Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 41


__ADS_3

Dua tahun berlalu...


Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya rindu. Entah itu rindu kepada keluarga, rindu kedua orang tua, ayah, ibu, saudara, rindu sahabat, teman, rindu kepada pasangan, istri, suami, rindu kekasih, rindu pacar dan ada juga yang rindu pada mantan. Perasaan rindu biasanya dirasakan ketika sudah lama tak bertemu atau berjumpa dengan seseorang yang jauh di sana.


Biasanya perasaan rindu hanya bisa diobati dengan bertemu secara langsung. Namun apabila ada halangan dan rintangan akan pertemuan itu, maka rasa kangen yang dirasakan itu mungkin bisa terwakili oleh beberapa kata-kata rindu yang kamu kirimkan melalui pesan.


Namun bersama dengan perginya Olaf, Nathalia juga tidak bisa menghubungi Olaf. Itu membuat rasa rindu dalam hati Nathalia semakin besar.


" Olaf sebenarnya kamu pergi ke mana dan apa yang kamu lakukan kenapa aku sampai tidak bisa menghubungimu dan kenapa aku merasa bahwa seolah-olah kamu sengaja memutus komunikasi diantara kita." Pekik Nathalia.


"Alasan mengapa sangat menyakitkan untuk berpisah adalah karena jiwa kita terhubung."


Tap


Tap


Tap


Natalia menghapus air matanya saat dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat.


" Nak ternyata kamu di sini, Momy mencari kamu kemana-mana Apa kamu tidak tahu jika Nathan sudah ada di sini untuk menjemputmu pulang?" Ucap Lauren.


" Maaf mom, aku terlalu asik melakukan siaran langsung karena ternyata banyak yang minat terhadap produk yang baru saja kita keluarkan." Ucap Natalia.


" Ya sudah sekarang bersihkan semuanya dan cepatlah pulang akan sudah menunggumu. Jangan lupa untuk jangan terlalu fokus bekerja kamu harus mempersiapkan pernikahanmu." Ucap Lauren.


" Baiklah baik."


Natalia membersihkan seluruh alat yang digunakan untuk live. Lalu segera turun karena Nathan sudah menunggu nya untuk acara mingguan yang biasa mereka berdua lakukan untuk menghabiskan akhir pekan.


" Hei apa kamu baik-baik saja?" Tanya Nathan saat melihat Natalia hanya terdiam sepanjang perjalanan.


" Tidak apa."


" Masih memikirkan soal Olaf yang belum ada kabar?"


Nathalia mengangguk lemah.


"Kadang-kadang, hanya satu orang yang hilang, dan seluruh dunia tampak kosong." Ucap Nathan.


"Apakah ada yang lebih baik daripada merindu?"


" Sayang percayalah, Olaf pasti kembali."

__ADS_1


" Kita sudah akan menikah, tapi belum ada tanda tanda dari nya.." Ucap Nathalia sedih.


Nathan menghela nafas panjang, dia tidak tahu lagi harus menghibur Nathalia dengan cara apa lagi.


Selama satu tahun terakhir ini Nathan mencoba untuk membuat Natalia sedikit melupakan Olaf. Tapi nyatanya dia tidak bisa.


Dan selama dua tahun ini hubungan Elsa dan Bella menjadi renggang. Tidak ada yang tahu kenapa karena tidak ada dari mereka yang mau membahasnya.


" Ketika kamu merindukan orang yang kau sayangi, ingatlah saat-saat indah yang kamu alami bersama dengan nya. Dan ketika hatimu membengkak, peluk bantalmu dan biarkan air mata menenangkan rasa sakit. Tapi aku harap kamu tidak akan melakukan itu karena aku tidak bisa melihat mu menangis."


"Merindukan seseorang bukanlah tentang berapa lama kamu tidak melihatnya atau berapa kali kamu berbicara dengannya. Ini tentang momen ketika kamu melakukan sesuatu dan berharap mereka ada di sana bersamamu." Ucap Nathalia


" Maaf Nathan, aku sudah mencoba untuk tidak terlalu memikirkan Olaf, tapi kamu tau sendiri kan bagaimana dekatnya aku dengan dia."


" Tenang, aku sudah mencari informasi tentang keberadaan Olaf, Dan aku berjanji padamu akan membawa Olaf kepadamu sebelum kita menikah dan kamu bisa menghukumnya sesuka hatimu." Ucap Nathan.


" Terima kasih Nathan."


" Apapun untuk membuatmu tersenyum bidadari hatiku."


...----------------...


Sementara itu...


"Merindukan seseorang makin mudah setiap hari karena meski kamu berada satu hari lebih jauh dari terakhir kali kamu melihatnya, kamu satu hari lebih dekat ke waktu berikutnya."


" Anehnya, ini adalah masa lalu yang dirindukan seseorang di masa depan untuk kembali." Imbuhnya..


" Aku menjatuhkan air mata di laut. Pada hari kamu menemukan itu adalah hari di mana aku akan berhenti merindukanmu. Aku ingin memelukmu sekarang juga."


Tok


Tok


Tok


Ceklek..


" Tuan muda, semua sudah menunggu di ruang rapat."


CEO muda yang tidak lain adalah Olaf itu menghela nafas sambil memasukkan kembali foto Nathalia ke dalam laci.


Dua tahun dia berusaha keras untuk bisa mendapatkan jabatan sebagai CEO muda pertama dalam sejarah keluarga besar Mac Wilson.

__ADS_1


Olaf Alexander Mac Wilson adalah CEO termuda ke 7 dalam garis keturunan Mac Wilson.


Olaf sebenarnya anggota keluarga sultan, tapi dia melarikan diri ke Inggris untuk menghindari tanggung jawab sebagai penerus Perusahaan Mac Wilson.


Keluarga inti meminta Olaf berjuang untuk bisa lebih dulu menduduki jabatan CEO karena Olaf harus bersaing dengan 8 anggota keluarga muda lainnya.


Olaf yang tidak suka bersaing memilih untuk hijrah ke Inggris dan tinggal bersama dengan nenek dan Paman juga membenci persaingan antar keluarga, walaupun persaingan itu dilakukan secara sehat dan jujur tapi tetap saja mereka tidak menyukai persaingan karena bisa menimbulkan perselisihan.


Olaf kembali ke Amerika setelah mendapat kabar bahwa kakek buyutnya jatuh sakit dan dalam keadaan koma.


Seluruh keluarga dipanggil kembali ke Amerika, karena itulah Nathan maupun yang lainnya tidak bisa menemukan keberadaan nya.


Kakek berpesan kepada Olaf agar dia bisa menduduki jabatan CEO karena keluarga timur dan Utara sedang berselisih paham karena jabatan itu.


" Jika kamu yang berasal dari keluarga timur bisa menduduki jabatan CEO maka keluarga kita akan kembali berdamai karena sampai detik ini tidak ada yang berani menentang ataupun macam macam saat garis keturunan keluarga timur memegang kendali." Ucap Kakek sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


" Aku berjanji kakek tidak akan membiarkan keluarga kita terpecahkan."


" Maaf karena harus memberimu beban yang berat demi menjaga keutuhan tatanan keluarga kita."


Olaf tidak menjawab karena sebenarnya dia ingin tetap tinggal di Inggris. Namun mengemban nama Mac Wilson sangatlah berat dan tidak bisa di lepas begitu saja. Apa lagi Olaf berasal dari garis keturunan keluarga timur yang sejak dulu sangat di hormati dan di segani.


" Olaf, apa kamu baik-baik saja?" tanya wanita cantik yang merupakan ibu Olaf.


" Yes mom."


" Istirahat lah, kamu pasti lelah."


" Thanks mom."


Wanita itu mencium pipi Olaf dan keluar dari kamar Olaf.


Olaf membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan diciptakan oleh perasaan, sedangkan jarak hanya rintangan yang bisa ditempuh untuk bertemu."


" Aku selalu berharap untuk dapat hadir di setiap mimpi indahmu. Kemudian, aku akan mengatakan bahwa aku akan selalu merindukanmu."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2