Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 17


__ADS_3

Rindu...


Itulah yang sekarang dirasakan oleh Nathalia.


Dia seperti kehilangan sosok yang selalu menyemangati diri nya.


Merindukan seseorang bisa dibilang menjadi satu di antara momen yang tidak menyenangkan. Beragam alasan yang membuat seseorang merasa rindu seperti hubungan LDR, berpisah sementara, atau ditinggalkan.


Kini batin Nathan dan Natalia seolah bertemu dan saling menyampaikan rasa rindu.


"Aku menutup mata dan melihatmu di sana. Tetapi, ketika aku membukanya dan tidak melihat apa pun di sana, aku menyadari betapa aku merindukanmu." Kata bayangan Natalia.


" Aku sangat merindukanmu sehingga aku iri pada orang-orang yang mendapat kesempatan untuk melihatmu setiap hari." Lirih Nathan yang masih dalam keadaan koma pasca operasi.


"Aku ingin tahu apakah kamu merindukanku sama seperti aku merindukanmu. Kupikir aku bisa mengatasi berpisah darimu, tapi aku terlalu merindukanmu." Ucap Nathalia.


"Merindukanmu adalah sesuatu yang datang dalam gelombang. Dan malam ini aku hanya tenggelam. Saya tidak akan berbohong. Yang benar adalah saya sangat merindukanmu..." Pekik Natalia saat dirinya pulang dari bekerja dan menaiki taksi.


" Merindukan seseorang dan tidak bisa melihatnya adalah perasaan terburuk yang pernah ada. Dan aku benar-benar merasakan nya sekarang." Ucap Nathan yang masih menutup mata.


"Aku menyibukkan diri dengan hal-hal yang Aku lakukan, tetapi setiap kali aku berhenti, aku masih merindukanmu." Ucap Natalia saat Olaf datang untuk menghiburnya.


Olaf tahu. Akhir akhir ini Natalia mengalami banyak hal yang menyedihkan. Terutama masalah pekerjaan.


Olaf yang tadinya berpikir mungkin Natalia memang mengalami sesuatu yang membuatnya tidak fokus bekerja menjadi penasaran tentang apa yang sebenarnya membuat Natalia terus-menerus melakukan kesalahan.


Olaf tidak yakin jika itu murni kesalahan Natalia sendiri. Jadi Olaf memutuskan untuk mencari tahu siapa di balik ini semua.


" Merindukan seseorang adalah bagian dari mencintai mereka. Jika kamu tidak pernah berpisah, kamu tidak akan pernah benar-benar tahu seberapa kuat cintamu." Ucap Olaf sambil memberikan jus yang dia buat sendiri di dapur rumah Nathalia.


" Aku sangat merindukan nya sehingga aku merasa bahwa setiap lagu yang kudengar adalah tentang dirinya.." Pekik Nathalia.


" Itu artinya kamu benar benar mencintai nya. Tapi Aku harap kerinduan serta cintamu yang besar terhadapnya tidak membuatmu berhenti untuk memperbaiki kesalahan yang kamu lakukan."


" Olaf Aku bersumpah demi apapun aku sudah berulang kali meneliti tentang pekerjaanku dan aku yakin bahwa aku sudah melakukan hal yang benar."


" Aku tahu, untuk itu aku akan membantumu mencari tahu siapa yang berada di balik semua ini."


" Apa kamu pikir jika kesalahan yang terjadi padaku ini karena orang lain?"


" Ya, aku sendiri sudah mengenal dirimu. Kamu adalah pribadi yang penuh ketelitian dalam melakukan segala hal jadi aku tidak yakin 100% bahwa yang terjadi padamu adalah murni kesalahanmu sendiri."

__ADS_1


" Terima kasih Olaf Kamu adalah satu-satunya teman yang masih peduli terhadapku."


" Yaa dan aku sebenarnya penasaran Apa yang membuat hubunganmu dan bela menjadi meregang?"


Natalia lalu mencoba untuk menginap kejadian sebelum hubungannya dan Bella meregang.


Sangkingbanyaknya perselisihan sehingga Natalia tidak bisa menemukan titik awal yang membuat hubungannya dengan bela menjadi ada jarak.


" Ya sudah tidak perlu diingatkan memang kamu tidak dapat mengingatkan yang penting sekarang kita harus berhati-hati dan mencari tahu siapa sebenarnya yang ada di balik semua ini."


" Tapi Bagaimana dengan Bella sungguh hatiku ingin sekali melihat persahabatan ini menjadi seperti sebelumnya. Bukankah sebelumnya kita tidak pernah seperti ini."


" Hanya sedikit orang yang akan tetap bertahan dalam keadaan apapun. Jangan salahkan dirimu atas apa yang sudah terjadi."


" Terima kasih Olaf."


...----------------...


Lauren mulai bersimpati dengan perubahan yang terjadi pada putrinya.


Lauren sudah meminta bantuan Fikri untuk mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi di perusahaan tempat Natalia bekerja.


Olaf sudah mengatakan apa yang menjadi pemikirannya tentang Natalia. Dan Lauren juga setuju dengan pemikiran Natalia bahwa ini bukanlah murni kesalahan yang dilakukan oleh Natalia.


" Bagaimana apa kamu mendapatkan informasi mengenai Nathan yang pergi ke negara bagian lain?"


" Tidak. Aku hanya mengetahui bahwa seluruh keluarga pergi ke Singapura untuk urusan yang tidak ada seorangpun yang tahu." Ucap Fikri.


" Hmm ini seperti keluarga mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang besar."


" Ya dan kita tidak tahu sesuatu yang besar itu merupakan kebaikan atau sesuatu yang berbau kejahatan."


" Aku yakin mereka adalah orang-orang baik. Jika memang mereka memiliki sifat jahat tentu saja mereka tidak akan membiarkan Natalia hidup dengan tenang."


" Semoga saja." Pekik Fikri.


Malam harinya, seperti biasa Natalia akan memutar rekaman suara saat Nathan bernyanyi lagu yang dia ciptakan untuknya sambil membuka kembali catatan milik Nathan.


" Aku harap setelah ini tidak akan ada lagi penghalang yang menghalangi kita untuk selalu bersama. Percayalah di manapun aku berada yang ada dalam hati dan pikiranku hanya kamu.


Natalia kembali tersenyum membaca itu lalu dia terkejut saat mendengar deringan telepon dan tentu saja Natalia langsung mengangkatnya.

__ADS_1


" Halo?"


" Aku ingin memelukmu sekarang juga.” Suara Nathan terdengar lemah dan berat.


" Nathan?" Pekik Nathalia sangat bahagia.


"Merindukanmu itu seperti hujan yang datang tiba-tiba dan bertahan lama. Dan bahkan setelah hujan reda, rinduku masih terasa."


Tanpa sadar Natalia meneteskan air mata. Dia tidak menyangka jika makan juga sama tersiksanya dengan rindu yang dia rasakan.


" Andai kamu tahu betapa tersiksanya aku dengan rindu ini." Ucap Nathalia.


"Aku selalu berharap untuk dapat hadir di setiap mimpi indahmu. Kemudian, aku akan mengatakan bahwa aku akan selalu merindukanmu." Ucap Nathan.


" Jarak ini sungguh menyiksaku. Aku yang sebelumnya sudah terbiasa dengan kehadiranmu kini merasa bahwa kamu terlalu jauh pergi dariku."


" Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan diciptakan oleh perasaan, sedangkan jarak hanya rintangan yang bisa ditempuh untuk bertemu."


" Dan aku akan secepatnya menemui mu..." Pekik Nathan.


"Aku membuat diriku sibuk dengan hal-hal yang aku lakukan, tetapi setiap kali aku berhenti, aku masih memikirkanmu."


"Jika satu-satunya tempat di mana aku bisa melihatmu adalah dalam mimpiku, aku akan tidur selamanya."


" Apa itu artinya kamu tidak ingin menemui ke dalam kehidupan nyata?" Tanya Natalia.


" Tentu saja tidak, itu kan hanya sebuah perumpamaan."


" Jadi kapan kamu akan datang untuk menemuiku?"


" Secepatnya..."


Belum selesai Nathan meluruskan kata-katanya tiba-tiba saja dia merasakan seluruh tubuhnya bergetar hingga kemudian kesadarannya perlahan-lahan menghilang.


Hal itu tentu saja membuat panik kedua orang tuanya.


" Halo Nathan?"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2