
" Ada apa?" Tanya Nathan yang tadi sempat melihat Natalia menangis dan masuk ke dalam rumahnya.
" Yaa dia menangis karena aku dan maaf karena aku sudah membuat tunanganmu menangis."
" Apa kamu mengatakan bahwa kamu akan pergi ke Amerika?" Tanya Nathan.
" Bukankah Kamu sendiri yang mengatakan jika aku harus berpamitan kepada Natalia agar dia tidak merasa jauh lebih sakit saat aku pergi tanpa memberitahunya?"
Beberapa hari sebelum Olaf memutuskan untuk mendatangi Natalia, Nathan mengunjunginya karena Nathan mendapat kabar dari orang tuanya bahwa Olaf mengundurkan diri dari perusahaan.
Olaf kemudian mengatakan bahwa dia harus melanjutkan studi agar bisa meneruskan perusahaan yang saat ini dikelola oleh orang tuanya. Olaf juga mengatakan rencananya untuk tidak memberitahu Natalia karena Olaf tahu Natalia pasti akan sedih karena dia akan berada jauh dari Natalia.
" Tega atau tidak kamu harus tetap berpamitan kepada Natalia. Bayangkan Bagaimana sedih dan dan sakit hatinya ketika dia tahu bahwa kamu pergi tanpa memberitahunya" Ucap Nathan.
Karena perkataan Nathan itulah Olaf akhirnya memberanikan diri untuk menemui Natalia dan mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke Amerika.
Dan inilah yang terjadi sekarang Natalia merasa kecewa dan dia menangis meninggalkan Olaf.
" Tunggu lah sebentar aku akan berusaha untuk membujuknya." Ucap Nathan sambil menepuk bahu Olaf.
" Oke."
Nathan kemudian masuk dan mencari keberadaan Natalia ternyata Natalia berada di dalam kamarnya.
" Dia jahat padaku dia sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku dalam keadaan apapun tapi sekarang dia datang dan mengatakan bahwa dia akan pergi meninggalkanku selama 2 tahun." Pekik Natalia saat dia tahu yang datang dan masuk ke dalam kamarnya adalah Nathan.
" Jadi karena itu kau marah padanya dan pergi meninggalkan dia?" Ucap Nathan yang duduk di samping Natalia.
Natalia terdiam..
"Sahabat yang baik tidak pernah mengatakan selamat tinggal. Mereka hanya mengucapkan sampai jumpa lagi." Ucap Nathan.
Natalia masih terdiam. Bagaimana bisa dia bersuara saat hatinya terasa begitu sakit mengetahui bahwa Olaf akan pergi.
"Persahabatan sejati adalah ketika kamu harus melihat sahabatmu pergi dan mengetahui kamu tidak akan melihatnya lagi. Tapi kamu tahu ia akan selalu berada di dalam hati dan pikiranmu selamanya."
"Setiap ada pertemuan pasti ada juga perpisahan, tetapi dengan perpisahan tersebut bukan menjadi alasan untuk kita saling melupakan."
"Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tidak ada yang namanya perpisahan. Lagipula Olaf hanya akan pergi selama 2 tahun dan setelah itu dia akan selalu ada di sini untuk menemani mu."
__ADS_1
Natalia melihat Nathan yang tersenyum kepadanya, Nathan kemudian menghapus air mata yang membasahi pipi Natalia.
" Pergilah, Hari ini aku izinkan kamu bersama dengan Olaf. Jangan membuat dia merasa sedih karena harus meninggalkan kamu. Dia hanya menjalankan kewajiban nya sendiri pewaris tunggal kekayaan orang tuanya."
Nathalia melihat Nathan.
" Ayo sebelum aku berubah pikiran." Kekeh Nathan.
Nathalia langsung memeluk dan mencium Nathan.
" Terima kasih, aku tidak tahu bagaimana jadinya aku tanpa dirimu." Bisik Nathalia sebelum akhirnya dia pergi untuk menemui Olaf.
" Aku yang tidak akan mempunyai arti jika hidup tanpamu." Pekik Nathan saat Natalia sudah pergi.
Nathan kemudian mengambil sebuah album yang isi nya adalah foto foto kebersamaan Nathalia dengan sahabat nya, tapi dalam album itu lebih banyak foto bersama Olaf.
" Dalam kehidupan, perpisahan memang wajar terjadi dan tak bisa dihindari. Menyedihkan memang, namun kalian bisa mengurangi rasa sedihnya dengan mengeluarkan isi hati. Untuk mengeluarkan isi hati, tidak semua bisa melakukannya. Terkadang seseorang butuh kata-kata perpisahan sahabat sebagai perantara nya." Pekik Nathalia.
Olaf langsung bangkit dari tempat duduknya begitu melihat Nathalia.
" Nathalia.."
" Aku berjanji akan segera menyelesaikannya dan kembali sebelum 2 tahun." Ucap Olaf yang memeluk Nathalia.
"Dari lubuk hatiku yang terdalam, aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menjadi sahabat terbaikku. Semoga perjalananmu mewujudkan mimpi baru akan tercapai." Ucap Nathalia yang membuat Olaf semakin mempererat pelukannya.
Natalia aku sangat bahagia bisa memelukmu seperti ini, rasanya berat untuk meninggalkan mu. Tapi kini aku yakin bahwa kamu akan baik baik saja selama Nathan selalu di sampingmu. Tunggu aku, aku pasti akan kembali untuk menjadi saksi pernikahan kalian.
Jangan pernah berpikir bahwa aku jauh darimu, karena cinta ku ada bersama mu.
"Sakitnya perpisahan itu bukanlah apa-apa dibandingkan kebahagiaan saat bertemu lagi. Jadi jangan memberikan kesan yang menyedihkan saat aku datang untuk berpamitan kepadamu." Ucap Olaf sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang ada di pipi Natalia.
" Setelah ini akan banyak orang masuk dan keluar dari hidupmu, tapi hanya sahabat sejati yang akan meninggalkan jejak dalam hatimu. Jadi jangan pernah berpikir bahwa kamu bisa melupakanku kamu aku akan selalu ada untuk menghantui hari-harimu." Ucap Nathalia.
"Mengucapkan selamat tinggal tidak berarti apa-apa. Waktu kebersamaan kitalah yang berarti, bukan bagaimana kita berpisah. Tidak ada perpisahan di antara kita. Di mana pun kamu berada, kamu akan selalu ada di hatiku." Ucap Olaf.
Selang beberapa menit kemudian..
" Apa kamu sudah merasa lebih baik?" Tanya Olaf.
__ADS_1
" Ya.."
" Kalau begitu sebaiknya kamu melepaskan pelukannya sebelum seseorang datang dan menghajarku karena aku sudah memecahkan rekor waktu terlama memelukmu."
Nathalia mengerti apa maksud dari perkataan Olaf. Dia kemudian tersenyum dan melepaskan pelukannya kemudian duduk.
"Ketika seorang teman pergi jauh, kamu terus bergerak maju. Namun, ketika seorang sahabat yang berpisah darimu, bagian dari hidupmu ikut menghilang. Dan itulah yang aku rasakan sekarang."
" Jangan khawatir. Aku akan menutupi bagian yang hilang itu walaupun aku tidak bisa menutup lubang dari apa yang telah hilang" Ucap Nathan.
Natalia tersenyum dia bersyukur memiliki dua laki-laki yang begitu menyayangi nya.
" Kenapa kamu datang kemari bukankah kamu sudah mengatakan bahwa hari ini kamu mengizinkan aku untuk bersama dengan Olaf?"
" Benarkah?" Tanya Olaf dengan mata berbinar binar.
" Ya dia sendiri yang mengatakan itu dan menyuruhku untuk pergi menemuimu karena hari ini aku bisa bersamamu."
" Kalau begitu tunggu apa lagi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sangat baik."
" Lah lah, mau dibawa kemana?" Tanya Nathan saat Olaf menarik tangan Natalia dan membawanya pergi untuk ke siap masuk ke dalam mobil.
" Tentu saja untuk memanfaatkan waktu berdua dengan Natalia dan terima kasih karena sudah memberikan aku waktu yang berharga untuk bisa menghabiskan waktu berdua dengan Nathalia." Teriak Olaf yang baru saja menutup pintu setelah Natalia masuk ke dalam mobil.
" Hei, Aku mengatakan bahwa Natalia boleh menghabiskan waktu denganmu tapi aku tidak mengatakan bahwa kamu boleh membawa Natalia pergi ii......." Teriak Olaf.
" Maaf sudah terlambat." Teriak Olaf sambil menghidupkan mesin mobil.
" Astaga..." Pekik Nathan.
Dia sendirian sekarang...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1