Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 16


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, kejadian kejadian selalu saja terjadi menimpa Nathalia.


Di kantor...


Nathalia hampir tidak bisa menghabiskan waktu makan siang dengan Nathan.


Saat pulang Nathan juga selalu hilang entah kemana.


Tapi itu tidak sebanding dengan kejadian hari ini di mana Natalia dipanggil oleh manajemen karena kinerja Natalia selamat beberapa bulan ini sangat menurun drastis.


Semua laporan dan pekerjaan yang dikerjakan Natalia semuanya tidak ada yang benar.


Nathalia sendiri heran karena ini adalah kali pertamanya dia mengerjakan semua laporan dengan salah. Padahal sebelumnya tidak pernah Nathalia melewatkan apapun yang membuatnya dalam masalah.


Hal itu membuat Natalia dalam masa percobaan.


" Huft...."


" Hei apa kamu baik baik saja?" Tanya Olaf.


" Tentu..." Kata Natalia sambil selalu meninggalkan Olaf dan kembali ke meja kerjanya.


Bukan Olaf namanya jika membiarkan Nathalia pergi tanpa senyuman yang tulus. Senyuman yang biasa ditunjukkan Nathalia.


" Manusia itu memiliki potensi dan kesempatan yang sama pula. Maka jangan menyerah untuk terus berusaha mendapatkan yang terbaik."


" Terima kasih Olaf, kau selalu memberikan aku kata kata yang memotivasi."


" Itulah gunanya sahabat." Ucap Olaf.


Sementara di ruangan lain, Bella sedang meminta bantu pada Nathan.


Nathan sebenernya merasa Bella terlalu berlebihan dan membuat waktunya tersita.


Namun Nathan sendiri tidak bisa berbuat apa apa karena Nathan ditugaskan untuk membantu karyawan magang yang kesulitan.


Nathalia sendiri heran kenapa semua laporannya menjadi salah terus dalam beberapa bulan terakhir.


Natalia sibuk mencari apa yang salah dengan pekerjaannya mengingat Nathalia selalu berulang kali mengkoreksi laporan sebelum menyerahkan nya.


Saat jam makan siang, Nathalia akhirnya mempunyai kesempatan untuk makan bersama dengan Nathan. Namun kemudian ketiga sahabatnya ikut makan bersama mereka.


Natalia pikir mungkin inilah waktu untuk memperbaiki hubungan antara dirinya dan Bella. Namun siapa yang menduga jika Bella justru membicarakan tentang keburukan Nathalia.


" Orang yang 'amazing' itu adalah orang yang mampu bersyukur dan mampu mengucapkan terima kasih. Dan mampu menemukan kebaikan pada diri setiap orang. Bukan fokus mencari-cari kesalahan orang lain." Ucap Olaf yang seolah tahu jika seluruh pembicaraan siang itu untuk memojokkan Nathalia.


" Tindakan menyalahkan hanya akan membuang waktu. Sebesar apa pun kesalahan yang Anda timpakan ke orang lain, dan sebesar apa pun Anda menyalahkannya, hal tersebut tidak akan mengubah Anda."


" Apa maksud kamu Nathan. Apa kamu berpikir akulah yang menukar berkas laporan milik Nathalia?" Ketus Bella.


" Kenapa kamu jadi sangat sensitif. Bukankah aku hanya mengatakan tentang kata hiasan?"

__ADS_1


" Tapi kata-katamu itu mengandung seolah-olah kamu mencurigai aku selama ini."


Bella yang merasa terluka memilih untuk pergi meninggalkan meja dan makanan yang bahkan belum di makan.


Natalia mencoba mengejar Bella namun Nathan melarangnya.


" Biarkan saja. Seharusnya jika dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun dia tidak pergi."


" Tapi aku mengenal Bella. Bella adalah pribadi yang sangat tempramental."


" Natalia biarkan saja." Ucap Olaf. Sementara Elsa memilih untuk diam saja seolah-olah tidak ingin ikut campur dan tidak mau tahu tentang yang terjadi diantara kedua sahabatnya.


...----------------...


" Apa kamu baik baik saja?" Tanya Nathan saat dirinya mengantarkan Natalia.


" Ya.." Jawab Nathalia sambil tersenyum.


Nathan kemudian memberikan sebuah buku catatan kepada Natalia.


" Apa ini?"


" Aku mungkin akan pergi dalam beberapa bulan. Jadi aku harap kamu akan menghabiskan waktu menungguku dengan membaca catatan yang sudah aku buat setiap hari."


" Kamu mau kemana?"


" Aku harus ke luar negeri untuk membuktikan bahwa aku layak untuk menjadi pendamping hidup mu."


" Ada ada saja..." Kekeh Natalia.


Nathan mencium kening Natalia.


...----------------...


Nathalia baru sadar jika sudah satu minggu dirinya tidak bertemu dengan Nathan.


Kesibukan Natalia untuk memperbaiki kesalahannya membuat Nathalia melupakan Nathan.


Malam harinya...


Natalia teringat dengan catatan yang ditinggalkan Nathan.


Natalia bergegas mencari buku catatan itu dan mulai membukanya.


Di awal buku itu terdapat foto saat pertama kali Nathan dan Natalia bertemu.


Natalia tersenyum membayangkan kapan Nathan mengambil foto dirinya.


Ada catatan kecil disana..


“Malamku telah menjadi fajar yang cerah karena kamu.”

__ADS_1


Natalia membuka lembar berikutnya, masih tentang foto dirinya saat KKN.


"Kamu hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya."


Tanpa sadar Nathalia tersenyum. Dia tidak menyangka Nathan akan mampu merangkai kata-kata yang indah.


" Aku akan mencintaimu sampai bintang-bintang padam, dan ombak tidak lagi bergerak. Air hanya bersinar karena matahari. Dan kamulah matahariku."


Tulisan yang ada di foto berikutnya saat Natalia sedang memejamkan mata sambil bersantai di tepi danau.


" Sebenarnya Nathan itu seorang fotografer atau tukang bikin puisi sih?" Kekeh Natalia sambil terus membuka foto demi foto yang ada di catatan Nathan.


" Apa pun yang terjadi. Apa pun yang kamu lakukan dan apa pun yang akan kamu lakukan. Aku akan selalu mencintaimu."


" Aku sudah mencintaimu sejak awal. Kamu mungkin bertanya mengapa tidak ada orang lain dalam hidupku, dan alasannya adalah kamu. Kamu adalah jawaban untuk setiap doa yang aku panjatkan. Kamu adalah lagu, mimpi, bisikan, dan aku tidak tahu bagaimana aku bisa hidup tanpamu."


" Nathan, Sebenarnya apa yang kamu lakukan hingga kamu harus pergi ke negara bagian lain. Kenapa aku merasa seolah-olah kamu sedang menyembunyikan sesuatu?" Pekik Nathalia.


Sementara itu, di negara bagian lain.. Nathan tengah memegang foto Natalia saat dirinya sedang didorong menuju operasi.


" Aku suka semangat mu boy, teruslah bersemangat dan papa akan memberikan kejutan dan juga janji yang sudah pernah Papa janjikan kepadamu." Ucap Papa sebelum Nathan di bawa ke ruang operasi.


Setelah Nathan masuk keruang operasi, Mama memeluk Papa.


" Papa yakin jika kini semangat Nathan untuk sembuh sudah berkali-kali lipat. Bagaimana pun juga dia sekarang mempunyai seseorang yang menjadi penyemangat hidupnya."


" Dan kita harus memberikan hadiah yang besar dikarenakan mampu melalui ini."


" Ya. Dan orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah Natalia."


" Mama harap Natalia ada di sini untuk menyemangati Nathan."


" Bukankah Nathan sudah berjanji bahwa kita tidak boleh membiarkan Natalia tahu tentang kondisi natal yang sebenarnya. Tidak apa, ada kita berdua yang akan terus menyemangati Nathan dan mendoakan agar dirinya segera sembuh dan berhasil melalui ini semua."


" Apa Papa sudah menemukan donor jantung untuk Nathan?"


" Belum, Nathan masih masuk dalam daftar pasien penerima donor jantung."


" Semoga Nathan segera mendapatkannya sebelum hal buruk terjadi."


" Tidak akan terjadi apapun kepada Nathan kita ma."


" Semoga saja. Mama sungguh berharap akan bisa hidup dengan Nathan selamanya.."


Nathan mulai memejamkan mata karena pengaruh obat bius yang disuntikkan oleh dokter.


Bersamaan dengan itu Natalia juga memejamkan mata dan tertidur sambil memeluk buku catatan milik Nathan.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2