yang lebih baik."


"Seberapa pun besarnya sebuah kesengsaraan, semua itu hanyalah cobaan yang diberikan kepada hamba-Nya. Pada saat itulah kamu bisa mendapatkan pelajaran dari sebuah kesuksesan."


"Kamu tak akan pernah menemukan cinta sejati sampai kamu terlebih dahulu belajar untuk mencintai Tuhanmu."


"Seorang suami seharusnya bisa tampil di hadapan istrinya layaknya seorang bocah. Akan tetapi ketika sang istri membutuhkannya, maka ia harus tampil layaknya seorang lelaki perkasa."


" Ah maaf maaf. Sepertinya kata-kata barusan yang aku katakan tidak perlu dicatat karena kata-kata itu akan kembali dikatakan ketika kamu sudah menikah."


" Haha tidak apa apa, aku sudah mencatat nya dan akan aku berikan kepada momy dan Dady."


" Haha jangan aku takut dibilang menggurui mereka padahal aku sendiri belum berumah tangga."


" Kalau begitu kenapa kamu tidak mencoba untuk berumah tangga?" Tanya Natalia.


" Bagaimana bisa aku berumah tangga jika aku masih terikat kontrak kelas seni kehidupan dengan mu."


" Bagaimana kalau memulai hubungan rumah tangga denganku." Tanya Nathalia.


" Kamu pasti bercanda."


" Emang iya, wakaka." Ucap Nathalia sambil berlari menjauh dari Olaf.


Olaf tersenyum, hampir saja dia merasa baper, ternyata Nathalia benar-benar bercanda.


" Hei, kamu sudah berani bercanda di jam kelas seni kehidupan ku, aku akan memberikan kamu hukuman." Teriak Olaf.


" Baiklah aku akan menerima hukuman nya asal kamu bisa menangkap ku." Teriak Nathalia.


Olaf tersenyum dan bersiap mengejar Nathalia.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2