Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 42


__ADS_3

Nathan berhasil membuat Natalia sibuk dengan persiapan pernikahan mereka yang tinggal satu bulan lagi.


Nathan juga merasa sedih karena dia tidak bisa menemukan keberadaan Olaf.


" Olaf kamu dimana?, pernikahan ku dan Nathalia semakin dekat tapi aku masih belum bisa menemukan keberadaan mu. Aku sudah berhasil membuatnya sibuk aku tidak bisa membayangkan jika sampai hari itu tiba kamu tidak berhasil aku temukan." Pekik Nathan.


Nathan tidak bisa fokus bekerja sementara dia tidak bisa menemukan keberadaan Olaf.


" Nathan..."


" Mama?"


" Kamu sedang apa?"


" Tidak ada, hanya mengerjakan beberapa berkas yang tidak sempat aku kerjakan di kantor." Ucap Nathan sambil menutup laptopnya.


" Nathan..."


" Ya ma?"


" Kenapa kamu tidak segera mendaftar pernikahan kalian?"


" Nanti saja, lagipula pernikahan nya masih satu bulan lagi."


" Justru karena pernikahan kalian tinggal satu bulan lagi. Lebih baik segera mendaftarkan diri agar berkas kalian bisa di periksa, jadi jika ada kekeliruan atau berkas nya kurang bisa segera di perbaiki dan di lengkapi dan pernikahan kalian akan tetap di laksanakan sesuai tanggal."


" Hmm begitu ya.., nanti Nathan akan coba untuk berbicara dengan Nathalia."


" Bagus. Lebih cepat lebih baik."


Keesokan harinya...


Nathan datang dan memberi tahu perihal pendaftaran pernikahan nya.


" Ya Bagus dong, awalnya Momy sama Dady juga berencana untuk membahas ini dengan orang tua kamu. Tapi ternyata kita sepemikiran." Ucap Lauren.


" Kalau begitu tunggu apa lagi, sebaiknya kalian cepat menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan." Ucap Fikri.


Sementara Nathalia sibuk menyiapkan berkas untuk pernikahan, Nathan sibuk mencari keberadaan Olaf.


" Olaf sebenarnya kamu dimana?" Pekik Nathan.


Semua usaha yang dilakukan Nathan tidak membuahkan hasil. Dia sedikit kecewa.


Nathalia tidak lagi memperlihatkan betapa sedihnya dia karena merindukan Olaf di depan Nathan.


Nathalia bersikap biasa karena tidak ingin Nathan menjadi khawatir dan takut menganggap bahwa Natalia terlalu berlebihan karena merindukan seseorang yang statusnya hanya sebagai sahabat.


Hari dimana Nathan dan Natalia pergi untuk mendaftarkan pernikahan mereka tiba.


Mereka disuruh menunggu 7x24 jam untuk informasi selanjutnya.


" Kenapa lama sekali?" Tanya Nathan.

__ADS_1


" Itu adalah peraturan baru karena belakangan ini banyak kasus pernikahan sedarah yang dianggap biasa oleh kalangan masyarakat, padahal sebenernya itu sangat dilarang dan di benci Tuhan." Ucap pegawai bagian penerima berkas pengajuan pernikahan.


" Tapi kami sudah mengenal keluarga masing-masingnya." Ucap Nathalia.


" Maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi saya hanya menjalankan prosedur."


" Baiklah."


Mereka kemudian kembali dan mengatakan kepada keluarga bahwa berkas mereka masih dalam tahap pengajuan.


" Aneh, negara ini makin lama makin banyak aturan." Pekik Fikri.


" Aturan baru dibuat karena banyaknya pasangan yang akan menikah tapi tentu mereka mempunyai hubungan darah. Dan itu sangat dilarang di negara ini." Pekik Felix.


" Benar, jadi untuk kalian Nathan dan Natalia bersabar. Awal pengajuan memang lama karena mereka harus memeriksa berkas secara teliti." Ucap Tia.


" Benar, lagipula pernikahan kalian masih satu bulan lagi. Jadi masih banyak waktu untuk menunggu sebaring menyiapkan segala persiapan pernikahan." Imbuh Lauren.


🌸🌸🌸


Hari ketiga...


Petugas yang melakukan pengecekan terhadap berkas pengajuan pernikahan Nathan dan Natalia terkejut saat data di catatan kependudukan tertulis jika nama orang tua Nathan dan Nathalia sama. Tapi dalam akte kelahiran meraka tertulis berbeda.


Petugas itu langsung melapor temuan dugaan bahwa Nathan dan Natalia adalah saudara kembar kepada bagian peneliti.


Tim khusus langsung menyelidiki data data yang tercatat atas nama Nathan dan Natalia.


" Maaf Nathan dan Natalia, kami tidak bisa mengabulkan permohonan pernikahan kalian."


" Apa?"


Nathan dan Natalia tentu saja terkejut karena mereka sudah menunggu selama 6 hari, dan sekarang pengajuan pernikahan mereka ditolak.


" Tapi kenapa?" Tanya Nathalia.


" Begini, beberapa berkas dan data mengatakan bahwa kalian adalah suadara."


" Tidak mungkin." Ucap Nathan.


" Maafkan saya, tapi banyaknya berkas yang mengarah pada itu banyak. Silahkan anda lihat.


Petugas itu memberikan beberapa lembar berkas kepada Nathan dan Natalia.


Mereka meneliti berkas itu dan terkejut saat mendapati nama orang tua kandung mereka sama.


Kenyataan itu membuat mereka syok berat.


" Berkas ini saya kembali, silahkan kalian minta kejelasan orang tua kalian. Jika kalian memang bukan saudara kandung, silahkan bawa bekas pendukung nya dan kami akan meninjau ulang permintaan pernikahan anda."


Kata dari petugas itu terus saja teringat di pikiran Nathan dan Natalia.


Sepanjang perjalanan pulang, mereka diam dengan pikiran masing masing.

__ADS_1


Beberapa pikiran mereka melayang jauh kembali ke masa lalu, dimana saat mereka baru bersama banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah saudara kembar.


Kepulangan mereka dengan wajah lesu tentu saja membuat kedua orang tua mereka heran.


Di tempat yang berbeda tapi dengan pertanyaan serta jawapan yang sama.


Mama dan Momy bertanya bagaimana hasil dari pemeriksaan berkas pernikahan mereka.


Nathan dan Natalia menjawap bahwa pengajuan pernikahan mereka ditolak dan memberikan selembaran berkas sebagai alasan mengapa pernikahan nya di tolak.


Lauren dan Fikri membaca berkas itu dan reaksi mereka sama terkejutnya dengan Felix lah juga Tia.


" Ma, apa aku bukan anak kandung kalian?" Tanya Nathan.


Ditempat lain Nathalia juga menanyakan hal yang sama pada Lauren.


" Mom.. Kenapa nama ayahku sama dengan ayah Nathan?"


" Apa kami adalah saudara kembar?" Pekik keduanya namun ditempat yang berbeda.


...----------------...


Menerima kenyataan hidup secara ikhlas bisa jadi pilihan terbaik buat kalian dalam menyikapi beragam persoalan yang menimpa..


Sebab dengan cara ini menjadikan diri kalian lebih bijak memahami arti kesabaran.


Di mana setiap orang tentunya punya persoalan hidup tersendiri yang dapat dijadikan pelajaran berharga di masa mendatang.


Tidak mudah memang harus menerima kenyataan pahit tentang persoalan dengan begitu saja. Sehingga sejumlah orang mungkin saja memerlukan proses dan fase tersendiri untuk sampai pada titik di mana ia mampu menerima kenyataan dengan secara ikhlas.


Nathalia dan Nathan sedang termenung memikirkan tentang apa yang baru saja kedua orang tuanya jelaskan.


Mereka seperti di buat terbang tinggi lalu di hempaskan begitu saja tanpa di beri kesempatan untuk beristirahat.


Nathalia memejamkan mata dan mencoba mengingat kata kata Olaf yang selalu dia ucapkan disaat situasi sangat kacau.


"Belajarlah ikhlas dari hal-hal kecil, maka dengan demikian kamu akan terbiasa ikhlas saat melakukan hal besar. Dan lakukanlah satu kali hal besar dengan ikhlas sehingga kamu akan ikhlas saat melakukan hal kecil."


"Orang yang selalu ikhlas menghadapi semua masalah yang menghampirinya adalah orang yang bisa menikmati kehidupannya."


"Senyuman yang dilahirkan dengan keikhlasan akan menghindarkan kita dari sifat kebencian dan kedengkian."


" Olaf... Kamu ada dimana?" Pekik Nathalia dalam tangisan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Penasaran dengan cerita yang di ceritakan orang tua Nathan dan Natalia???


Besok jawapnya..

__ADS_1


__ADS_2