
Bangkit dari keterpurukan bisa membuatmu memiliki dorongan semangat baru. Ketika kamu terpuruk, semangat juga pasti akan jatuh.
Itulah mengapa, perlu asupan dan dorongan motivasi agar semangat dalam diri bangkit kembali.
Semangat dan optimis adalah solusi ketika kamu buntu dalam menemukan jalan keluar dari masalah. Setelah bisa bangkit dari keterpurukan, kamu akan terlahir dengan pribadi yang baru.
Pribadi yang jauh lebih kuat dan bermentalkan baja. Pasalnya, jatuh dalam keterpurukan merupakan satu di antara lompatan besar dalam meraih kesuksesan.
"Jatuh itu biasa. Bangkit itu luar biasa."
"Bangkit dan bangkitlah kembali sampai anak domba menjadi singa."
"Bukannya bagiamana kamu terjatuh, tapi bagaimana kamu bangun."
"Jangan menyerah jika impianmu belum terwujud. Dengan semangat, percaya, dan diiringi dengan doa, semua yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin."
"Jangan menilaiku dari kesuksesan, tetapi nilai aku dari seberapa sering jatuh dan berhasil bangkit kembali hingga menjadi tidak terkalahkan lagi" Ucap Fikri.
Ya mereka bertiga saling menguatkan diri untuk menyemangati semangat yang sempat padam.
Lauren sangat bersyukur dirinya bisa mengenal Fikri dan menjadi sahabat nya hingga sekarang.
Lauren tidak tahu jika Fikri sebenarnya sudah menyimpan perasaan padanya sejak mereka dipertemukan di bangku sekolah yang sama.
Tidak lama kemudian Nathan datang karena sebelumnya dia sudah berjanji akan membantu mendesain ulang butik yang akan Lauren dan Natalia gunakan untuk memulai bisnis lagi setelah Fikri menemukan sebuah ruko yang dijual dengan harga murah tapi letaknya sangat strategis.
" Aku pergi dulu mom.." Ucap Nathalia.
" Ya, hati hati dijalan dan cepat lah kembali. Momy masih trauma dengan apa yang menimpa kita."
Lauren memeluk Natalia sebelum mengijinkannya pergi.
Setelah Nathan dan Natalia pergi..
Fikri dan Lauren mulai sibuk menata ulang apa yang sudah hilang.
" Fikri terima kasih karena kamu masih tetap ada disisi ku. Aku bersyukur karena aku memiliki seorang teman rasa saudara seperti mu." Ucap Lauren.
"Apa kamu sedang baik?"
__ADS_1
" Ya, aku hanya merasa bagaimana jadinya aku jika tidak memiliki seseorang seperti mu. Mungkin aku tidak akan bisa menerima ujian yang Tuhan berikan."
"Sadarlah bahwa Tuhan mengujimu karena Dia percaya dirimu lebih kuat dari yang kau duga. Bangkit. Hidup tak akan menunggu." Ucap Fikri.
"Kemenangan sejati bukanlah karena kamu tidak pernah kalah, namun karena kamu sanggup bangkit kembali setiap kali kamu jatuh." Imbuhnya.
"Jika semangat ini runtuh, aku yakin akan ada orang yang tetap menyemangatiku untuk bangkit. Dan orang itu adalah kamu."
Sementara itu ditempat lain terlihat Elsa sedang bersama dengan Olaf.
"Tak ada gunanya kamu mempunyai mimpi yang tinggi jika tak pernah mencari cara bagaimana untuk mencapainya."
" Aku tahu, tapi aku merasa bahwa semua cara yang aku lakukan gagal." Ucap Elsa dengan sedih setelah dia akhirnya mengatakan kepada Olaf bahwa dia selalu gagal untuk mendapatkan perhatian dari orang yang dia cintai.
"Zaman boleh instan, diri kita tidak boleh instan. Karena, pada akhirnya, seseorang yang tidak mencapai sesuatu dengan instan, akan selalu tahu caranya bangkit kembali saat dijatuhkan." Ucap Olaf.
" Aku benar benar kecewa Olaf. Aku sudah melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatiannya. Tapi tidak pernah berhasil. dan aku merasa bahwa aku hanya jalan ditempat, semua yang aku lakukan tidak menunjukkan satu kemajuan."
"Untuk jadi maju memang banyak hambatan. Kecewa semenit dua menit boleh, tetapi setelah itu harus bangkit kembali."
"Seseorang yang mampu bangkit setelah jatuh adalah orang yang lebih kuat daripada seseorang yang tidak pernah jatuh sama sekali."
" Sudahlah, bagaimana kalau sekarang kita membantu Nathan dan Natalia mendesain ulang butik baru keluarga Nathalia."
" Natalia sudah memiliki butik baru?" Tanya Elsa sedikit terkejut.
" Ya itulah kabar yang aku dengar dari Nathan. Dan sekarang Nathan akan membantu Natalia untuk menata ulang butik."
" Oh.."
" Kenapa kau tidak senang mendengar kabar bahwa Natalia dan ibunya akan membangun bisnis baru?"
" Tidak bukan itu aku bukan tidak senang Aku hanya sedikit terkejut karena mereka bisa dengan cepat mengatasi keterpurukan yang mereka alami."
" Aku merasa mungkin sebaiknya aku belajar dari Natalia bagaimana cara menghadapi kegagalan yang terjadi." Imbuh Elsa.
" Hmm, aku setuju dengan dada sana tapi sekarang lebih baik kita segera meluncur untuk membantu mereka. Bukankah akan sangat menyenangkan jika kita saling bergotong-royong untuk membantu sahabat kita yang baru saja terkena musibah." Pekik Olaf.
Elsa tersenyum dan akhirnya mereka pergi bersama-sama menuju lokasi yang sudah dishare oleh Nathan.
__ADS_1
Elsa sebenarnya penasaran bagaimana bisa Natalia begitu mudah bangkit dari keterpurukan dan sekarang mereka sudah akan memulai bisnis yang baru setelah kejadian kebakaran butik satu bulan lalu.
Ya.
Sudah 1 bulan sejak insiden kebakaran putih itu terjadi, dan Lauren memilih untuk menutup kasus ini karena dirinya sudah ikhlas dan menganggap bahwa ini adalah bagian dari proses yang harus dia lewati untuk menuju kebahagiaan yang hakiki.
Natalia yang sebenarnya sangat penasaran dengan siapa pelaku yang sudah tega membakar butik keluarganya harus mengukur dalam dalam rasa penasaran itu karena Lauren mengatakan bahwa tidak ada gunanya untuk mengusiknya sampai tuntas karena tidak akan pernah mengembalikan butik dan juga segala yang ada di dalamnya kembali.
Saat Olaf dan Elsa sampai di lokasi yang akan dijadikan butik, Elsa sedikit terkejut saat melihat butik yang akan dikelola oleh keluarga Natalia jauh lebih besar dan tempatnya jauh lebih strategis dari sebelumnya.
" Wow, tempat ini jauh lebih besar dan juga lebih strategis dari butik lama yang sudah terbakar."
" Ya, aku dengar tempat ini dicarikan dan dibeli oleh orang yang selalu ada dan membantu keluarga Natalia."
Elsa hanya ber o ria kemudian berjalan masuk dan Elsa kembali terkejut ketika melihat Bella sudah ada di sana.
" Bella...." Pekik Elsa.
"Hai Elsa..."
" Kamu juga ada disini?"
" Tentu saja bukankah kita harus saling bergotong-royong ketika ada salah satu sahabat yang sedang memerlukan bantuan? Kenapa kamu terlihat terkejut begitu saat mengetahui aku juga ada di sini." Pekik Bella.
" Tidak aku tidak terkejut aku hanya heran karena ternyata kamu datang ke sini tanpa mengajak ku." Ucap Elsa
" Soal itu Maafkan aku aku sudah mencoba untuk menghubungimu tapi kamu mengabaikan panggilanku dan saat aku datang ke rumahmu, penjaga mengatakan bahwa kamu sudah keluar sejak beberapa jam yang lalu."
" Hehe aku baru ingat bahwa aku meninggalkan ponselku di rumah.."
" Sudah kuduga..." Ucap Bella.
Mereka kemudian segera bergotong-royong untuk membantu Natalia, hingga mereka mendengar suara benda terjatuh.
Bruk !!!
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...