Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 53 : Kehilangan


__ADS_3

" Felix, aku ingin setelah aku pergi kamu akan memberikan jantung ku untuk Nathan."


" Hektor kamu itu bicara apa sih?."


" Aku hanya merasa bahwa diriku tidak akan hidup untuk waktu yang lebih lama."


" Jangan bicara omong kosong. Kamu baru saja berkumpul dengan anak-anakmu dan juga dua wanita yang paling kamu cintai kenapa kamu merasa bahwa kamu akan pergi meninggalkan mereka?"


" Felix berjanjilah bahwa kamu akan memberikan jantungku kepada Nathan."


" Tidak tidak, jika aku mengatakan dia itu artinya aku tidak mau berusaha untuk membuatmu kembali sembuh."


" Felix berjanjilah."


" Hektor kamu harus sembuh."


" Berjanjilah bahwa kamu akan memberikan jantung ku untuk Nathan."


Felix memejamkan mata sebelum akhirnya menyetujui permintaan Hektor.


Semua keluarga tidak dapat menahan tangisnya ketika Felix mengatakan permintaan terakhir dari Hektor.


Nathan tentu saja menolak permintaan terakhir dari Hector karena merasa bahwa dirinya sudah sehat saat sudah menjalani operasi.


" Nak tapi ini adalah keinginan terakhir dari ayahmu Aku harap kamu bisa menerimanya untuk menjaga agar di masa depan tidak terjadi hal buruk kepadamu." Ucap Imelda.


Hari itu juga Nathan kembali melakukan operasi transplantasi jantung.


Nathalia sendiri sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, belum selesai dia menata kembali hatinya karena pernikahan yang sudah di depan mata kandas begitu saja kini kesedihan kembali menghampirinya karena sosok Ayah yang baru saja dia temui sudah pergi untuk selama-lamanya.


Natalia merasa bahwa kebahagiaan yang Tuhan berikan begitu singkat.


Natalia berjalan seorang diri menelusuri jalanan, tidak tahu dia akan ke mana kakinya terus melangkah hingga dia melihat sebuah gereja.


"Kehadiran orang lain yang spesial dapat memberikan warna tersendiri bagi hidup seseorang. Namun, ada pepatah mengatakan setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari dipisahkan oleh jarak, dipisahkan karena orang lain, atau dipisahkan oleh maut. Perpisahan inilah yang kemudian membuat seseorang merasa kehilangan."


" Agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan, ada baiknya untuk segera menghadapi rasa kehilangan tersebut. Jika sedang merasa kehilangan, kamu bisa memulai untuk merelakan kepergiannya. Lalu kumpulkanlah keberanian untuk mengungkapkan segala perasaanmu."

__ADS_1


Natalia masih menyimak apa yang sedang dibahas saat itu namun pandangannya masih kosong dia tidak tahu harus apa dan harus bagaimana. Hanya air mata yang menjadi saksi atas ihkekecewaan dari takdir yang menimpanya.


Hingga saat para jemaat sudah mulai meninggalkan gereja Natalia masih berada di sana.


" Natalia ternyata kamu ada di sini aku mencarimu kemana-mana."


" Emil..." Sapa Nathalia.


" Semuanya mencari keberadaan kamu."


" Untuk apa?"


" Hais kamu ini bagaimana sih. Hari ini kan operasi Nathan, semuanya ingin kita berkumpul disana untuk memberikan doa dan dukungan kepada Nathan."


" Pergilah aku akan menyusul nanti." Ucap Nathalia tanpa melihat Emil.


Emil menghela nafas panjang sebelum akhirnya di memutuskan untuk duduk di samping Nathalia.


"Kadang manusia harus sampai kepada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang, dan kesetiaan." Ucap Emil.


" Mudah jika kita hanya kehilangan seseorang yang akan menghilang dari pandangan. Tapi akan jauh lebih sulit saat kita kehilangan sosok nya tapi raganya masih ada bersama kita." Pekik Nathalia.


" Aku sudah coba menulis seribu kata perpisahan agar hati ini bisa kembali tegar. Tapi yang aku rasakan masih satu, yaitu kehilangan."


"Tak peduli apa yang telah hilang, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak kehilangan apa pun."


"Arti sebuah kehadiran akan terasa saat kehilangan telah merenggutnya, jika itu terjadi, maka hanya penyesalanlah yang akan tercipta." Ucap Nathalia yang membuat Emil tidak bisa lagi berkata-kata.


Emil dapat merasakan kekecewaan yang di alami saudara nya itu. Baru saja kehilangan kekasih dia harus kehilangan sosok ayah yang bahkan tidak pernah hadir dalam hidupnya.


Emil jadi menyesal sebab selama ini dia selalu mengabaikan Hektor. Padahal seharusnya dia bisa menghabiskan banyak waktu dengan nya karena Emil lah yang paling beruntung diantara saudara yang lain karena bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.


"Kebahagiaan bisa datang kapan saja dan dalam cara yang tak terduga. Setelah mengetahui bahwa kamu memiliki seseorang yang selalu membuatmu bahagia, kini kamu harus melepaskannya." Ucap Emil.


" Aku sudah melepaskan dan merelakan cintaku pergi dan berganti cinta antar sesama saudara. Tapi kehilangan sosok ayah yang bahkan belum lama aku merasakan kasih sayang nya sungguh benar benar memusnahkan kekuatan ku untuk tetap menatap dunia." Pekik Nathalia dengan tatapan sayu.


" Natalia maafkan aku yang tidak bisa membuat rasa kecewa mu berkurang."

__ADS_1


" Tidak apa, jangan salahkan dirimu. Ini hanya aku yang sangat lambat untuk kembali bangkit." Ucap Nathalia sambil tersenyum.


"Bahkan kehidupan yang bahagia tak akan pernah lepas dari kesedihan. Aku kehilangan nya dan juga ayah, namun aku akan berbahagia untuk mereka.


Ayo, semuanya pasti sudah menunggu kita." Pekik Nathalia.


Emil tersenyum lalu mereka berjalan pulang tapi tidak kembali ke rumah, melainkan menuju rumah sakit tempat dimana Nathan akan melakukan operasi transplantasi jantung.


Emil senantiasa menemani Nathalia kemanapun dia pergi.


Ini sudah hari ke tiga sejak operasi transplantasi jantung dan Nathan masih dalam keadaan koma.


Dokter mengatakan bahwa hal ini umum terjadi pada mereka yang baru saja melakukan transplantasi jantung.


Hari ini, Nathalia memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Nathan seorang diri. Biasanya dia tidak pernah mau jika harus masuk kesana sendirian. Dia selalu minta ditemani siapa saja asal tidak sendirian.


Tapi hari ini, Nathalia ingin bertemu sekaligus berpamitan kepada Nathan.


Dia sudah memutuskan ingin memulai hidup baru, dan untuk itu Nathalia perlu sedikit menjauh dari Nathan.


" Hai Nathan, ini sudah hari ketiga kenapa kamu masih menutup mata, apa dunia alam bawah sadar jauh lebih indah dari dunia ini?"


"Nathan..., Hari ini, aku ingin membicarakan rasa kehilangan dengan bahagia. Aku tidak akan mengingatmu lagi sebagai kenangan, tetapi pelajaran. Terima kasih untuk semua pengalaman yang kamu ciptakan."


"Terima kasih karena sebelumnya telah banyak memberiku kebahagiaan. Kini aku tahu, salah satu bentuk dari mencintai adalah merelakan ia pergi. Aku sudah siap untuk pergi, maaf jika aku harus pergi dan melanggar sedikit janji yang telah kita buat di hadapan Ayah bahwa kita akan selalu bersama-sama."


"Terima kasih sudah datang ke hidupku dan membuatku bahagia, terima kasih sudah mencintaiku dan menerima cintaku. Tapi yang terpenting, terima kasih sudah menyadarkanku bahwa ada waktu di mana akhirnya aku bisa merelakanmu pergi."


" Doakan aku agar hatiku bisa lekas pulih dari luka yang semakin hari semakin bertambah besar ini. Jadi ketika kita akan kembali dipertemukan aku sudah tidak lagi menyimpan cinta selain cinta karena kita adalah saudara." Ucap Nathalia.


" Nathan maafkan aku tidak bisa menunggu kesembuhanmu karena jika aku berpamitan dengan menatap matamu maka itu akan semakin sulit untukku. Aku sudah melakukan perubahan dengan berani mendatangi mu seorang diri walaupun dalam hatiku masih ada keinginan untuk memelukmu rasakan indahnya kebahagiaan yang pernah kamu berikan."


" Aku akan pergi, selamat mencari bahagiamu sendiri setelah ini, aku menyayangimu wahai bahagiaku."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2