
" Sayang, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Lauren saat melihat Nathalia sudah ada di dapur.
" Aku hanya memasak." Pekik Nathalia.
Lauren tersenyum kemudian segera membantu Nathalia.
Lauren berpikir mungkin ini adalah salah satu cara Nathalia menghibur diri saat dirinya menghadapi masalah.
" Mom..."
" Ya?"
" Bolehkah aku bertanya sesuatu?"
" Tentu saja, katakan apa yang ingin kamu tanyakan."
" Bagaimana Momy bisa bertahan dengan situasi dimana momy harus menjadi seorang single parent dan menghadapi kenyataan yang tidak berjalan sesuai harapan."
" Pahit manis kehidupan terkadang memberikan pelajaran berharga buat kita untuk dijadikan renungan dan introspeksi diri. Sebab, perjalanan hidup tak lepas dari beragam persoalan dengan sejuta rasa berbeda."
" Seberapa beratnya cobaan hidup, tentunya selalu menyimpan pesan berharga. Misalnya saja pesan berharga tentang arti kesabaran, arti keikhlasan, kebersamaan, ataupun cinta dan persahabatan. Namun terkadang perjalanan hidup yang pahit bisa membuat kalian merasa kurang bersemangat menjalani hidup."
" Apa ada masalah lain yang sedang kamu hadapi selain permasalahan di kantor?" Tanya Lauren dengan hati hati.
Nathalia menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu Lauren mengenai hubungan nya dengan Bella.
Nathalia sudah berusaha mengingat kapan dan apa yang membuat jarak hadir ditengah tengah mereka.
" Nak, terkadang kehidupan setelah perkuliahan memang jauh dari kata damai dan bahagia. Banyak kejutan kejutan di dalamnya. Mungkin Bella juga mempunyai masalah lain yang tidak bisa dia lakukan sendiri sehingga berimbas pada pertemanan kalian."
" Terasa berat memang harus berusaha tetap kuat meski hidup tak memberimu harapan yang diinginkan. Namun, terus menerus meratapi hidup yang pahit bukan solusi terbaik. Saat inilah kalian membutuhkan dorongan semangat dan motivasi."
Natalia terdiam, Bella yang sekarang seperti bukan Bella yang pernah dia kenal.
Bella yang sekarang lebih sering menghindari nya. Padahal dulu mereka selalu menyelesaikan permasalahan bersama, seberat dan serumit apapun permasalahan itu mereka masih tetap bersama.
Dan sekarang, seolah ada percikan api yang sengaja di nyalakan di tengah tengah mereka.
" Pahit manis kehidupan menjadi dua hal yang tidak dapat dihindari manusia. Sebab, meski terkadang terasa berat menghadapinya, pahitnya kehidupan juga memberikan pelajaran berharga." Ucap Lauren sambil memegang tangan Nathalia.
Natalia tersenyum, ada perasaan lega dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku akan meresapi semua makna di balik kisah pahit yang di berikan Tuhan dan akan kujadikan pelajaran untuk menuju masa depan yang lebih baik."
" Itu baru semangat dari putri mama." Ucap Lauren.
"Momy sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. Seperti hal nya kamu, jangan pernah terlalu banyak berharap bahwa Bella akan bersikap baik kepadamu. Tapi sebaiknya kamu berharap pada Tuhan. Sang maha pembolak balikkan hati."
Dalam hati Nathalia membenarkan apa yang ibunya katakan.
" Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi, yang memiliki sisi pahit yang tidak akan mungkin bisa kamu sembunyikan. Seperti halnya dunia persahabatan. Seberapapun kamu berusaha beranggapan bahwa diantara kalian baik baik saja, nyata nya tidak bisa menghentikan tentang apa yang sudah terjadi di antara kalian."
" Bella yang sekarang benar benar Bella yang lain. Aku terkadang merasa jika Bella yang sebenarnya sedang berada di suatu tempat dan dalam pengaruh hipnotis."
" Kenapa?" Tanya Lauren.
" Ya karena Bella yang sekarang lebih menjadi pribadi yang sangat tempramental dan suka mengeluarkan kata kata menyakitkan, ditambah kata kata itu tercipta untukku. Seolah-olah aku sudah mengambil sesuatu yang berharga darinya."
"Sabar ketika dibully itu pahit rasanya. Tapi kadang yang pahit itu justru yang bisa menyembuhkan luka."
" Tapi Mom aku sungguh tidak bisa. Ingin rasanya aku langsung menemui Bella dan memperbaiki keadaan. Tapi Bella selalu menghindari ku."
"Perjalanan hidup adalah proses perjuangan tanpa henti, ditaburi mimpi, diisi dengan tekad, dinyatakan dengan berani bertindak!"
"Hidup bukan tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan diri sendiri. Sudah sekarang pergilah bersiap nanti kamu akan terlambat ke kantor." Pekik Lauren.
Tak lupa dia mengecek kembali ponselnya mana tahu ada panggilan atau pesan dari Nathan.
Ah Natalia...
Maafkan aku..
Ternyata aku masih terlalu lemah untuk membawa ku pergi dari lembah ini...
Tapi aku berjanji, aku akan berjuang agar aku bisa segera menemuimu dan menyudahi rasa sakit akibat rindu ini....
Di luar pintu ruang operasi, Mama sedang menangis di dalam pelukan sang suami.
" Seharusnya mama bisa menahan diri saat Nathan meminta berbicara dengan Nathalia pa..."
" Jika saja mama bisa membuat Nathan menunggu, mungkin Nathan akan baik baik saja."
" Mama tidak perlu khawatir. Nathan itu anak kuat. Semangat untuk sembuh sangat besar jadi kita harus tetap tenang dan berdoa untuk kesembuhan Nathan."
__ADS_1
Kedua suami istri itu saling berpelukan seolah-olah saling memberi kekuatan.
...----------------...
" Hei apa kamu masih memikirkan tentang Bella?" Ketus Olaf saat melihat Natalia melamun.
" Tidak, sebenarnya aku sangat merindukan Nathan."
" Oh ayolah. Aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi." Pekik Olaf.
Natalia lalu menceritakan tentang dirinya yang berusaha untuk memperbaiki keadaan dan meluruskan tentang kesalahpahaman yang mungkin terjadi antara dirinya dan Bella. Namun tidak berakhir baik.
" Meskipun kamu merasa sedih, jangan pernah putus asa. Dan meskipun kamu terjatuh, jangan pernah hancur. Tetaplah terlihat kuat meskipun sebenarnya kamu rapuh."
"Hidup adalah perjalanan. Pilihan kendaraan pun jalan yang akan dilalui sudah tersedia. Kemudi kehidupan ada di tanganmu. Jadi jangan berhenti berjalan hanya karena masalah satu orang."
" Tapi Bella adalah sahabat ku. Kami dulu sangat dekat."
"Hidup ini adalah perjalanan dari proses ke proses lainnya, dan sebuah proses itu berasal dari tindakan bukan pemikiran."
"Jangan berlama-lama galau. Lakukanlah yang sudah jelas-jelas baik bagi Anda, walau pun awalnya pahit."
Nathalia memukul kepala Olaf dengan maps yang dia bawa.
" Sok bijak." Pekik Natalia sambil bangkit dari tempat duduknya karena dia sudah selesai makan.
"Aku benar kan. Hidup adalah Perjalanan, perjalanan adalah pengalaman dan pengalaman merupakan proses pembelajaran."
" Ya ya, aku harus mengakui bahwa kamu adalah motivator terbaik yang aku kenal." Ucap Nathalia sambil menarik lengan Olaf dan mengajaknya kembali ke kantor.
Seberapa berat hidup yang dijalani, akan terasa ringan jika kita menghadapinya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Inilah yang menjadikan segala persoalan hidup sebagai cara membantu kalian lebih bersikap dewasa dan makin kuat di segala situasi.
Dan sekali lagi Olaf mampu merubah mood Nathalia menjadi lebih baik. Nathalia dan Olaf saling bercanda tawa saat memasuki kantor. Dan saat mereka berpapasan dengan Bella.
Nathalia tersenyum. Tapi Bella...
Dia pergi begitu saja.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...